16.12.14

Axiata Cup 2014, Yang Muda yang Beraksi


Tim Indonesia sebagai Juara Kedua Piala Axiata 2014

Piala Axiata (Axiata Cup) tahun 2014 ini banyak membawa kesan yang manis. Terutama bagi pemain muda Indonesia. Kepercayaan yang diberikan tim pelatih tidak mereka sia-siakan. Hana, Antoni Ginting, Alfian, Annisa, Gideon Markus, Kevin , Wahyu dan Ade Yusuf, berhasil membawa Indonesia ke Final Piala Axiata di Malaysia. Walaupun akhirnya kalah dari Tim Thailand dengan skor tipis 140 - 138, namun pencapaian tim Indonesia kali ini bisa saya bilang luar biasa. 
Datang dengan bukan kekuatan penuh, Indonesia awalnya diperkirakan paling jauh hanya sampai babak Semifinal saja.  Di saat tim negara lain yang bertaburan bintang, Indonesia banyak mengandalkan pemain mudanya. Hasil ini cukup memberi harapan untuk Piala Sudirman tahun depan, karena format Piala Axiata yang mirip dengan Piala Sudirman. Indonesia masih bisa memberikan kejutan di ajang tersebut. 



10.12.14

Blogku dibajak Oggix!!!!

Beberapa hari yang lalu saya panik luar biasa. Blog kesayangan saya yang ini hilang diambil pihak lain yang tak bertanggungjawab.  Setiap saya mengetik mudhalifanaharuddin.blogspot.com, pasti dialihkan ke oggix.com dengan keterangan domain yang expire. Saya kesal dan bertanya, ada konspirasi apa di balik semua ini???!!!

Eh, tapi, tunggu dulu. Saya mulai menenangkan diri. It's gonna be allright. Semuanya akan baik-baik saja. Gak ada hal yang mustalhil selagi masih ada Google tempat bertanya, hahaha.  Dan gugling pun saya lakukan.  Hasilnya, ada satu kasus yang sangat mirip dengan saya (saya lupa nama blognya, tidak sempat saya simpan).  Ternyata, yang terjadi adalah salah satu gadget blosgpot yang dia pakai sudah expire, yaitu kotak shoutout yang memanfaatkan jasa oggix.com.  Nah, gadget inilah yang kemudian menjadi pintu bagi munculnya script tertentu yang bisa mengambil alih blog kita. 

Cara mengatasinya? Pertama, pasang add-ons dari Mozilla Firefox yang bisa mendeteksi script asing yang ada di blog kita, namanya no-script.  Namun, sebelumnya, masuk ke akun blogger dulu. Di sini, kita masih bisa mengakses pengaturan blog. Walaupun, saat no-script sudah terpasang, akan mem-block beberapa akses kita.

Identifikasi script-script asing yang mencurigakan. Kalau memang tak penting, segera hapus via layout di akun blogger.  Tunggu dan buka lagi blog kita seperti biasa,  Dan itu berhasil untuk kasus blog saya. Gadget Shoutout yang sudah lama tak terpakai akhirnya saya musnahkan untuk selamanya, dan Alhamdulillah blog saya kembali pulih seperti sedia kala.
 




4.12.14

OMOB Desember Halal gaya Gue!



Judul : Halal is My Way
Penulis : Aisha Maharani (bersama Sofie Beatrix)
Penerbit : Mizania
Penyunting : Irawati Subrata
Desain Sampul : Subarjah, Bhangga
ISBN : 978-602-9255-35-5
Tanggal Terbit : Desember 2012
Tebal : 108 + x hal

Suka memperhatikan label barang yang kamu beli atau pakai? Peduli dengan halal haramnya tidak? Saya juga dulu tak terlalu memperhatikannya. Dulu, asal harga dan barangnya cocok, pasti saya beli. Kini tidak lagi. Label halal adalah hal yang sangat patut untuk kita pertimbangkan.
Adalah @halalcorner, sebuah akun yang sangat "concern" dengan pendidikan halal di Indonesia. Saya berkenalan dengan akun tersebut di awal-awal saya mengenal twitter.Didirikan oleh Aisha Maharani yang adalah seorang mantan pengurus di LPPOM MUI. Akun inilah yang kemudian meng-iklankan buku "Halal is My Way" yang ditulis oleh pendirinya tersebut.
Buku ini berisi tentang eduhalal, yaitu pendidikan tentang produk halal. Ciri-ciri produk haram, cara membedakan barang-barang haram, bagaimana memperoleh produk halal dan juga cara mendapatkan label halal dari LPPOM MUI. Meski pembahasan masing-masing unsur sangat singkat dan ringan, namun cukup "membuka mata" untuk mereka yang baru berusaha "hidup lebih baik" (or living a better life).
Sebagai negara dengan jumlah muslim yang mayoritas, terkadang kita meremehkan kehalalan. Kita terlena, seakan selalu menganggap bahwa semua produk di negara kita itu halal, titik. Dengan buku ini, setidaknya kita mulai diajak untuk bersama peduli halal. Untuk menjadi muslim yang lebih baik, aamiin.

Gmbar dari asabuku.com

30.11.14

[OMOB November2014] Cat Stories, Kisah Kucing-Kucing Lucu dan Unyu-unyu ^^



Judul : Cat Stories, Kisah-Kisah Kucing
Penulis : James Herriot
Alih Bahasa : Jia Effendy 
ISBN : 978.979.22.8026.5
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
Editor : Ariyantri E Tarman
Ilustrasi Sampul : Widiyatno
Tanggal Terbit : Januari, 2012
Tebal :216 hal

"Kucing adalah makhluk egois yang menggunakan kasih sayangnya hanya untuk keadaan yang menguntungkan mereka, dan mereka tidak mampu merasakan cinta murni seperti para anjing. Kucing adalah makhluk yang sangat memikirkan dirinya sendiri. Omong kosong!
Aku pernah merasakan bagaimana kucing-kucing itu menggosokkan wajahnya di wajahku dan menyentuh pipiku dengan cakar yang sangat hati-hati disembunyikan. Buatku, hal-hal seperti ini adalah ekspresi cinta."-James Herriot.

I love cats! That's why I bought this book. Saya suka kucing, sehingga sampai beli buku ini. Melihat ada gambar kucing nongkrong di sampul sebuah buku pada toko buku terbesar di kota saya (yang jarang banget saya datangi) membuat saya terpikat. Akhirnya beli deh.
Kisah-kisah kucing adalah kisah seorang dokter hewan bernama James Herriot dan kucing-kucing di sekitarnya. James Herriot sendiri adalah nama pena dari James Alfred "Alf" Wight, seorang dokter hewan dan penulis Inggris yang sangat terkenal.  Buku ini adalah bagian dari kumpulan buku semiotobiografinya.

Membaca buku ini kita akan disapa pertama kali oleh Alfred, seekor kucing penunggu toko permen milik tuan Hatfield. Lalu ada Olly dan Ginny, dua ekor kucing liar yang hidup tak jauh dari rumah milik James Herriot dan istrinya. Keduanya tak pernah mau tinggal di dalam rumah dan menjadi binatang yang sangat sulit untuk dibelai oleh tuan Herriot. Kisah mereka dibahas dalam tiga bagian, saking sayangnya tuan Herriot dan istrinya kepada mereka.

Oscar, kucing sosialita yang suka datang ke pertemuan-pertemuan (aneh kan, hehe). Lalu ada Emily, kucing yang menemani Tuan Ireson sang pengelana dan beberapa kucing unyu-unyu lainnya. Berbagai tipe kucing dengan macam-macam kepribadian, dan terkadang kepribadian mereka tak jauh beda dengan pemiliknya.

Bagi pecinta kucing, buku ini sangat saya rekomendasikan^^. Karena yang menulis adalah seorang dokter hewan, maka ada beberapa penyakit kucing yang disebutkan di dalamnya. Saya malah baru tahu kalau ada yang namanya Flu Kucing, kirain cuman ada Flu orang dan Flu burung saja.

Sedang untuk yang tak suka kucing, aahhhh, coba saja dibaca. Mungkin, sehabis baca Cat Stories jadi mau memelihara kucing?? Kali-kali saja.  Gak mau juga tak apa-apa, hehe.

salam miauww dari si Belang

31.10.14

Melihat Makassar dari 0 Kilometer


Judul : Makassar 0 Kilometer
Penulis : Anwar J Ibrahim, M Aan Mansyur, dkk
ISBN : 978.602.95231.7.1
Penerbit : Penerbit Ininnawa
Editor : Anwar J Rahman, M Aan Mansyur, dan Nurhady Sirimorok
Desain Sampul : Sapriady Zack Putra
Layout Isi : TanahindieSign
Tanggal Terbit : Cetakan II Juni 2011 (revisi)
Harga : - (lupa)
Tebal :255 hal + xviii
Pemesanan via Kampung Buku Jalan Abd. Daeng Sirua 192E Makassar, SMS 085656681100


Makassar, kota yang pernah akrab dengan saya. Selama 5 tahun lebih saya hidup di sana, menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi.  Buku ini membuka banyak kenangan lagi dengan kota itu.

Buku yang saya dapatkan dengan memesan langsung dari penerbitnya di Makassar pada 2012 lalu.   Merupakan edisi revisi dari cetakan pertama di tahun 2005.  Kisah-kisah di dalamnya berasal dari tahun 2005 ke bawah.  Diisi oleh 15 orang yang adalah penulis, wartawan dan peneliti, membuat buku ini sangat kaya akan "isi".

Dibagi ke dalam empat bagian besar, yaitu komunitas, kuliner, fenomena dan ruang.  Kita akan disuguhi berbagai "hidangan" khas makassar, mulai dari yang biasa hingga tak biasa. Saya yang hanya beberapa saat tinggal di sana agak terkejut "melihat" Makassar di dalam buku ini, karena tak menyangka ternyata banyak yang belum saya ketahui tentang kota ini. Bisa dibilang buku ini jugalah yang mendorong saya melahirkan yang serupa. Buku Sedikit Tentangmu dan Kendari adalah hasilnya walau tak "segarang" Makassar 0 Km.

Buku ini kembali direvisi tahun ini. Bagi yang berminat, silakan pesan sendiri ke Ininnawa, ya!







10.9.14

Pak Polisi dan Pasar

Muka-muka lesu bercampur kesal sangat tampak terlihat. Entah kenapa suasana pasar kali ini sangat muram, tak biasanya.
Beberapa langkah memasuki pasar, tak tampak pedagang beras yang biasa saya beli beras merahnya. Penjual sayur pun langka. Beberapa orang berkumpul tampaknya mendiskusikan sesuatu. Oh, rupanya ada pak polisi pamong praja di antaranya. Hmm,ada apakah ini??
Saya hanya sempat bertanya sedikit, tak berani banyak. Wajah para pedagang sedang gundah, tidak etislah saya "mewawancarai" mereka lagi.
Baru beberapa bulan, abu bekas bakaran pasar yang lama pun mungkin masih hangat. Pedagang yang menjajakan barang dagangannya di emperan trotoar pasar ini adalah mereka yang tak mampu membayar sewa kios di dalam gedung yang harganya menjulang itu. Kini mereka akan diusir lagi.
I don't know. Hati ini ngilu. Para ina-ina (sebagian besar pedagang adalah ibu-ibu berusia lanjut) ini adalah pejuang-pejuang bagi keluarganya. Namun, pemkot melalui tangan Satpol PP mau menghancurkan mata pencaharian mereka kembali.
Saat beranjak keluar pasar, Polisi Pamong Praja terlihat santai duduk berjejer. Tinggal menunggu aba-aba dari atasannya untuk mem"bereskan" para pedagang.

Ironi.

Atas nama kerapihan dan ketertiban di atas penderitaan rakyat kecil.

19.8.14

WBC 2014 aka Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014

Sebenarnya saya tidak sanggup menulis berita ini, huaaaa. Sakitnya itu di sini (nunjuk hati), berdarah-darah dan pedih #lebay
Setelah bulan lalu dipastikan bahwa ganda campuran andalan Indonesia gagal ke WBC (kejuaraan dunia) karena cedera engkel Tontowi Ahmad (Owi), maka sore ini kabar tak mengenakkan juga datang dari sektor ganda putra dan tunggal putra. Tunggal putra harapan kita, Simon Santoso dan ganda putra kebanggan Indonesia, Muh. Ahsan-Hendra Setiawan juga dipastikan tidak bisa ikut, hiks..hiks. Penyebabnya? Simon kena DBD sementara Ahsan cedera pinggul.
Maka, sudah pasti Indonesia tidak bisa menampilkan kekuatan andalannya di ajang paling bergensi yang setara dengan olimpiade itu.
Di tahun ini bisa dibilang prestasi pebulutangkis kita lagi menurun dibanding tahun lalu. Beberapa gelar super series dan super series premier telah hilang, ditambah dua gelar juara dunia. Amat sulit bagi pebulutangkis kita yang lain untuk merebut gelar tersebut. Ditambah Simon Santoso yang amat diharapkan untuk mendapat gelar juara tunggal putra, ternyata juga harus mundur akibat dilarikan ke rumah sakit hari ini karena Demam Berdarah Dengue.
Harapan yang paling potensial hanyalah pada Tommy Sugiarto dan Greysia Polii-Nitya K.Maheswari yang berada dalam peringkat 10 besar dunia.  Meski sangat berat, rat..rat..rat (pake echo ;-) )
Keberangkatan tim Indonesia tinggal 2 hari lagi. Semoga semua akan berjalan lancar, aman dan tenteram. Dan yang paling penting, pebulutangkis kita ada yang bisa ke babak final dan jadi JUARA.
HWAITING!!!

28.7.14

Ayam masak Gholo

Ada yang berbeda di lebaran tahun ini.
Bukan karena Mama ga masak heboh, bukan. Tapi tentang menu kuliner lebaran yang hampir seragam di keluarga kami.

Adalah Ayam masak gholo. Makanan berbahan utama ayam kampung yang segar-segar enak, slrrrrp.
Dari tahun lalu sebenarnya Mama sudah membuatnya saat lebaran, menemani coto yang tak kalah lezatnya. Hanya saja baru tahun ini semua rame-rame minta resep bahkan ada yang minta dibuatkan bumbu oleh Mama.
Jadilah kali ini hidangan lebaran kami bertema Ayam masak gholo. Karena Mama sudah berbaik hati membagi resepnya, maka juga dengan senang hati menerima hasil akhirnya, haha.
How to make it? Gampang banget. Gholo dalam bahasa Muna berarti kedondong, tapi aslinya hanya daunnya yang dimanfaatkan.
Bahan-bahannya sbb,
Ayam kampung yang sudah dipotong-potong.
bumbunya, bawang putih dan bawang merah plus merica.
Sereh.Serta garam dan gula sebagai penyedap. Dan daun kedondong.
Cara masaknya.
Rebus ayam dengan diberi sereh dan garam. Lalu, haluskan bumbu kemudian tumis hingga harum. Masukkan bumbu ke dalam rebusan ayam. Rebus ayam hingga lunak. Nah, daun kedondong diiris-iris lalu dimasukkan ke dalam rebusan di menit-menit terakhir biar tambah mantap.
Sajikan panas-panas. Lebih enak lagi dimakan bersama
buras atau lapa-lapa, haha.

24.5.14

Okay, I feel Sad:-/

As a badminton fan, an Indonesian fan, I feel really sad tonight.
Firasat gak akan menang sih ada, setelah kemarin tim Uber kita kalah, karena target mereka semifinal dan gak terpenuhi. Sementara target tim Thomas adalah final.
Indonesia melalui Thomas Cup tahun ini dengan gemilang di fase grup. Tiga kali tanding, tiga-tiganya menang dan hanya kehilangan satu poin dari nomor tunggal putra. Kemudian sukses melewati hadangan tim kuat Korea, namun tersandung oleh tim yang kurang diperhitungkan Malaysia.
Malaysia yang hanya punya pemain nomor satu tunggal putra, Lee Chong Wei, dan ganda putra yg prestasinya biasa saja dan baru dipasangkan,  ternyata mampu menghempaskan ganda terbaik kita dan nomor satu dunia, Ahsan-Hendra.
Kunci kemenangan Malaysia menurut saya adalah taktik selalu mengubah pemain yang turun. Urutan pemain beberapa kali berubah dalam setiap pertandingan. Juga pemain yang dinilai kurang siap karena kalah, seperti Darren Liew diganti walaupun berstatus kapten tim. Sementara pemain kita, itu-itu saja, dari penyisihan sampai semifinal, sehingga pola main kita bisa mudah dibaca.
Selain itu juga, mental pemain Malaysia lebih baik dari pemain kita. Meski berstatus tidak diandalkan, mereka bermain lebih baik dari Indonesia, hiks.
Dari semua tim yang bermain di semifinal Thomas Cup tahun ini, Indonesia dan China kayaknya yang punya target final dan dua-duanya gagal. Saran buat pengurus PBSI, dua tahun depan targetnya semifinal aja, biar kita masuk final #eh.
Harapan buat final Thomas besok adalah biar Jepang yang juara. Sekian.

30.3.14

Membalut Luka Gaza, sebuah review

Hal yang paling sulit untuk saya lakukan adalah membuat review sebuah buku. Jika selesai membaca, maka hanya 4 hal yang akan saya katakan, suka-suka sekali-biasa saja atau tidak suka. Untuk menjabarkan ke hal yang lebih detil, sulit sekali.  Namun, untuk kegiatan baru One Month One Book, saya akan mulai mencobanya. SEMANGAT!!!

Buku yang saya pilih kali ini adalah Membalut Luka Gaza. Buku yang ditulis oleh dr. Prita beserta relawan lainnya dari organisasi kemanusiaan BMSI.

Buku ini adalah hasil barteran buku dengan dr. Prita sendiri. Saya dengan buku Sedikit Tentangku dan Kendari (Lagi), dan dr.Prita dengan buku ini.

Gaza adalah tanah Palestina yang kini tersisa. Israel dan kaum Yahudinya telah berhasil mengusir bangsa Palestina dari tanah-tanah mereka sendiri. Warga Palestina kini hidup di bawah intimidasi dan blokade Israel.

"...karena dalam hidup ini hanya ada dua pilihan bagi kami, hidup bahagia di dunia atau wafat dalam syahid untuk surga..."
Salah satu kisah yang menarik adalah di kisah pembuka. Tentang Coca Cola, minuman bersoda dari Amerika.

Dalam penyambutan para relawan di salah satu universitas yang masih bertahan di Gaza, dr. Prita dan yang lain malah disuguhkan dengan minuman yang selalu dikaitkan dengan Amerika, yaitu Coca Cola. Minuman yang terpaksa mereka sajikan karena tak bisa memilih. Apapun yang bisa mereka dapatkan dari hasil penyelundupan melewati terowongan-terowongan, apapun itu, mereka hanya bisa pasrah menerima saja. 

Bangsa Palestina adalah bangsa yang masih memegang teguh budaya Arab, salah satunya selalu ramah dan berusaha ramah dengan para tamu. Salah satu relawan bahkan merasakan dampaknya ;) Saking ramahnya,  perutnya hampir tak mampu lagi menampung makanan yang terus mereka tawarkan saat menjamu tamunya. Selain karena sering, juga akibat porsinya yang lebih.

Meski dalam kondisi yang susah, namun masyarakat Palestina pantang untuk meminta-meminta. Para pengemis jarang terlihat. Bahkan anak-anak kecil pun sudah terbiasa untuk berusaha sendiri dengan berjualan di jalanan. (Beli, tidak mau minta!)

Kalau di tempat lain, para artis menghiasi kota dalam iklan-iklan, atau mungkin foto pejabat kota. Maka di Gaza, para syuhada-lah yang dipampang fotonya. Keluarga mereka sangat bangga apabila ada anggota keluarga yang syahid hingga menghias fotonya dan memasangnya di jalan atau di tempat umum. (Menjemput syuhada ala Gaza).

Pokoknya banyak kisah yang belum banyak diketahui tentang Gaza dan Palestina. Kisah-kisah menarik dan inspiratif tentang semangat Gaza yang tak padam hanya karena blokade Israel.

Buku yang tak seberapa tebal ini, hasil penjualannya disumbangkan ke BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) untuk Beasiswa mahasiswa Palestina yang bersekolah di Indonesia. Mereka bersekolah di negara kita, semuanya adalah dokter-dokter spesialis yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza.



17.3.14

Mengukur Kekuatan Gempa : Intensitas.

Dalam setiap gempa yang terjadi, hal pertama yang selalu ditanyakan orang awam biasanya adalah kekuatan gempa serta lokasi. Dua hal tersebut memang selalu menjadi perhatian orang. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu intensitas gempa.
Berbeda dari magnitudo atau kekuatan gempa, intensitas gempa atau yang dikenal dengan istilah shaking intensity adalah gambaran dampak gempabumi terhadap manusia dan lingkungan/bangunan. Jadi, magnitudo gempabumi berupa hanya satu nilai dari satu lokasi episenter, namun intensitas bisa berbeda-beda di beberapa tempat. Perbedaan ini terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya adalah, jarak tempat dari episenter, keadaan/kondisi batuan serta tanah tempat, serta adanya variasi perambatan gelombang gempa karena kompleksitas struktur kerak bumi.
Karena dampak ini bisa menjadi ukuran yang relatif, maka beberapa ilmuwan dan lembaga berupaya untuk menstandarisasikannya dalam skala intensitas. Di dunia terkenal MMI atau skala intensitas Mercaly yang dimodifikasi (Modified Mercaly Intensity), dan inilah yang banyak dipakai, dan juga di Indonesia.

1.2.14

Silaturahmi

Saya menyebutnya silaturahmi. Dua minggu di Bogor dan 2 hari di Jakarta itu seperti menggali memori kembali saat tinggal di sana.
Rumah kos saya yang dulu sudah tak berpenghuni. Di pagarnya sudah terpampang tulisan DIJUAL. Beberapa rumah di sekitarnya juga telah berubah, ada yang hilang dan berganti rupa. Yang bertahan hanya kosan depan. Di sanalah saya menginap satu malam.
Penjual pecel lele langganan saya dulu setiap hari libur pun telah berganti. Namun, suasananya tetap sama. Tak berubah. 
Kawasan Jalan Angkasa 1 di Kemayoran itu dulunya adalah perumahan bagi karyawan Merpati. Maskapai yang kini dililit berbagai masalah. Para penghuninya sudah banyak yang tidak tinggal di sana. Rumah-rumah itupun diganti menjadi kos-kosan yang menarik banyak pegawai kantoran yang kebetulan juga banyak di sekitarnya, termasuk kantor saya, BMKG.
Kantor saya dulu juga telah berubah banyak. Kini telah ada gedung tinggi tingkat belasan. Ruangan saya dulu juga telah berpindah lantai.  
Saya tak berlama-lama di kantor itu. Sekedar bertemu muka dan bertukar kabar dengan rekan lama. Walaupun tak sepenuhnya putus kontak.
Memori dan hubungan baik dengan rekan kerja yang lama memang cukup membantu saya saat di Kendari.
Silaturahmi ini baru kesampaian setelah tiga tahun, hehe. Setelah di Desember kemarin kepikiran untuk ke Jakarta buat mengurus dokumen. Ternyata, ditakdirkan buat urusan yang lain.

27.1.14

Lowongan Palsu, duh

Di salah satu grup whatsapp pagi ini, teman saya mempost lowongan kerja. Mulanya saya tidak tertarik. Tapi, saat teman saya bilang kalau perusahaan itu dulunya adalah pt.tertentu yang bonafit dan terletak di Sulawesi, saya pun meneruskannya ke teman lain yang punya kualifikasi dan ingin bekerja dekat kampung halaman.
Hal yang langsung direspon teman saya tersebut. Namun, ada yang mengganjal. Email yang dipakai bukan email perusahaan, melainkan email gratisan. Tipu-tipu detected niy :-/
Karena itu juga mengganggu saya, makanya saya langsung masuk ke web perusahaan. Dan, ternyata benar. Ada info Fraud on Job Vacancy. Duh, hoax dah saya.

Cek ricek, tabayyun musti selalu dilakukan di era info serba cepat dan mudah. Harus!!

23.1.14

Malaysia Open 2014

Tak seperti tahun lalu, Indonesia kali ini tak kebagian gelar di Malaysia. Tommy Sugiarto yang maju ke babak final harus takluk di tangan andalan tuan rumah, Lee Chong Wei.
Ganda putra no.1 dunia sekaligus kebanggaan kita, M.Ahsan-Hendra S, juga telah lebih dulu terhenti di babak kedua. Begitu pula ganda campuran Lilyana N-Tontowi A. juga tak mampu ke final setelah kalah 2 set langsung dari pasangan Cina, Xu Chen-Ma Jin. 
Namun, ada prestasi yang cukup membanggakan dari ganda putra, Angga-Ryan, yang tidak diunggulkan namun melaju hingga semifinal.   
Meski belum dapat gelar, masih ada turnamen-turnamen lain menunggu pebulutangkis kita. SEMANGAT!!!