30.6.12

Ponpin buat Cewek? Perlu!


Dalam sebuah drama Korea (On Air, 2007), tampak adegan seorang aktris yang tengah diwawancarai oleh seorang wartawati. Aktris yang mula-mula hanya bintang iklan, lalu main dalam drama dan terkenal karena aktingnya yang diragukan (karena selalu dapat peran-peran yang mudah). Mula-mula si wartawati menyinggung tentang hobi si aktris.
"Apa yang Anda lakukan saat waktu senggang?"
"Di profilmu disebutkan bahwa Anda suka membaca buku."
"Oh, itu hanya kerjaan manajerku, dia ingin membuat image yang baik tentang saya," jawab sang aktris (yang memang terkenal sengah).
"Sejujurnya, saya tak suka membaca buku."
"Aaaaaahhh...." si wartawati tersenyum sinis.
"Mengapa tersenyum?"


"Sepertinya Anda banyak membaca," gantian sang aktris yang bertanya.
"Itu karena... ah, saya suka penulis luar, Paulo Vistana dan Emily Nothon. Saya suka gaya tulisan mereka," jelas si wartawati.
"Untuk tahu, sebaiknya Anda membaca karya mereka saja."
"Anda sudah membaca semua buku karya mereka?" tanya sang aktris.
"Hmmm... Beberapa," jawab si wartawati. Kedudukan mereka sekarang terbalik, si wartawan kini seperti diwawancarai oleh sang aktris.
Sang aktris kemudian menyebutkan beberapa judul buku milik para penulis yang dimaksud. Si wartawati terperangah, kaget.
"Terima kasih atas waktunya," sang aktris menutup sendiri sesi wawancaranya.


Manajer sang aktris juga ikutan kaget, tak menyangka kalau dia suka membaca karya-karya klasik, dari luar negeri pula.
"Aku tak membaca (buku-buku itu)," kata sang aktris.
"Aku mencarinya di teleponku. Dia (wartawati) itu menyebalkan."

Hmmm... saya tersenyum kecil melihat adegan ini. Kickback yang manis dari sang aktris, memanfaatkan telepon canggih.
***


Telepon genggam (ponsel) sekarang sudah bukan milik kaum berada saja. Tengok saja di jalan-jalan, hampir semua orang kini sudah memilikinya. Tak pandang bulu, bahkan (mungkin) kaum marjinal di jalanan juga punya.   
Saking meluasnya penggunaannya, maka ponsel atau telepon genggam sudah beralih menjadi kebutuhan primer di masyarakat. Bisa panjang urusannya kalau ponsel ketinggalan. Malah yang ada yang berprinsip kalau dompet boleh saja lupa tetapi ponsel harus tetap ada.

Kebutuhan primer ponsel juga semakin bergeser ke arah gaya hidup. Bukan hanya fitur menelepon dan berkirim pesan yang dicari, tapi juga kamera dan kemampuan internetnya. Ponsel yang cuma bisa telepon dan SMS sudah dianggap jadul-ketinggalan jaman.

Cewek dan ponsel juga semakin akrab. Kalau dulu, cewek jarang yang bisa "mengerti" ponsel karena aplikasinya yang rumit maka kini produsen ponsel yang mengkhususkan ponsel untuk cewek. Baik dari segi tampilan maupun aplikasi yang "ramah". Seperti ponsel keluaran Nokia yang terbukti memiliki aplikasi dan fitur yang mudah dan tak rumit bagi cewek.  Bahkan ibu saya yang sangat-sangat gaptek, memilih ponsel Nokia. Memang dibanding keluaran vendor lain, Nokia sangat mengutamakan kemudahan, terbukti.

Ponsel pun berevolusi. Ponsel pintar (smartphone) mulai bermunculan. Ponsel yang memiliki perangkat lunak (software) khusus dan aplikasi yang lebih mumpuni dibanding ponsel biasa (feature phone). Nah, ponsel pintar buat cewek itu perlu banget. Terlebih buat cewek yang aktif di masa serba cepat kayak sekarang. Saya kebetulan baru sebatas menggunakan ponsel biasa yang punya fitur internet dan kamera, belum punya ponpin (baca: ponsel pintar). Namun, melihat pengalaman teman-teman yang sudah menggunakannya dan banyak yang menuai dampak positif, mungkin dalam waktu dekat saya akan memakainya (sambil menunggu bonus atau hadiah dari lomba, hehe).

Apa keuntungan ponpin buat cewek yang sekarang serba aktif dan multitasking? Wah, kalau mau diuraikan banyak sekali. Contoh di awal postingan ini salah satunya. Ponpin buat kita berselancar di google (mesin pencari paling handal saat ini) lebih cepat. Tak ada istilah macet atau lelet karena keunggulan software yang dimiliki ponpin. Dalam hal media sosial juga lebih unggul, karena aplikasi yang lebih bagus.

Beberapa teman juga memanfaatkannya untuk dagang atau berjualan. Kamera yang canggih dan hasil jepretannya dapat langsung diunggah ke internet melalui ponpin semakin memudahkan urusan jual-menjual mereka.

Aplikasi perbankan di ponpin tak kalah pentingnya. Tak perlu antri di teller atau ATM buat transfer atau sekedar memeriksa saldo. Lebih menghemat waktu dan tenaga.

Cewek yang berkarir di kantor pasti butuh gadget yang bisa mengolah kata (word processing), nah ponpin punya fitur ini. Telepon biasa hanya bisa membuka dokumen tanpa bisa mengotak-atiknya. Fitur yang sangat membantu terutama kalau waktunya sudah sangat mendesak tapi tak punya PC atau laptop. 

Aplikasi yang khusus buat wanita di ponpin juga banyak. Bagi yang khawatir akan pelecehan seksual terutama di jalanan, mungkin yang satu ini bermanfaat. Atau aplikasi buat menghitung periode menstruasi bagi yang bermasalah dengan saat bulanannya. Yang sering direpotkan dengan jerawat dapat memakai program yang ini. Segala rupa, ragam dan bentuk aplikasi yang memang buat cewek hadir di ponpin.

Nah, manfaat ponpin udah di tangan, sekarang tinggal memilih dan memilah ponpin yang cocok dan pas buat kamu. Pake ponpin juga musti pintar-pintar, jangan sampai bangkrut gara-gara ponpin mahal dan biaya telpon yang membengkak. Mungkin dengan ini, cewek bisa tambah pintar. Paket bundling Indosat Mobile dan Nokia berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket Hebat Keluarga Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita.

Makanya, buat cewek, ponpin itu perlu!
 ***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia yang diselenggarakan oleh EmakBlogger.

Gambar diambil dari video di mysoju.com

25.6.12

Sedikit tentang Bola (Sepintas Euro)

Tadi subuh, sempat nonton sejenak pertarungan perempatfinal Italia vs Inggris. Walau suka Italia, tapi tak pernah  menjadwalkan diri untuk nonton atau begadang demi Euro atau Bola (apapun mereknya). Gak lah yawww...(Gak kuat begadang, lagipula kata Bang Haji, begadang gak ada gunanya..hehe).

Oke, ini hasil yang aku amati sejenak tersebut. Berdasarkan statistik pertandingan, katanya Italia mendominasi sementara Inggris terus menerus bertahan. Ini berbanding terbalik plus kejengkal dengan prediksi orang-orang dan komentator-komentator yang terhormat yang menempatkan Inggris lebih baik daripada Italia. Yah, bola itu bundar saudara-saudara. Italia meski ditempa berbagai masalah dan prestise liga domestiknya (Serie A) yang kurang bersinar dibanding EPLnya Inggris membuktikan bahwa kolektivitas (kebersamaan/kekompakan) itu bisa berarti besar dibanding nama-nama besar di tim besar. Liga Inggris memang bersinar, tapi kalah kalau dalam jumlah pemain nativ (asli) Inggris yang bersaing di dalam klubnya masing-masing. Juga, hanya sedikit pemain Inggris yang bermain di luar liga Inggris, ini yang kurang dari Inggris menurut saya. Kurang variasi rasa dari luar Ingris. Kalaupun ada, mungkin itu sentuhan pelatihnya yang beberapa dari luar Inggris.

Sedangkan Italia, pemain dalam liga domestik banyak. Pemain yang bermain di luar liga juga banyak.  Orang Italia tak takut merantau. 

21.6.12

Fun Training at Toronipa Beach

Ahad kemarin (17th June), hampir seluruh isi kantor bersama keluarga mengadakan Fun Training di Pantai Toronipa, Kab. Konawe. Walaupun letaknya di kabupaten tetangga, namun letaknya tak jauh dari kantor (yang memang sudah ada di ujung kota).
Tugas saya adalah jadi juru kutip (aih, istilahnya jadul amat). Selain emang hobi, saya juga tak berminat buat mandi di pantai. Jadi, inilah hasil foto-fotonya yang diambil dengan kamera Fuji Finepix S3300. Enjoy it!!

Siap-siap

Mejeng di pete-pete

Main pasir

Akhirnya, "Pecah Bisul" di Indonesia Open 2012

Ahad kemarin gelaran Final Indonesia Open Super Series 2012 dilangsungkan. Lima partai, dengan dua finalis tuan rumah. Indonesia kebagian nomor Tunggal Putra dan Ganda Campuran. Sayang, hanya satu gelar yang bisa direbut, yakni Simon Santoso yang mengalahkan pemain Cina, Du Peng Yu.

Meski cuma satu gelar, namun ini sudah menandakan peristiwa "pecah bisul" di even bergengsi ini. Indonesia telah cukup lama puasa gelar semenjak 2008. Gelar Simon juga yang pertama buatnya setelah lama tak menggenggam medali atau piala.


Simon dengan medali juara (Sumber Solopos)

Turnamen ini menghasilkan banyak kejutan. Unggulan seperti Chen Long, Chen Jin, Wang Xing, Peter Gade tumbang di babak-babak awal. 

Indonesia Open tahun ini juga menuai pujian dari BWF, organisasinya bulutangkis dunia. Penyelenggaraannya dinilai yang terbaik, bahkan dibanding All England. Hanya saja kapasitas dan luas Istora yang dipandang kurang besar.  

Hasil pertandingan yang menyajikan berbagai kejutan rupanya memicu banyak negara yang akan ikut dalam Olimpiade Juli mendatang menjadi lebih mawas diri dan melakukan evaluasi lebih. Seperti Cina yang gagal dalam nomor tunggal putra dan putri, serta ganda campuran, dan hanya mampu membawa gelar ganda putri. Indonesia yang mengandalkan pasangan Butet-Owi juga mesti mempersiapkan pasangan ini lebih matang setelah kalah di Final dari pasangan Thailand, Sudket-Saralee. Malaysia yang tanpa gelar, serta Korea yang hanya meraih nomor ganda putra. Ini juga yang membuat turnamen setelahnya, Singapore Open (yang kini tengah berjalan) menjadi sepi pemain bintang.

Indonesia Open 2012 ini juga mulai membangkitkan gairah perbulutangkisan yang sudah lama lesu. Wajah-wajah muda dan baru mulai muncul, meski tak sampai ke partai puncak.  


SEMANGAT BUAT BULUTANGKIS TANAH AIR,
DI OLIMPIADE LONDON KITA BISA!!