26.11.09

Ujian Nasional, Dilarang!!

Bersamaan dengan Hari Guru kemarin, sejarah baru pendidikan ditorehkan di MA , Ujian Nasional dilarang!!
Permohonan kasasi dari Pemerintah atas putusan Pengadilan, ditolak oleh Mahkamah Agung. Dengan putusan ini, maka pelaksaanan Ujian Nasional dilarang untuk diselenggarakan.
Namun, sayangnya, pemerintah terlihat “enggan” untuk mematuhinya. Ujian Nasional 2010 tampaknya akan tetap dilakukan, bahkan dipercepat. Selain itu, pemerintah akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK), sebuah tindakan yang lazim setelah kasasi.
Yang menjadi masalah dengan Ujian Nasional, adalah dijadikannya nilai Ujian Nasional sebagai satu-satunya alat pengukur kelulusan, dengan mengabaikan hasil selama 3 tahun di belakang. Dengan mutu dan infrastruktur pendidikan yang tidak sama di seluruh Indonesia, ini sangat tidak adil.
Mahkamah Agung sendiri menganggap Ujan Nasional sudah melanggar HAM para siswa. Maka, yang harus dan sebaiknya dilakukan Pemerintah sekarang, adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki mutu dan sarana pendidikan, bukannya memaksakan sebuah sistem yang memang tidak baik bagi dunia pendidikan. Serta, jangan pura-pura tidak mendengar keluhan masyarakat..

17.11.09

Terus Terang Listrik Mati Terus

Soal pemadaman listrik, saya sudah kenyang dengan istilah tersebut.  Di Kendari, kota asal saya, pemadaman bergilir sudah menjadi kebiasaan, bukan lagi hal yang luar biasa.  Dalam seminggu, frekuensi listrik menyala lebih sedikit dari saat padamnya :(
Itu di kota kecil, bagaimana dengan Jakarta? Ternyata, pemadaman juga bisa menimpa kota metroplolitan ini.  Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat ibukota "diresahkan" dengan pemadaman bergilir akibat berkurangnya pasokan listrik dari pembangkit yang ada.  Soal ini, teman saya berpendapat " Itulah pi, PLN gak memperhitungkan kebutuhan masyarakat.  Seharusnya, dengan ilmu statitik probabiblitas, bisa dihitung kebutuhan listrik 5 tahun dari sekarang, sehingga bisa diantisipasi.  PLN gak mau rugi, selain itu, korupsinya banyak.."  Nah, kata-kata yang terakhir ini  membuat saya berpikir lagi, korupsi lagi, korupsi lagi...atau listrik mati gara-gara PLN minta TDL dinaikkan tapi belum dikabulkan ya?
hmmmmmm....

13.11.09

Mengenal Bungker Seismik (Seismic Vault)


Kalau selama ini, orang2 mengenal bungker buat perlindungan selama perang atau dalam masa kekacauan, maka lain halnya dengan bungker yang dimiliki oleh BMKG. Bungker yang dibangun oleh instansi ini bukan bertujuan untuk perlindungan orang, melainkan sebagai rumah perlindungan bagi alat yang bermanfaat untuk mencatat gempa.
Mengapa bungker ini dibuat? Menjawab pertanyaan ini, maka kita perlu berkenalan dengan alat-alat pencatat gempa yang ada dalam bungker....maka..perkenalkanlah.....

SEISMOGRAPH (SEISMOMETER)

Adalah alat yang sangat sensitif terhadap getaran, makanya alat yang satu ini perlu mendapat perlakuan khusus. Di dalam bungker, biasanya alat ini dilindungi dengan sterefoam atau benda lain yang bisa menghambat panas, karena seismometer (sensor) peka terhadap perubahan panas. Di beberapa tipe, sensor bahkan di”tanam” di dalam tanah(bedrock, batuan dasar) ntuk mendapatkan getaran tanah yang lebih “asli”. Karena berupa alat analog, dan masa sekarang yang dibutuhkan adalah data digital, yang lebih mudah pengolahannya, maka selain seismometer ada alat lain yang disebut digitizer atau ADC converter, yang berfungsi mengubah sinyal analog menjadi data digital.
Data dari seismograph digunakan untuk mengetahui lokasi pusat gempa serta magnitudonya.

ACCELEROGRAPH (ACCELEROMETER)

Merupakan alat yang mengukur percepatan getaran tanah. Berbeda dari seismometer yang berbasis kecepatan tanah (velocity), maka accelerometer mengukur percepatan (acceleration). Data percepatan ini berguna untuk mengetahui dampak gempa terhadap kondisi tanah lokal, yakni dampak goncangannya.
Dengan bungker yang dibangun dengan kedalaman sekitar 2 meter mampu menangkap dengan baik gelombang seismik gempa yang berasal dari dalam, berbeda jika alat hanya ditaruh di permukaan tanah.
Karena letaknya yang di dalam tanah, maka tidak mengherankan kalau bungker rentan terhadap kerusakan, selain juga karena iklim indonesia yang basah dan lembab.

Dengan bungker yang standar, maka alat-alat di dalamnya akan terlindung dengan baik, sehingga mampu bekerja dan mendeteksi gempa dengan baik pula.

13.10.09

How to make a simple Contour?

Yang satu ini pernah buat saya pusing setengah mati.  How to make a good contour, a proper one??  Ternyata, di ArcGis, hal itu bisa dilakukan dengan mudah (mudah, asal dipelajari dengan sepenuh hati!).
Langkah persiapan pertama, siapkan mental anda.  Kenapa? siap-siap saja, kalau nanti konturnya tidak jadi atau berwujud sebagaimana mestinya..(hehehe).  Kedua, siapkan data yang ingin dimasukkan, seperti peta dasar, tabel (data X-Y-Z) yang mau dijadikan data kontur( format Excel).
Dalam menampilkan peta kontur ada beberapa tahapan yang musti dilewati.  Yakni, tahap menampilkan semua data dasar, lalu tahap interpolasi, lalu tahapan kontur hingga tahapan kompilasi kontur dan peta dasar.  Ini kalau kontur yang mau ditampilkan hanya berupa kontur garis atau kontur sederhana, bukan berupa zonasi (yang ini lebih ribet lagi caranya).
Dalam tahap menampilkan data, dilakukan dengan memakai tools add data (untuk peta, baik format layer dan shapefile) dan add x-y data (data kontur).  Untuk tools add x-y data, perlu diperhatikan koordinat data tersebut, yang bisa diedit.
Untuk interpolasi data, gunakan tools interpolate to raster yang ada di toolbar spatial analyst.  Hasil interpolasi titik dari data kontur inilah yang akan diubah menjadi garis kontur dengan tools surface analysis-contour.  Kontur yang dihasilkan bisa disesuaikan intervalnya sesuai  dengan peruntukkannya.
Tahap terakhir, kompilasi atau menggabungkan  peta dasar dengan kontur, melalui tools clip yang ada dalam Analysis Tools ArcToolbox-Extract.  




Tips untuk merapikan peta tersebut, adalah jangan menyerah..coba dan coba terus, pasti bisa!

2.9.09

Mengapa aku jarang posting?

Akhir-akhir ini, kayaknya isi blog ini jarang bertambah, begitu pula dengan teman-teman lain. Soal ini, memang telah banyak orang yang membahasnya. Telah bosankah, atau punya mainan baru (hehe) ??
Memang, tahun ini adalah tahun terkering saya, inspirasi serta ilham seakan "ogah" menghampiri. Selain karena, jarang kemana-mana, rupanya saya amat jarang membaca, yang ada lebih banyak menonton.
Dengan membaca, maka daya imajinasi kita akan lebih berkembang. Cerita di buku akan kita bangun semdiri, sesuai dengan interpretasi kita masing-masing. Dengan banyak berpergian, kita akan menambah wawasan tentang daerah-daerah baru, hal-hal baru, bukannya terkungkung di tempat yang itu-itu saja. Ya, tahun ini saya tidak kemana-mana :(...
Hobi dan mainan baru (chatting dan FB serta ngempi), juga turut memiskinkan daya kreasi. Menulis terasa sulit (agggghhh..)!

21.8.09

Marhaba ya Ramadhan.


Akhirnya, setahun sudah berlalu. Bulan yang dinanti kini sudah di depan mata..
Bagi semuanya, maafkan ya, segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.
Moga shaum tahun ini lebih bermakna, amin..

23.7.09

My Memory

Saya termasuk orang yang mudah lupa, bahasa singkatnya pelupa. Banyak memori-memori lama yang tidak bisa saya ingat lagi, kalaupun ingat hanya samar-samar saja. Untuk membangun banyak kenangan lama, saya menggantungkan pada orang-orang disekitar saya, terutama adik saya yang rupanya memiliki ingatan lebih baik dari saya..).
Otak manusia adalah tanda bukti kekuasaan Allah, diciptakan dengan kerumitan yang sulit dibayangkan, melebihi komputer tercanggih sekalipun.
Kemampuan menyimpan informasi akan berkurang seiring bertambahnya usia. Hal ini terjadi (menurut saya) karena semakin banyak hal yang dipelajari manusia namun volume penyimpanan di otak tetap, tidak bertambah.
Berbicara tentang memori, maka tidak "afdhol" kalau tidak membahas amnesia. Fenomena yang akrab di masyarakat karena kerap kali muncul di film dan sinetron. Tiga drama dan film Korea berikut adalah contohnya.

Winter Sonata, drama romantis yang penuh airmata. Kang jun sang (Bae yong jun) mengalami amnesia total (global amnesia) setelah kecelakan. Ibunya, Kang Mi Hee, mengubah identitas joon sang menjadi Lee min hyung yang hidup dan besar di Amerika, untuk menghapus semua jejaknya selama di Korea . Takdir mengantarkan dia kembali kepada teman-temann lamanya, dan juga kekasih SMAnya.
Drama kedua, 18 vs 29, Yoo hye chan (Park sun young), 29 tahun, kehilangan sebagian ingatannya setelah mengalami kecelakaan mobil. Yang dia tahu, saat itu dia masih SMA atau berusia 18 tahun, bukannya 29 tahun.
Film ketiga, Sweet Lies, jee hoo (Park jin hee) berpura-pura amnesia setelah ditabrak mobil teman SMAnya. Komedi romantis yang membuat kita menertawakan amnesia itu sendiri (akting amnesianya dimulai dengan kata yang sering diucapkan para pengidap amnesia di film "siapa aku?? :D)
Untuk kasus yang pertama, secara medis sangat jarang terjadi. Wikipedia says "it's extremelly rare..", namun entah mengapa, it's very popular in film.
Sedangkan, drama kedua, tentang orang yang hanya mengingat masa kecil dan remajanya. Mulanya saya tidak percaya, hingga saya mendengar sendiri dari teman yang salah seorang keluarganya menderita penyakit tersebut.
Untuk film ketiga, hanya bisa tertawa. yah, begitulah amnesia, kasus yang amat sangat jarang terjadi, tetapi sangat sering diangkat ke dalam film, membuat kita bisa "meniru" dengan mudah akting seorang penderita amnesia..

9.7.09

Saya Pilih Putih

Di Dunia ini
Ada tiga warna yang saya kenal
Hitam, putih dan kelabu
dan kali ini
saya pilih putih

18.6.09

UN.

Seorang teman memberi berita dari kampung, tentang kelulusan siswa-siswa dari SMA kami yang dulu. Kabar baik, hanya dua orang yang tidak lulus. SMA itu memang sekolah yang cukup terkenal di kota asal saya. Dengan fasilitas yang cukup lengkap dan guru-guru berkualitas, lumayanlah kalau dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di Indonesia ini, yang sebagian besar masih memprihatinkan.
Ujian Nasional, bagi saya itu adalah "kekerasan". Kekerasan yang dilakukan negara terhadap warga negaranya, bentuk lain dari anarki yang sering menghiasi wajah pendidikan kita, :(
Untuk menilai lulus atau tidaknya seorang siswa, sangat tidak adil kalau hanya didasarkan pada ujian yang cuma sebentar itu..!!
Selain faktor kelulusan, juga dampak psikologis pada siswa. Banyak siswa yang stres atau depresi akibat tak lulus UN, bahkan trauma mendengar kata UN. "Harga" mahal yang harus dibayar anak bangsa demi sebuah kebijakan.
Satu hal lagi, yang untuk saya ini adalah kemunduran. Kini, mencontek bukanlah hal yang tabu, bahkan sudah "dihalalkan". Demi banyaknya angka kelulusan, para guru "dipaksa" untuk melakukan segala cara, termasuk membocorkan dan memberi contekan,:(

Kalau dunia pendidikan kita terus begini, bagaimana nasib bangsa ini ke depan?


ps: satu sekolah di Kendari harus mengulang Ujian Nasional, hanya karena kesalahan sistem, 32 lainnya di seluruh Indonesia. Kenapa siswa yang menanggung kesalahan itu?

3.6.09

General Hospital Season 2. (K-drama, 2008)


Drama ini adalah remake dari drama berjudul sama produksi tahun 1994, dengan bintang Lee Jae Ryong yang juga membintangi season duanya. Bercerita tentang kehidupan di rumah sakit universitas terkemuka di kota Seoul, dan dibintangi pemain terkenal Korea, seperti Cha Tae-Hyeon dan Kim Jeung-Eun.
Kim Jeung Eun berperan sebagai Jung Ha Yoon, seorang dokter yang juga lulusan fakultas Hukum. Tujuan nya menjadi dokter, sebenarnya hanya untuk menjadi pengacara kedokteran,yakni pengacara yang menspesialisasikan diri dalam kasus-kasus medis. Sebuah profesi yang amat ditakuti para dokter.
Choi Jin sang yang diperankan oleh Cha Tae-Hyeon, dokter residen tipikal mahasiswa biasa yang tidak pintar-pintar amat plus ceroboh, namun sangat dekat dengan pasien. Kelebihannya yang satu ini terkadang membuat Ha Yoon dan Hyun Woo cemburu.
Dokter residen ketiga, Baek Hyun Woo (Ryu Jin) teman seangkatan Jin Shang yang tergolong pintar. Hubungan keduanya sangat unik, “bermusuhan” di kampus , namun kemudian berteman bahkan bersahabat di rumah sakit.
Ketiganya masuk bagian bedah (surgery department) di rumah sakit tersebut, dan dilatih sebagi dokter bedah.
Tiap episodenya menyajikan cerita-cerita unik, menyentuh, lucu, sedih dan juga membuat kita tertegun. Tentang orang-orang yang berjuang untuk sembuh, yang putus asa, dan yang belajar dari tiap hal yang mereka temui di rumah sakit. Tentang persahabatan, cinta, dan keluarga, senioritas, konflik antar rekan kerja, persaingan dan kerjasama.
Operasi terkadang menjadi jalan keluar bagi sementara orang untuk penyakit yang mereka derita. Mereka percaya, bahwa setelah operasi mereka pasti sembuh. Sebuah stigma yang sulit ditepis oleh dokter bedah, bahkan yang paling ahli sekalipun. Tidak ada yang bisa menjamin, bahwa sebuah operasi pasti membawa kesembuhan. GH juga bercerita tentang ini.
Alur cerita yang menarik, akting yang apik, serta konflik yang seru membuat drama ini layak ditonton. Bagi para peminat drama medis, drama ini recommendable.

ps: banyak istilah medis yang sulit untuk dicerna, namun tidak terlalu mengganggu alur cerita,
alangkah bagusnya kalau sambil nonton, sambil memegang kamus kedokteran, :D


18.5.09

Piala Sudirman, Mimpi bagi Indonesia


Nonton siaran badminton lagi, setelah ajang Olimpiada tahun lalu. Kali ini, Indonesia berhasil masuk ke babak Semifinal Piala Sudirman sebagai Runner Up Grup A.
Piala Sudirman adalah perlombaan bulutangkis beregu campuran, yang diselenggarakan dua tahun sekali. Dimulai di tahun 1989 di Jakarta. Indonesia menjadi juara kali itu, namun sayangnya di tahun-tahun berikutnya, piala tersebut berpindah-pindah tangan antara Cina (6 kali) dan Korea Selatan (3 kali). Kalau sebelum adanya piala ini, antar negara hanya berlomba dalam piala Thomas (untuk beregu putra) dan Uber (beregu putri), maka dengan piala Sudirman, semua nomor dipertandingkan, tunggal putra/putri, ganda putra/putri dan ganda campuran.
Kekuatan Indonesia tahun ini sebenarnya tidak kalah dari negara-negara lain. Buktinya, kita maju ke semifinal dan di babak ini, kita menghadapi Korea Selatan.
Di partai pertama, ganda campuran peringkat 1 IBF, Nova Widianto/Lilyana Natsir dari Indonesia menghadapi ganda terkuat Korea, Lee Young Dae/ Lee Hyo Jung. Kekuatan kedua pasangan ini berimbang cukup berimbang di awal-awal set pertama, namun ganda Korea mampu menang dengan dua set langsung, 18-21, 15-21.
Di partai selanjutnya, Sonny Dwi Kuncoro vs Park Sung Hwan. Sonny, tipikal pemain yang lambat panas kalah di set pertama. Namun, akhirnya Sonny berhasil menang di dua set sisa. Skor 1 - 1 , imbang antara Korea dan Indonesia.
Partai ketiga menghadirkan pertarungan tunggal putri, Maria Kristin vs Hwang Hye Youn. Maria yang berbeda dua peringkat dengan lawannya, gagal memenangkan pertandingan. Tunggal paling diandalkan di sektor putri ini masih dibekap cidera yang parah.
Setelah unggul 2 - 1, Korea berada di atas angin, dan membuat Indonesia tertekan. Harapan selanjutnya, ganda putra dadakan Indonesia, M. Ahsan/ Hendra Setiawan melawan Ganda Putra Korea, Lee Young Dae/ Jung Jae Sung. Namun, keduanya tidak berdaya menghadapi pasangan Korea tersebut dan menyerah straight set, 9-21, 19-21. Korea pun melaju ke Final, sedangkan kita hanya memperoleh juara ketiga, medali Perunggu bersama-sama Malaysia.
Mengapa kita bisa kalah? Pertanyaann ini mungkin bisa dijawab oleh salah seorang komentator, "Korea lebih siap dari kita!". Ya, Indonesia memang minim persiapan kali ini.
Bagaimana dengan Sudirman Cup dua tahun ke depan, apakah masih jadi mimpi untuk Indonesia?? Semoga tidak...v_v !
Semangat..Fighting!!!!!!!

ps: Cina juara, sukses taklukkan Korea 3 - 0 tanpa balas.

6.5.09

Journey to The East

Akhirnya dapat kesempatan jalan-jalan lagi, dan kali ini ke timur, ke pulau yang selalu saya rindukan, Sulawesi.
Bukan ke kota asal saya, tapi jauh ke utaranya, Sulawesi Tengah, tepatnya kota Luwuk.
Untuk mencapai kota kecil itu, dari Jakarta ada dua maskapai penerbangan yang menyediakan layanannya, dan membutuhkan waktu 4-5 jam. Namun, karena jadwal penerbangan keduanya yang tidak cocok dengan jadwal kami, diputuskan untuk mengambil dua kali penerbangan dengan maskapai yang berbeda, dengan sekali transit di Makassar.
Tiba di Luwuk sore, sekitar jam 4.30, lewat sejam dari jadwal semula. Kami akan berada disana selama 3 hari untuk keperluan dinas.

Hari kedua, dilewati dengan bekerja, sesuai dengan tujuan kami ke sana. Tidak terlalu berat, cuman mengamati dan mendokumentasikan peralatan yang dipasang di sana.
Luwuk, kota yang cukup kecil, lebih kecil dari Kendari. Suasana dan orang-orangnya mengingatkan saya pada kota itu lagi. Letaknya yang memanjang mengikuti struktur pantai, cuacanya yang panas seperti daerah pantai umumnya serta penduduknya yang sebagian besar adalah pendatang, terutama dari selatan, dan utara. Saking kecilnya, sampai ada ungkapan "kamu tak akan tersesat/hilang kalau datang ke kota Luwuk".
Setelah tiga hari di sana, kami pun bersiap-siap untuk pulang. Namun kali ini, saya tidak langsung kembali ke Jakarta, tapi akan singgah selama tiga hari di Makassar (yessss!!!!! liburrrrrrrr..)

21.4.09

Generasi Kunci Jawaban


Saat SD dulu, saya pernah merengek pada Bapak agar dibelikan Buku Latihan yang persis sama dengan yang dimiliki guru saya. Bukan apa-apa, saya mengincar kunci jawaban buku tersebut. Latihan dan PR yang diberikan Bu Guru selalu berasal dari buku itu..:)
Pengalaman lain dengan kunci jawaban adalah saat minggu lalu di rumah Paman saya. Anaknya (atau sepupu saya), yang duduk di kelas III SD, meminta bantuan dalam pelajaran PKn. Dia kebingungan dengan Gurunya yang menyalahkan jawaban-jawabannya. Ibunya (yang kebetulan seorang Guru juga) kemudian menyela (dalam dialek daerah):" Memang begitu Ibu Gurunya, pia, kalo lain dari Kunci Jawaban, pasti disalahkan..Padahal, itu kan pertanyaan terbuka!".

Tanpa disadari, kita tumbuh menjadi generasi Kunci Jawaban. Sejak kecil, sedikit peluang untuk berpikir berbeda. Kebebasan berekspresi terbelenggu oleh selembar Kunci Jawaban..:(

30.3.09

Tentang A dan O

Golongan darahnya A atau O?
Tak terasa pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan favorit saya.
Tertarik dengan masalah golongan darah ini sejak beberapa tahun lalu, ketika saya menyadari ada pola unik di dalamnya, antara A da O. Sehingga mulailah survei kecil-kecilan saya.
Orang dengan tipe O, memiliki sifat tidak gampang sakit. Tapi, sekali kena penyakit, biasanya akan sangat parah, bahkan sampai terkapar di tempat tidur. Kebalikan dengan tipe A, yang mudah terserang penyakit, atau kasarnya sakit-sakitan.
Sifat kontras keduanya sangat menarik, karena dua tipe ini adalah yang terdekat dalam kehidupan saya, banyak yang bergolongan A dan O, termasuk saya sendiri.
Untuk tipe yang lain, B dan AB, saya serahkan kepada yang lain saja, saya masih ingin meneruskan penelitian ini, lebih dalam!

23.3.09

Rebutan Kursi, di Maret ini..

Siswa-siswa SD, orangtua serta guru-gurunya menangis sambil rebutan kursi dan meja dengan para pengrajin yang menarik kembali barang-barang tersebut dari sekolah-sekolah dasar di Malang. Peristiwa ini terjadi akaibat belum dibayarnya meja dan kursi tersebut oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Sementara itu, para Caleg (Calon Legislatif) dari puluhan Parpol dan perseorangan sedang gencar-gencarnya berkampanye untuk rebutan kursi parlemen. Berbagai cara, upaya serta janji ditebar demi kursi-kursi tersebut.

Dua jenis "perebutan kursi" terjadi Maret ini di negara kita, Indonesia, negara yang telah merdeka dan berdaulat selama 64 tahun. Jika ditilik lebih jelas lagi, kejadian pertama menandakan adanya masalah dalam sistem di negara kita. Pendanaan pemerintahan yang kini lebih banyak diatur oleh daerah memberikan kesempatan yang lebih besar terjadinya penyimpangan. Kekuasaan yang kebih besar, namun tidak diiringi oleh kemampuan yang lebih besar pula, tanggung jawab serta pengawasan malah menimbulkan masalah-masalah baru, dan bukannya solusi.
Untuk kejadian kedua, bulan ini menjadi saat kampanye terbuka bagi para caleg dan parpol dalam pertarungan di Pemilu, 9 April nanti. Mereka rela mengorbankan banyak hal demi terpilih jadi wakil rakyat. Menjadi anggota dewan rupanya terlihat 'indah' di mata mereka. Berbagai kalangan kini mengejar posisi ini, mulai dari artis, aktivis, ulama, politisi asli bahkan pengamen pun mau. Sistem suara terbanyak akan membuat persaingan bertambah ketat. Siapa-siapa yang bakal memperoleh kursi-kursi itu, semoga amanah!

5.3.09

Air Ajaib

"Air dari Ponari, yang dicelupin sama die, setelah diteliti katanya mengandung kristal, nah kristal itu sebenernya yang nyembuhin.." ujar seorang bapak kepada bapak lain di sebelahnya, di sebuah ruang tunggu. Karena tertarik, sayapun langsung mencari asal berita ini, dan benar ternyata.
Dari okezone.com, hasil ujicoba air celupan Ponari mengandung kristal Hidrogen berukuran 1.7 - 1.8 mikron dibandingkan dengan air biasa. Apakah kristal-kristal tersebut yang menjadi faktor penyembuh, masih perlu penelitian lanjutan.
Air dan kristal serta terapi penyembuhan sendiri bukanlah hal yang baru. Air yang dicelupkan kristal dipercaya bisa membantu penyembuhan seseorang. Batu kristal yang digunakan merupakam batuan yang berasal dari unsur-unsur (kimia) yang terbentuk ribuan tahun lalu. Berbeda dengan batu Ponari yang bukan berupa kristal, asal kristal dalam air celupan tersebut masih dipertanyakan. Pihak-pihak yang skeptis dengan pengobatan ala Ponari menyebut bahwa penemuan kristal dalam air celupan tersebut adalah hal yang lumrah, setelah melalui observasi terhadap pasien-pasien yang mengklaim mendapatkan penyembuhan dari Ponari , "Ya jelaslah. Wong airnya sudah tidak steril. Ini sama saja dengan membandingkan air kobokan antara sebelum dan sesudah dipakai" ungkap Kabid Yankes Dinkes Jatim, dr. Herlin Ferliana (Jawa Pos, 5 Maret 2009).

2.2.09

Maryamah KarpoV, Review

" ...kemana pun kita berkelana di atas muka bumi ini, kita tak akan pernah menemui profesi dengan tiga kombinasi kualifikasi sekaligus seperti yang dimiliki oleh seorang dokter gigi, yaitu kecerdassan otak, kecantikan wajah dan tenaga kuli."
Jam 1 dinihari, saat membaca bagian ini, aku tertawa terbahak-bahak. Oh adikku, semuanya benar, quote yang satu ini memang benar, hehehe.
Ruang Pucat jilid 2, dengan adegan odontektomi di klinik drg. Diaz, menghadirkan gambaran-gambaran lucu di otakku, tak dapat kutahan,tertawaku sebisanya.

Maryamah Karpov, buku terakhir tetralogi Laskar Pelangi, pada awalnya kuanggap overexpected, terlalu dilebih-lebihkan.
Isinya memang tak seindah 3 buku prekursornya. Bahkan saat pertama buku ini ada ditanganku, aku berhenti membacanya di beberapa bab awal. Setelah itu, dia pun berpindah tangan ke empunya-temanku di kampung.
Namun, seperti kebiasaanku yang lalu-lalu, first impression always wrong, ku mencoba untuk membacanya kembali. Hasilnya, lumayanlah. Masih banyak sisi indah di dalamnya, selera humor Andrea juga masih sama. Orang Melayu, seperti pengakuan Andrea, memang tukang bual, lebay!
Selain mozaik 70, bagian lain yang kusuka adalah di hal.408, saat perang benda-benda keramat Mahar vs Tuk Bayan Bula yang berakhir dengan sebuah tv portabel, jenius, tidak sangka!
Tentang akhir kisah cinta Ikal dan A Ling, ahhh, sebaiknya kalian baca sendiri. But, for the tips, baca hal.504, ^_^..

23.1.09

New Year's Guests

Awal tahun Januari 2009, subid kami kedatangan tamu "istimewa", gempa besar melanda Manokwari, Papua Barat, 4 Januari 2009 (WIB). Karena minggu sebelumnya ada cuti bersama, maka data-data gempa 3 Januari tersebut menumpuk. Gempa yang begitu besar menghasilkan data yang amat sangat banyak, tak seperti yang ada biasa kami hadapi.
3 Januari malam, tepatnya jam 02.43 dinihari, gempa 7.9 SR mengguncang Manokwari. Dua jam kemudian, atau jam 05.33, sebuah gempa terjadi lagi, kali ini dengan kekuatan 7.6 SR. Gempa yang terjadi belakangan, belum bisa dipastikan sebagai susulan (aftershock). Beberapa ahli menyatakan gempa ini adalah gempa duplet.
Gempa duplet atau gempa kembar pernah terjadi pada tahun 2007, di Sumatera Barat, Maret dan September di Bengkulu. Serta tahun 2004 di Papua, dekat dengan lokasi gempa ini. Gempa duplet terjadi jika dua gempa (besar) terjadi di tempat dan dalam waktu yang berdekatan.
BMKG mencatat gempa pertama terjadi pada 138 Km Barat Laut Manokwari, dan gempa kedua pada 76 Km Barat Daya kota yang sama. Dari dugaan sementara, gempa dipicu aktivitas sesar geser Sorong (sorong strike-slip fault). Sesar ini adalah produk pertemuan dua lempeng besar, Lempeng Benua Australia yang bergerak ke utara dan Lempeng Samudera Pasifik ke arah barat.
Dua gempa besar ini ternyata memicu tsunami, walaupun dengan tinggi gelombang yang kecil, yakni 0.8 m di Manokwari, 0.35 m di Biak dan 0.2 m di Jayapura. Sedangkan di selatan Jepang tercatat 0.15 m. Sampai sekarang masih diselidiki apa yang menyebabkan tsunami tersebut, apakah karena dislokasi patahan atau terjadi longsoran bawah laut akibat gempa.
Selain ada sesar sorong, terdapat juga jalur subduksi di sebelah utara. Zona inilah yang juga menjadi pertimbangan para ahli mengenai "misteri" tsunami tersebut.
Sampai postingan ini terbit, masih tercatat dan dirasakan gempa-gempa susulan, diantaranya ada yang mencapai di atas 5 SR. Kerusakan yang terjadi juga parah, ribuan bangunan rusak, baik di Sorong maupun Manokwari, dua kota yang dekat dengan sumber gempa.

7.1.09

Duku apa Langsat??

"Ini duku, pia, kalo yang asam itu langsat!" tegas temanku. "Tapi, kalau di kampung itu namanya langsat. Buah yang lazim di sana." aku bersikeras. Yah, kalau di kampungku buah coklat kecil yang rasanya manis dan asam itu disebut langsat, kalau duku saya tak tahu, tak pernah makan satu sebutirpun.
Tapi, setelah "mengobrak-abrik" mbah google dan wikipedia, kini saya tahu kalau duku dan langsat itu adalah buah yang sama, hehe, :)
Umumnya buah ini terbagi atas 2 varietas, berdasarkan pembagian para ahli, duku dan langsat. Perbedaannya terlihat dari pohon, kalau pohon duku bertajuk besar dan berdaun hijau cerah, sedangkan langsat lebih kurus dan berdaun hijau tua. Sedang dari segi buah, duku berkulit tebal dan tidak bergetah, dan langsat berkulit tipis dan bergetah. Namun, keduanya tetaplah duku aka Lansium domesticum.
Dari berbagai daerah di Indonesia, penyebutan buah ini sebagian besar adalah langsat. Hanya di daerah Jawa dan sebagian Sumatera saja yang mengenalnya sebagai duku. Baik untuk varietas yang duku maupun langsat, karena memang sepintas tak ada bedanya. Sedangkan di luar negeri, buah ini dikenal sebagai langseh (Malaysia), lanzones (Filipina), lansad (Thailand).
Jadi, duku apa langsat? sama aja, :)


5.1.09

Apalah arti sebuah Nama

"Pia!", saya menoleh. Ternyata, bukan saya yang dipanggil. Tengsin, ya sedikit. Ternyata nama Pia pasaran juga, ^_^.
Apalah arti sebuah nama? Artinya, sangat penting.
Nama adalah identitas kita, pembeda dari manusia lain. Seperti kode yang hanya diciptakan untuk tiap individu. Dari diskusi buku yang saya ikuti kemarin, Prof. Komaruddin menyatakan bahwa roh orang yang tengah mati suri atau koma bisa dipanggil dengan menyebutkan nama lengkapnya, misalnya Fulanah binti Fulan. Sehingga disarankan jika ingin mendoakan seseorang, sebaiknya menyebutkan nama lengkap orang tersebut.

Orangtua kita memberikan nama yang dianggapnya terbaik. Dan terkadang nama bisa mencerminkan kepribadian seseorang, meski tak selalu menjamin. Jika Shakespeare beranggapan bahwa nama itu tidaklah penting, mungkin karena dia tidak hidup di zaman modern seperti sekarang ini, di mana identitas berupa nama berarti banyak dan penting. Penggunaan berbagai fasilitas dan kemudahan hidup seringkali membutuhkan nama pengguna.

Senin siang, saat tugas analisis numpuk banget, pusing jadinya!