19.12.12

250 Juta Tahun Kemudian.

Kalian mungkin sudah sering mendengar lempeng-lempeng bumi yang bergerak. Lempeng (tektonik) yang menyusun kulit bumi itu bergerak tak henti-henti. Dari penelitian para ilmuwan dari data pergerakan lempeng tersebut (data GPS), mereka membuat model-model bumi dari beberapa periode. Berikut adalah gambar-gambar model tersebut.

Bumi sekarang,

50 juta tahun lagi,

Yang ini 150 juta tahun lagi,

Nah, ini kalau sampai 250 juta tahun kemudian,

Model terakhir disebut "Pangea Ultima". Bagi yang pernah membaca sejarah bumi, mungkin pernah mendengar kata "Pangea". Yap, dulu bumi kita juga pernah bersatu dalam satu benua yang disebut "Pangea". Namun, semua model ini masih teori, ya. Mungkin bisa terbantahkan jika nanti terjadi kiamat, dimana bumi dan seisinya akan hancur. Wallahu a'lam.

Sumber:

11.11.12

Antara Kunci Jawaban dan Belajar Keras

Mau tahu buku favorit saya waktu sekolah dasar? Buku kesukaan saya itu adalah buku "Kunci Jawaban".  Kenapa? Karena semua jawaban dari Ibu Guru ada di sana. Baik ulangan, maupun soal harian. Guru wali kelas saya nampaknya malas membuat soal, dan selalu mengandalkan buku tertentu yang jawabannya ada di buku "Kunci Jawaban". Yang punya buku itu di kelas, hanya saya dan ibu guru.

Dengan bekal buku "Kunci Jawaban" itu, saya melalui masa SD dengan ceria. Beberapa kali juara kelas, dan selalu lancar menjawab pertanyaan di kelas.

Entah kenapa hanya saya yang punya buku tersebut. Yang jelas, Bapak berhasil menemukannya di salah satu toko buku di kota saya (dan mungkin toko favorit), dan ternyata sama dengan yang dipakai oleh ibu guru saya. 

Akan tetapi, ketenangan saya tersebut terusik saat akan naik ke kelas 6. Keluarga saya pindah ke kampung. Saya mau tak mau harus ikut juga.

5.10.12

Untuk PLN yang Lebih Baik

Sekitar sebulan lalu, listrik di rumah bermasalah. Tegangannya tidak stabil. Kejadiannya sebenarnya telah berlangsung beberapa lama, dan mencapai puncaknya pada malam hari itu. Lampu kedap-kedap lalu mati total. Setelah mengecek meteran, tak ada satupun yang salah. Lampu tetangga juga baik-baik saja. Karena tak punya nomor telepon lokal pengaduan PLN (dalam keadaan gelap, otak menjadi tambah malas untuk mencari tahu), saya membiarkan saja keadaan tersebut. Terpaksa melalui malam itu dengan lilin dan lampu dari telepon genggam.

       Keesokan paginya, lampu belum menyala juga. Kembali mengecek ke rumah tetangga, namun saja saja dengan semalam. Hanya rumah kami saja yang bermasalah. Akhirnya rutinitas pagi dilalui tanpa listrik sama sekali. Nasi kembali dihangatkan dengan dandang, dan telepon genggam tak sempat di-charge. Menunggu mengisi baterainya di kantor saja.

       Kembali ke pengaduan, setelah bertanya ke beberapa teman, saya pun memperoleh satu nomor, 0401-3194998-nomor pengaduan PLN lokal kendari. Nomor yang sebenarnya bisa saya peroleh dari info 108, namun karena rada malas dan pesimis mendapatkan dari 108 seperti yang pernah saya alami di beberapa tahun lalu (saat listrik rumah juga padam tiba-tiba). Alhamdulillah, nomor tersebut bisa dihubungi dan operator yang menerimanya merespon dengan baik. setelah memberikan nama, alamat, dan nomor HP yang bisa dihubungi, mereka berjanji akan datang untuk memeriksa kerusakan.

23.9.12

Pandai Berbagai Bahasa, Pandai Bahasa Indonesia

Berapa bahasa yang anda kuasai? Dua, tiga, atau hanya satu?
Saya sendiri hanya tahu bahasa Indonesia dan sedikit bahasa Inggris walau hanya sebagai pengguna pasif.
Berbeda dengan saya, ibu saya adalah seorang multilingual. Ia secara aktif mampu berbahasa indonesia, Bajo dan Muna. Bahasa Bajo adalah bahasa ibu-nya, sedangkan bahasa Muna adalah bahasa yang dipakai di kota tempat besarnya dulu. Bahasa lain yang juga mampu dipakainya adalah bahasa Makassar, Bugis dan sedikit Jawa. Bahasa Jawa, karena beliau pernah beberapa tahun tinggal di Jogja mengikuti Bapak saya yang sekolah di sana.
Sedangkan ayah saya hanya menguasai bahasa Muna dan Indonesia. Bahasa Muna adalah bahasa ibu bagi Ayah.
Ibu dan ayah saya memang berasal dari Muna, sebuah pulau yang mayoritas penduduknya adalah suku Muna dan berbahasa Muna. Meski ada juga yang tidak, seperti keluarga ibu saya yang berbahasa Bajo.
Punya orangtua yang multilingual seharusnya menjadi keuntungan besar bagi kami, anak-anaknya. Namun sayang, di rumah kami tak dibiasakan berbahasa daerah. Ayah dan ibu selalu berbahasa Indonesia kepada kami. Bahasa daerah, yakni Muna dan Bajo, hanya sesekali terdengar saat mereka ingin membincangkan hal rahasia. Atau, saat ada kerabat yang datang.
Memiliki kemampuan banyak bahasa (meski itu bahasa daerah) adalah kemampuan yang mengagumkan bagi saya. Tak terbayang kecerdasan di otak mereka yang mampu mengganti “setingan” bahasa untuk berbagai tujuan dan peruntukan. Ibu dan ayah juga membuktikan betapa cerdasnya orang yang mampu berbicara beberapa bahasa, mereka punya daya ingat dan daya tangkap yang bagus.

2.9.12

Saya Pilih Ubuntu!

Sekitar awal tahun lalu, saya sudah punya niat untuk membeli laptop sendiri. Setelah bertahun kerja dan selalu mengandalkan komputer kantor buat mengerjakan semua kepentingan dengannya, saya ingin mengubah keadaan ini. Saya lalu mengumpulkan sedikit demi sedikit uang honor demi sebuah laptop. 

Setelah beberapa saat, uang akhirnya terkumpul.  Setelah bertanya kesana kemari merek laptop yang kira-kira murah tapi bagus, dan juga bantuan sahabat baik saya, Ami, yang kebetulan cerewet sekali kalau membahas hal-hal berhubungan dengan gadget. Kami pun lalu menunjuk sebuah merek.

Pertama kali memilih laptop tersebut, abang penjualnya menawarkan memakai sistem operasi sejuta umat, sang Jendela.
"Mau pake Win***s? Kalau mau, drivernya udah ada. Tinggal nambah aja sejuta.", kata si penjual tersebut.
"Oh, tidak. Mau pakai linux saja. Ada gak?"
"Waduh, ga ada linux di sini. Susah itu."
Saya menolak, mau memakai linux saja.

Mereka dan Buku "Sedikit Tentangku dan Kendari"





Judul: Sedikit Tentangku dan Kendari
Penyusun: Mudhalifana Haruddin & Ayu Aga
Desain Cover: Ferdhy Muhammad
Harga: 45.000 (diluar ongkir)
Tebal: x + 166 halaman diterbitkan melalui nulisbuku

Kontributor:
Mudhalifana Haruddin, Chaerul Sabara, Atyra Sansa, Ely Widyawati, Desi Dian Yustisia, Hana Yusida Syarif, Tatik Bahar, Bramastyo Dhieka, Itsuki Nurmani, Raya Adawiyah, Ummu Shavana, Ephy Aslinda, Andie Dodiet Fauzzie, Januar Lestari, Ramadhan Tosepu, Syabriyah Akib, Nurusyainie, Ayu Aga

Penulis Tamu:
Arham Kendari

Sinopsis

Buku tentang Kendari? Jarang ada, apalagi yang genrenya pop. Buku ini menjawab kebutuhan ini. Berisi 26 cerita yang semuanya adalah kisan nyata tentang Kendari. Mulai dari kuliner, pasar tradisional, pete-pete, hingga kisah dunia lain.  Kedekatan emosi pribadi dari tiap orang yang menceritakan pengalaman nyatanya di buku ini membuat pembaca akan bisa melihat, merasakan, membayangkan dan bahkan ingin datang ke kota kecil ini, Kendari.


22.8.12

Nambo Beach, 22 Agustus 2012

Silaturahmi paska lebaran belum berakhir, hari ini kami sekeluarga pergi ke pinggiran kota. Berkunjung ke rumah salah seorang tante, sekalian tamasya ke pantai Nambo yang tak jauh dari rumahnya.  Mumpung masih holiday, sebelum besok masuk kantor kembali, hihi. Enjoy the pictures!!


Main Pasir 

21.8.12

Bulutangkis di Olimpiade London 2012

Olimpiade London sudah berakhir, dan atlit Indonesia tak terlihat saat upacara penutupan. Mereka sudah pulang beberapa hari sebelumnya. Prestasi mereka adalah yang terburuk semenjak tahun 1992, tak ada medali emas yang di tangan.

Mengapa bisa gagal?

Cabang bulutangkis yang selama ini menjadi andalan penyumbang medali memang sudah memperlihatkan tanda-tanda keredupannya sejak lama. Bahkan sejak olimpiade Beijing 2008 lalu. Di piala beregu seperti Thomas dan Uber saja tak lagi berjaya, para pebulutangkis kita juga jarang memperoleh gelar di berbagai kejuaraan bahkan yang levelnya rendah. 

Regenerasi dituding tak berjalan mulus. Berbagai atlit yang dikirim hanya itu-itu saja, tak ada perubahan.  Sebut saja Taufik Hidayat yang selalu menjadi andalan di sektor tunggal putra, yang semakin tak berdaya melawan berbagai pendatang baru sementara junior di belakangnya tak kunjung memperlihatkan prestasi berarti.

26.7.12

Demi Selembar Foto

Masa SMA adalah masa yang indah dan paling banyak dikenang. Mungkin karena di masa inilah kita secara perlahan beralih menjadi manusia dewasa. Begitu juga dengan saya. Pengalaman yang tak terlupakan adalah di penghujung kelulusan.

Setelah Ujian Akhir selesai, kami semua mulai sibuk dengan persiapan kelulusan. salah satunya foto yang akan dipasang di ijazah. Namun tak semudah itu mengurus selembar foto. Saya dan beberapa teman-teman baru beberapa lama mengenakan jilbab. Kami semua ingin menyerahkan foto berjilbab, namun terhalang oleh peraturan. Masa itu jilbab memang masih banyak dipersoalkan, apalagi dalam urusan administrasi.  Kalaupun ingin foto berjilbab, kami diharuskan meneken sebuah "surat pernyataan". Mendengar kata "surat" itu membuat banyak yang mundur dan menyerah, termasuk saya.

Perjuangan tidak sampai di situ. Walaupun tidak diijinkan foto berjilbab, kami tak mau berfoto di studio foto yang pekerjanya lelaki. Maka, beramai-ramai kami mencari studio yang cocok. (Oh ya, waktu itu kamera digital belum seramai sekarang, teknologi foto pun belum canggih sehingga untuk membuat pasfoto sendiri [seperti yang kini banyak dilakukan] masih sulit.) Sebuah studio yang pekerjanya wanita didapatkan, terletak di daerah Kota.

Satu persatu kami mengambil posisi untuk difoto, tanpa jilbab (hikkkss), sekitar 6 - 8 orang kalau tidak salah. Setelah selesai, kami memakai jilbab kembali dan berpose bersama, sebagai pengingat.

Setelah fotonya kelar, maka dipampanglah foto wajah-wajah kami tanpa jilbab itu di ijazah. Seperti tanda kekalahan kepada birokrasi, namun juga tanda perjuangan. Dan sepertinya, di tahun berikutnya foto berjilbab pun sudah diperbolehkan tanpa banyak syarat, alhamdulillah.


me and my classmates



24.7.12

Back to The Jadul Mode^^

Kemarin adalah waktu menyerahkan laporan dasarian (10 hari-an), gempa selama sepuluh hari yang tercatat di kantor. Maka, saya pun segera mengerjakan laporan tersebut yang terdiri atas satu halaman lembar pengantar, lembar laporan kejadian gempa dan lembar peta. Tidak berapa lama, lembar pengantar dan laporan kejadian gempa selesai. Sehingga yang tinggal hanya lembar peta.

Untuk peta, kami menggunakan software ArcGIS. Yang dibutuhkan hanya data lokasi berupa titik episenter (dalam format .dbf atau .txt), karena peta dasar sudah ada. Dan data titik-titik episenter juga telah saya siapkan dari hari Jum'at. 

Namun, saat akan masuk ke program ArcGIS, rupanya macet. Licence manager-nya bermasalah kembali. Mengapa ini terjadi? Tak lain dan tak bukan karena software yang kami pakai adalah bajakan :(, seperti yang masif terjadi di Indonesia (yang sayangnya memang menyedihkan). Yang bisa menyelesaikan masalah tersebut adalah rekan saya juga di kantor (berlatar belakang IT), sayangnya saya belum bisa kontak dengannya. Hingga kemarin, masalah peta tersebut belum terpecahkan.

  
Tampilan peta gempa dengan ArcGIS

Sebenarnya ada alternatif bagi pembuatan peta, yakni dengan program ArcView. Program ini adalah yang dipakai sebelum kami memakai ArcGIS. Hanya saja, karena saking lamanya tidak dimanfaatkan, makanya waktu yangc dibutuhkan untuk membuat satu peta lebih banyak dibanding memakai ArcGIS. Itu yang ada di pikiran saya juga kemarin.
Dan, pagi ini, ArcGIS belum bisa diperbaiki, sehingga dengan terpaksa saya harus memakai alternatif ArcView, program jadul. 

ArcView memang lebih jadul dari ArcGIS, dari segi tampilan sangat terlihat. Namun program ini memiliki kelebihan, yaitu sangat mudah di-instal serta tak "memakan" memori yang besar. Program ini masih kompatibel dengan OS lama, seperti XP dan Vista. 

  
Tampilan peta gempa dengan ArcView 

Akhirnya setelah diutak-atik lama (selama beberapa jam), peta dalam ArcView akhirnya jadi juga. Bersama seorang rekan dan beberapa anak magang, peta yang minim "aksesoris" itu selesai. Lega sekali rasanya, setelah beberapa bulan tak bersentuhan dengan program ini dan sangat underestimate dengan hasil yang diperoleh, ternyata petanya tak buruk-buruk amat, hehe. Laporan dasarian pun selesai.

9.7.12

Back On Top again, FedEx!

Federer kembali ke puncak lagi!Setelah bertarung empat set yang melelahkan di lapangan tengah Wimbledon, 4-6, 7-5, 6-3, 6-4, diselingi jeda hujan, melawan pemuda Skotlandia, Andy Murray, Roger Federer kembali ke posisi No.1 dunia kembali.
Dengan menjuarai Wimbledon kemarin, Federer mengukir rekor yang sama dengan jagoan tenis idolanya, Pete Samprass, 7 kali juara Wimbledon.

Murray-sang penantang, bukan tanpa perlawanan. Petenis peringkat 4 dunia ini sempat mengambil set pertama. Hanya saja, set-set berikutnya menjadi milik Federer yang tidak pernah memperlihatkan tanda-tanda kelelahan selama pertandingan (komentatornya bilang Federer punya kemampuan pemulihan yang sangat mengagumkan).

Federer yang sebelumnya mengalahkan No.1 (sebelumnya), Novak Djokovic (dan sangat mengejutkan), memang memperlihatkan prestasi yang konsisten, meski tak menjuarai satupun gelar grandslam semenjak awal 2010 di Australia. Dan dengan ini, sekaligus mengakhiri dominasi Nadal-Djokovic di tingkat grandslam (Australia Open, France Open, Wimbledon dan US open) selama hampir tiga tahun terakhir.

Well, even i'm missing Rafa on this tournament, Congrats FedEx, you are No.1 once again.

 
Federer And The Trophy, 7th times winner ( Sumber: Dailymail.co.uk)

30.6.12

Ponpin buat Cewek? Perlu!


Dalam sebuah drama Korea (On Air, 2007), tampak adegan seorang aktris yang tengah diwawancarai oleh seorang wartawati. Aktris yang mula-mula hanya bintang iklan, lalu main dalam drama dan terkenal karena aktingnya yang diragukan (karena selalu dapat peran-peran yang mudah). Mula-mula si wartawati menyinggung tentang hobi si aktris.
"Apa yang Anda lakukan saat waktu senggang?"
"Di profilmu disebutkan bahwa Anda suka membaca buku."
"Oh, itu hanya kerjaan manajerku, dia ingin membuat image yang baik tentang saya," jawab sang aktris (yang memang terkenal sengah).
"Sejujurnya, saya tak suka membaca buku."
"Aaaaaahhh...." si wartawati tersenyum sinis.
"Mengapa tersenyum?"


"Sepertinya Anda banyak membaca," gantian sang aktris yang bertanya.
"Itu karena... ah, saya suka penulis luar, Paulo Vistana dan Emily Nothon. Saya suka gaya tulisan mereka," jelas si wartawati.
"Untuk tahu, sebaiknya Anda membaca karya mereka saja."
"Anda sudah membaca semua buku karya mereka?" tanya sang aktris.
"Hmmm... Beberapa," jawab si wartawati. Kedudukan mereka sekarang terbalik, si wartawan kini seperti diwawancarai oleh sang aktris.
Sang aktris kemudian menyebutkan beberapa judul buku milik para penulis yang dimaksud. Si wartawati terperangah, kaget.
"Terima kasih atas waktunya," sang aktris menutup sendiri sesi wawancaranya.


Manajer sang aktris juga ikutan kaget, tak menyangka kalau dia suka membaca karya-karya klasik, dari luar negeri pula.
"Aku tak membaca (buku-buku itu)," kata sang aktris.
"Aku mencarinya di teleponku. Dia (wartawati) itu menyebalkan."

Hmmm... saya tersenyum kecil melihat adegan ini. Kickback yang manis dari sang aktris, memanfaatkan telepon canggih.
***


Telepon genggam (ponsel) sekarang sudah bukan milik kaum berada saja. Tengok saja di jalan-jalan, hampir semua orang kini sudah memilikinya. Tak pandang bulu, bahkan (mungkin) kaum marjinal di jalanan juga punya.   
Saking meluasnya penggunaannya, maka ponsel atau telepon genggam sudah beralih menjadi kebutuhan primer di masyarakat. Bisa panjang urusannya kalau ponsel ketinggalan. Malah yang ada yang berprinsip kalau dompet boleh saja lupa tetapi ponsel harus tetap ada.

Kebutuhan primer ponsel juga semakin bergeser ke arah gaya hidup. Bukan hanya fitur menelepon dan berkirim pesan yang dicari, tapi juga kamera dan kemampuan internetnya. Ponsel yang cuma bisa telepon dan SMS sudah dianggap jadul-ketinggalan jaman.

Cewek dan ponsel juga semakin akrab. Kalau dulu, cewek jarang yang bisa "mengerti" ponsel karena aplikasinya yang rumit maka kini produsen ponsel yang mengkhususkan ponsel untuk cewek. Baik dari segi tampilan maupun aplikasi yang "ramah". Seperti ponsel keluaran Nokia yang terbukti memiliki aplikasi dan fitur yang mudah dan tak rumit bagi cewek.  Bahkan ibu saya yang sangat-sangat gaptek, memilih ponsel Nokia. Memang dibanding keluaran vendor lain, Nokia sangat mengutamakan kemudahan, terbukti.

Ponsel pun berevolusi. Ponsel pintar (smartphone) mulai bermunculan. Ponsel yang memiliki perangkat lunak (software) khusus dan aplikasi yang lebih mumpuni dibanding ponsel biasa (feature phone). Nah, ponsel pintar buat cewek itu perlu banget. Terlebih buat cewek yang aktif di masa serba cepat kayak sekarang. Saya kebetulan baru sebatas menggunakan ponsel biasa yang punya fitur internet dan kamera, belum punya ponpin (baca: ponsel pintar). Namun, melihat pengalaman teman-teman yang sudah menggunakannya dan banyak yang menuai dampak positif, mungkin dalam waktu dekat saya akan memakainya (sambil menunggu bonus atau hadiah dari lomba, hehe).

Apa keuntungan ponpin buat cewek yang sekarang serba aktif dan multitasking? Wah, kalau mau diuraikan banyak sekali. Contoh di awal postingan ini salah satunya. Ponpin buat kita berselancar di google (mesin pencari paling handal saat ini) lebih cepat. Tak ada istilah macet atau lelet karena keunggulan software yang dimiliki ponpin. Dalam hal media sosial juga lebih unggul, karena aplikasi yang lebih bagus.

Beberapa teman juga memanfaatkannya untuk dagang atau berjualan. Kamera yang canggih dan hasil jepretannya dapat langsung diunggah ke internet melalui ponpin semakin memudahkan urusan jual-menjual mereka.

Aplikasi perbankan di ponpin tak kalah pentingnya. Tak perlu antri di teller atau ATM buat transfer atau sekedar memeriksa saldo. Lebih menghemat waktu dan tenaga.

Cewek yang berkarir di kantor pasti butuh gadget yang bisa mengolah kata (word processing), nah ponpin punya fitur ini. Telepon biasa hanya bisa membuka dokumen tanpa bisa mengotak-atiknya. Fitur yang sangat membantu terutama kalau waktunya sudah sangat mendesak tapi tak punya PC atau laptop. 

Aplikasi yang khusus buat wanita di ponpin juga banyak. Bagi yang khawatir akan pelecehan seksual terutama di jalanan, mungkin yang satu ini bermanfaat. Atau aplikasi buat menghitung periode menstruasi bagi yang bermasalah dengan saat bulanannya. Yang sering direpotkan dengan jerawat dapat memakai program yang ini. Segala rupa, ragam dan bentuk aplikasi yang memang buat cewek hadir di ponpin.

Nah, manfaat ponpin udah di tangan, sekarang tinggal memilih dan memilah ponpin yang cocok dan pas buat kamu. Pake ponpin juga musti pintar-pintar, jangan sampai bangkrut gara-gara ponpin mahal dan biaya telpon yang membengkak. Mungkin dengan ini, cewek bisa tambah pintar. Paket bundling Indosat Mobile dan Nokia berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket Hebat Keluarga Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita.

Makanya, buat cewek, ponpin itu perlu!
 ***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia yang diselenggarakan oleh EmakBlogger.

Gambar diambil dari video di mysoju.com

25.6.12

Sedikit tentang Bola (Sepintas Euro)

Tadi subuh, sempat nonton sejenak pertarungan perempatfinal Italia vs Inggris. Walau suka Italia, tapi tak pernah  menjadwalkan diri untuk nonton atau begadang demi Euro atau Bola (apapun mereknya). Gak lah yawww...(Gak kuat begadang, lagipula kata Bang Haji, begadang gak ada gunanya..hehe).

Oke, ini hasil yang aku amati sejenak tersebut. Berdasarkan statistik pertandingan, katanya Italia mendominasi sementara Inggris terus menerus bertahan. Ini berbanding terbalik plus kejengkal dengan prediksi orang-orang dan komentator-komentator yang terhormat yang menempatkan Inggris lebih baik daripada Italia. Yah, bola itu bundar saudara-saudara. Italia meski ditempa berbagai masalah dan prestise liga domestiknya (Serie A) yang kurang bersinar dibanding EPLnya Inggris membuktikan bahwa kolektivitas (kebersamaan/kekompakan) itu bisa berarti besar dibanding nama-nama besar di tim besar. Liga Inggris memang bersinar, tapi kalah kalau dalam jumlah pemain nativ (asli) Inggris yang bersaing di dalam klubnya masing-masing. Juga, hanya sedikit pemain Inggris yang bermain di luar liga Inggris, ini yang kurang dari Inggris menurut saya. Kurang variasi rasa dari luar Ingris. Kalaupun ada, mungkin itu sentuhan pelatihnya yang beberapa dari luar Inggris.

Sedangkan Italia, pemain dalam liga domestik banyak. Pemain yang bermain di luar liga juga banyak.  Orang Italia tak takut merantau. 

21.6.12

Fun Training at Toronipa Beach

Ahad kemarin (17th June), hampir seluruh isi kantor bersama keluarga mengadakan Fun Training di Pantai Toronipa, Kab. Konawe. Walaupun letaknya di kabupaten tetangga, namun letaknya tak jauh dari kantor (yang memang sudah ada di ujung kota).
Tugas saya adalah jadi juru kutip (aih, istilahnya jadul amat). Selain emang hobi, saya juga tak berminat buat mandi di pantai. Jadi, inilah hasil foto-fotonya yang diambil dengan kamera Fuji Finepix S3300. Enjoy it!!

Siap-siap

Mejeng di pete-pete

Main pasir

Akhirnya, "Pecah Bisul" di Indonesia Open 2012

Ahad kemarin gelaran Final Indonesia Open Super Series 2012 dilangsungkan. Lima partai, dengan dua finalis tuan rumah. Indonesia kebagian nomor Tunggal Putra dan Ganda Campuran. Sayang, hanya satu gelar yang bisa direbut, yakni Simon Santoso yang mengalahkan pemain Cina, Du Peng Yu.

Meski cuma satu gelar, namun ini sudah menandakan peristiwa "pecah bisul" di even bergengsi ini. Indonesia telah cukup lama puasa gelar semenjak 2008. Gelar Simon juga yang pertama buatnya setelah lama tak menggenggam medali atau piala.


Simon dengan medali juara (Sumber Solopos)

Turnamen ini menghasilkan banyak kejutan. Unggulan seperti Chen Long, Chen Jin, Wang Xing, Peter Gade tumbang di babak-babak awal. 

Indonesia Open tahun ini juga menuai pujian dari BWF, organisasinya bulutangkis dunia. Penyelenggaraannya dinilai yang terbaik, bahkan dibanding All England. Hanya saja kapasitas dan luas Istora yang dipandang kurang besar.  

Hasil pertandingan yang menyajikan berbagai kejutan rupanya memicu banyak negara yang akan ikut dalam Olimpiade Juli mendatang menjadi lebih mawas diri dan melakukan evaluasi lebih. Seperti Cina yang gagal dalam nomor tunggal putra dan putri, serta ganda campuran, dan hanya mampu membawa gelar ganda putri. Indonesia yang mengandalkan pasangan Butet-Owi juga mesti mempersiapkan pasangan ini lebih matang setelah kalah di Final dari pasangan Thailand, Sudket-Saralee. Malaysia yang tanpa gelar, serta Korea yang hanya meraih nomor ganda putra. Ini juga yang membuat turnamen setelahnya, Singapore Open (yang kini tengah berjalan) menjadi sepi pemain bintang.

Indonesia Open 2012 ini juga mulai membangkitkan gairah perbulutangkisan yang sudah lama lesu. Wajah-wajah muda dan baru mulai muncul, meski tak sampai ke partai puncak.  


SEMANGAT BUAT BULUTANGKIS TANAH AIR,
DI OLIMPIADE LONDON KITA BISA!!

9.5.12

Telukku Sayang...


Gambar di atas adalah hasil citra Google Earth per 25 Agustus 2009.  Dari sini sudah terlihat betapa parahnya pendangkalan di daerah teluk.  Tempat  yang dulu masih masih berupa laut, kini berubah menjadi daratan.  Berdasarkan hasil  penelitian dari tahun 1992 hingga 2000, tingkat pendangkalan mencapai 0,027 m tiap  tahunnya.  Sumbangan sedimen dari beberapa sungai besar, yakni Sungai Wanggu,  Sungai Benubenua, Sungai Mandonga dan beberapa sungai kecil.  Diperkirakan dalam 10  tahun ke depan, luas teluk tinggal 197 hektar.
Bukan saja sedimen dari sungai, aktivitas tambahan di daerah sekitar teluk turut berperan  besar dalam pendangkalan tersebut.  Banyak daerah disitu yang kini telah berubah fungsi,  ditimbun untuk dijadikan tempat usaha atau pun pemukiman.  Pembangunan, tanpa melihat  dampak buruknya bagi lingkungan.
Pemerintah kota melakukan langkah reaktif untuk masalah ini, yang sudah sering ditempuh oleh pemangku kebijakan sebelumya, pengerukan dengan mesin pengisap lumpur.  Usaha yang hanya mengobati masalah sementara, akan tetapi tidak menyelesaikannya.  Ibarat menutup lubang yang yang ada, tanpa mencari penyebab lubang tersebut.
Andaikata pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang lebih, preventif, maka akan berbicara banyak.  Peralihan peruntukan daerah sekitar teluk ke pemukiman serta tempat usaha bisa diminimalisir.  Juga, masalah drainase dan sampah.  Kota ini masih belum sebesar Makassar atau ibukota Jakarta, tetapi untuk hal drainase dan sampah sangat -sangat memprihatinkan.  Ruko-ruko serta pemukiman baru dibangun tanpa menyediakan drainase yang layak, akibatnya banjir serta sedimen melimpah bagi Teluk Kendari.
But, enough with the complaining, pertanyaan besarnya, apa yang bisa kita lakukan sekarang?  Aku dan kamu bisa perbuat bagi Teluk Kendari, aset penting kota ini.  Mungkin ini bisa jadi saran sederhana, lihat sampahmu, dan drainase dirumahmu, mulai dari mereka, sebelum pindah ke hal yang lebih besar.
Aa Gym ” Mulai dari sekarang, dari hal yang kecil dan yang terdekat”.

*walau postingan lama (diambil dari blog sebelah), namun  masih sangat sesuai dengan kondisi teluk Kendari 

6.5.12

Kultwit..twwwiiiit

Coba-coba buat kultwit kemarin, seperti selebtwit yang lain *ngarep, hehe.  Hasilnya....lumayan.

Ini kultwit saya tentang sejarah #ngeblog saya.

* Sharing ttg ngeblog, ah! Kan ngakunya blogger B-), bkan writer ;-)

* Pertama kali tau blog dari hsl browsing. Pengen buat blog tp msh bingung, saat itu msh nganggur. #ngeblog

* Buat akun blog pertama di blog indosiar, lokasi warnet @maynet Lupa password &username, ga ktemu2 ampe skrg :-P #ngeblog

* Sempat diskusi ama @idhayusnidar , janjian mw sm2 bikin blog. 5 thn yg lalu. Sampe skrg, dia blum punya blog,hehe #ngeblog 

* Akhrnya pnya blogspot, make nama piaharuddin. Isinya curhatan geje, sinet, kucing dll. #ngeblog 

* Namun, krn negara api menyerang #eh, pake user bru, mudhalifanaharuddin. Inet kenceng tiap hari bikin #ngeblog jd kondusif

* Sempat nyoba #ngeblog frenster, isinya impor dr blogspot. Krn perubhan kebijakan FS, blog sana tergusur

* Terjun ke arena blog MP krn iseng, pake id pianochenk. Istilahnya bkan #ngeblog lg, tp #ngempi
Nanti disambung lagi (masih panjang pemirsa), moga-moga ilham kultwitnya datang lagi, aamiin.

30.4.12