24.10.13

PLN Bersih untuk Indonesia, untuk Kita Juga

Melihat postingan tentang lomba blog PLN dan plang "PLN Bersih, No Suap" membuat saya berkerut dahi, "Emang bisa??" tanya saya dalam hati. Cap bersih dan apapun yang senada dengan itu, di negeri dan jaman sekarang ini adalah hal yang teramat sulit. Sungguh.
Lihat saja di televisi, koran dan berita online, fakta atau opini yang ada adalah korupsi, penyalahgunaan wewenang dimana-mana. Suap, apalagi, adalah hal yang dianggap wajar di masyarakat kita. Tak menyuap seperti tak gaul :( (hedeeeuuuh).


Tapi, tak ada yang tak mungkin jika mau bersungguh-sungguh. PLN Bersih bukanlah tagline semata. Terlihat dari perubahan-perubahan drastis yang dilakukan mereka, bahkan seluruh jajaran-mulai dari yang di atas hingga terbawah. Salut.

Berbagai perubahan yang dijalankan, bisa diakses dari situs plnbersih.com, diantaranya: perubahan sistem pelayanan dan pengaduan, pengaturan gratifikasi, perubahan pengadaan barang dan jasa, dsb. Hal-hal dasar yang bisa memicu korupsi dan penyelewengan dipangkas sedini mungkin. That's great.

Soal pelayanan, utamanya pembayaran. Saya sudah melakukannya sendiri. Pembayaran listrik yang dulunya lewat loket-loket kini bisa lebih mudah melalui ATM. Juga pembayaran lainnya, bisa dengan cepat dan gampang via ATM saja. Selain praktis, biaya-biaya tambahan yang tak perlu juga diminimalisir.

Sekitar setahun yang lalu, saya memanggil petugas PLN ke rumah. Listrik yang tak kunjung menyala sementara tetangga baik-baik saja membuat kami terpaksa mesti menelepon petugas PLN.
Ada yang berbeda kala itu. Petugas yang bekerja melakukan tugasnya dengan cermat, cepat, dan tanpa banyak cingcong. Dan yang lebih bagusnya lagi, tanpa minta uang rokok!!! Kagum jadinya. Sudah ditelepon tak pakai banyak alasan, langsung datang begitu mendengar keluhan kita. Mereka bekerja langsung dan tepat sasaran, dan tanpa biaya ekstra. Memuaskan.

Sistem ini rupanya telah dijalankan di PLN semenjak tahun 2010, dengan empat pilar program, yakni : partisipasi pegawai dan seluruh stakeholder, integritas, transparansi dan akuntabilitas.  Pilar kedua hingga keempat saya pandang sebagai hal-hal yang hanya bisa dilakukan dari dalam PLN sendiri. Dimana peran kita sebagai masyarakat (dan sebagai blogger)? Ada di pilar satu, partisipasi. Semua pilar yang lain tak akan terwujud tanpa adanya partisipasi dari pegawai PLN dan juga kita, masyarakat di luar PLN yang ikut menyukseskan sistem yang sementara di bangun di dalam PLN. Bagaimana wujud partisipasinya? Terutama seperti saya yang adalah seorang blogger?

Yang pasti pertama, jangan pernah pesimis apalagi sinis dengan program ini. Yakin. Meski sulit (dan saya rasa semua juga setuju), tapi tak ada yang tak mungkin jika kita yakin dan percaya serta bersungguh-sungguh. 

Kedua dan juga mudah untuk dilakukan, laporkan jika ada penyimpangan seperti petugas yang meminta uang rokok atau uang lelah. Kini saluran pengaduan atau pelaporan PLN dibuka seluas-luasnya dan pasti ditanggapi, via contact center 123 atau SMS Peduli 081281022000. Media sosial PLN juga telah ada, Facebook dan twitter (@pln_123), masyarakat dengan mudah dan cepat bisa berinteraksi dan mengadu ke sana.

Lalu bagaimana jika kita tahu ada orang dalam PLN yang melakukan korupsi? Ternyata ada mekanisme whistleblowing di PLN. Pelapor akan dilindungi bukannya di-bully. Namun, harus didukung dengan data dan fakta yang kuat, jangan hanya berdasarkan prasangka dan isu yang tak bisa dipertanggung jawabkan.

Mendukung PLN Bersih bisa juga dengan tak berusaha memberikan uang jasa agar kepentingan kita cepat dipenuhi, misalnya dalam memasang sambungan listrik baru atau menambah daya. Cara-cara seperti ini selain ketinggalan zaman (sebab sudah ada mekanismenya yang pasti dan cepat), juga hanya akan merugikan kita sendiri.

PLN yang bersih hasil akhirnya nanti bukan hanya dinikmati oleh mereka yang bekerja di PLN saja, namun pasti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bukan tak mungkin, dari satu BUMN ini, tren bersih akan "menyebar" dan "laku" ke tempat dan lembaga yang lain, aamiin.

9.10.13

Mengembalikan (restore) Tampilan Print Composer di QuantumGIS

Utak-atik emang pekerjaan yang menyenangkan, kalau tahu cara mengembalikan ke keadaan sebelumnya. Tapi kalau tak tahu, maka untuk itulah tombol CTRL + Z (undo) diciptakan, haha.

Yang masalah adalah saat tombol undo bagi tampilan tak tersedia, begitu pula tanda-tanda tombol yang lain. Hopeless:(

Dari kemarin, setelah sedikit main-main dengan Print Composer QuantumGIS (tools untuk mencetak peta), saya dengan "tanpa sengaja" mematikan tampilan sebelah kanannya. Yang saya kira bisa saya kembalikan dengan mudah. Ternyata tak bisa, saudara-saudara. Berulang kali saya coba, namun  tak satu pun yang sukses.

Pagi ini, setelah berkontemplasi cukup dalam (hedeuhhh bahasanya B-) ), saya mencoba strategi lain. Uninstall QuantumGIS lalu install ulang, dan hasilnyaaaaaaaaa......gagal maning-gagal maning. Sama sekali tak berubah. Mau tak mau harus cari bantuan ekstra dari luar, yakni mbah Google.

tampilan print composer yang asli

setelah diutak-atik

Ketik di google, how to restore print composer quantum GIS.  Berbagai pilihan keluar, yang awal-awal berhubungan dengan phyton-which I don't get it at all- tak mengerti sama sekali. Hingga ke pilihan,
http://osgeo-org.1560.x6.nabble.com/print-composer-turn-tabs-on-and-off-td4998825.html , caranya mudah sekali. Hanya pakai klik kanan. And, done!!

how to restore print composer?

pfffffiuuuhh.....

Moral of the story, malu bertanya (ke google), sesat di jalan :)

5.10.13

Tumis Paria Tomat

Sabtu pagi, mbak sayur yang kutunggu tlah berlalu. Setelah kucari-cari, mbak sayur sudah tak terkejar lagi.
Masak sayur apa pagi ini?
Ah, rupanya masih ada paria* di kulkas. Aha, bagaimana kalau tumis paria (lagi).

Caranya? Gampang dan mudah saja. Cukup siapkan paria yang telah dipotong tipis-tipis lalu ditaburi garam kasar lalu diremas-remas dan dicuci bersih. Ini berguna agar rasa pahitnya ternetralisir. 
Bumbu yang dipakai juga sederhana, hanya bawang putih dan bawah merah yang dihaluskan bersama garam. Jangan lupa lupa gula sebagai pembangkit rasa gurih. Serta tomat yang sudah dipotong kecil-kecil.
Jumlah serta ukuran terserah ya, kira-kira saja. Untuk saya, 3 siung bawang putih dan 3 siung bawang merah sudah cukup untuk kira-kira 200 gr paria.

Pertama, panaskan wajan lalu masukkan minyak goreng. Tunggu hingga panas. Lalu masukkan bumbu yang dihaluskan, tumis hingga harum. Lalu, masukkan tomat potong, tumis sebentar. Kemudian parianya, tumis hingga layu. Masukkan gula, bisa juga tambahkan air (kalau mau), tumis hingga 10 menit. Sajikan.



*paria = bahasa lokal untuk pare

28.9.13

Pulau karena Gempa di Pakistan (part 2)

Like my promise in previous post, here are the translation of the article

http://english.alarabiya.net/en/variety/2013/09/25/The-mystery-of-Pakistan-s-new-quake-island.html

AFP , Gwadar

Sebuah pulau kecil yang terbentuk di Laut Arab akibat gempa besar yang melanda barat daya Pakistan telah menarik perhatian penduduk setempat tetapi para ahli mengatakan pulau itumungkin tidak akan bertahan lama.

Gempa 7,7 skala Richter yang melanda pada Selasa di distrik terpencil Awaran Baluchistan, menewaskan lebih dari 200 orang dan mempengaruhi ratusan ribu lainnya .

Dari garis pantai dekat pelabuhan Gwadar, sekitar 400 kilometer dari pusat gempa , penduduk setempat heran melihat sebuah permukaan tanah baru  dari dalam laut.

"Ini bukan hal kecil, tapi hal besar yang telah muncul dari bawah air, " kata Muhammad Rustam,  penduduk Gwadar kepada AFP.

"Itu tampak sangat, sangat aneh bagi saya dan juga sedikit menakutkan karena tiba-tiba hal yang besar telah muncul dari air."

Mohammad Danish , seorang ahli biologi kelautan dari National Institute of Oceanography Pakistan, mengatakan tim ahli telah mengunjungi pulau dan menemukan peningkatan kandungan gas metan.

"Tim kami menemukan gelembung naik dari permukaan pulau yang terbakar ketika korek dinyalakan dan kami melarang tim kami untuk memulai api apapun. Ini adalah gas metana," kata Danish pada berita televisi GEO.

Pulau ini memiliki tinggi sekitar 18 sampai 21 meter , lebar hingga 91 meter dan panjang hingga 36 meter, katanya . Itu terletak sekitar 200 meter dari pantai .

Gary Gibson , seorang seismolog dari Australia University of Melbourne , mengatakan pulau baru kemungkinan adalah " gunung lumpur, "diciptakan oleh gas metana yang memaksa material di dalam bergerak ke atas  selama guncangan gempa yang dahsyat .

"Itu sudah pernah terjadi di daerah itu tapi pasti peristiwa yang tidak biasa , sangat langka, " kata Gibson kepada AFP , menambahkan bahwa  "sangat penasaran " untuk melihat peristiwa  seperti itu terjadi sekitar 400 kilometer dari pusat gempa .

Yang disebut pulau bukanlah struktur tetap tetapi tubuh lumpur yang akan dipecah oleh aktivitas gelombang dan menyebar seiring waktu, kata ilmuwan .

Kejadian serupa terjadi di daerah yang sama pada tahun 1945 ketika gempa bumi 8,1 skala Richter di Makran memicu pembentukan gunung berapi lumpur di dekat Gwadar .

Profesor Ahmed Shamim Shaikh , ketua departemen geologi di Universitas Karachi, mengatakan bahwa pulau, yang belum bernama, akan menghilang dalam beberapa bulan.

Dia mengatakan itu terjadi di sepanjang pantai Makran karena hubungan yang kompleks antara lempeng tektonik di daerah itu. Pakistan berada di dekat  persimpangan tiga lempeng - India , Arab dan Eurasia .

"Sekitar setahun belakang sebuah pulau dengan ukuran hampir sama yang muncul di jarak yang sama dari pantai di wilayah Makran. Pulau ini akan bubar dalam seminggu hingga beberapa bulan, "kata Shaikh kepada AFP .

Gibson mengatakan pulau sementara sangat berbeda dengan pengangkatan (uplift) permanen terlihat selama gempabumi-gempabumi "subduksi zona" (yang adalah faktor utama), di mana tabrakan lempeng memaksa kerak bumi secara tiba-tiba dan kadang-kadang secara dramatis bergerak ke atas.

Misalnya, dalam gempa 9,5 skala Richter besar di Chili pada tahun 1960 - yang dikenal sebagai gempa terbesar yang pernah terjadi di dunia - seluruh desa nelayan terdorong "beberapa meter" ke atas dan tiba-tiba dermaga terletak ratusan meter di daratan, kata Gibson.

Peristiwa pengangkatan tersebut relatif umum di daerah di Pasifik yang disebut "Ring of Fire," sebuah sarang aktivitas seismik dan vulkanik di persimpangan beberapa lempeng tektonik.

Sebuah guncangan hebat sebesar 8,0 skala Richter di Kepulauan Solomon pada tahun 2007 mendorong Ranogga Pulau ke atas sejauh tiga meter, memperlihatkan terumbu yang sebelumnya di dalam laut yang pernah populer di kalangan penyelam, dan membunuh karang hidup, memperluas arah luar garis pantai beberapa meter dalam prosesnya.

Selama gempa besar 9,2 skala Richter di Sumatera yang memicu tsunami dahsyat di Samudera Hindia pada tahun 2004, beberapa pulau yang didorong ke atas sementara yang lain turun ke dalam laut .

Pantai Aceh turun secara permanen dengan satu meter , sementara Pulau Simeulue terangkat sebanyak 1,5 meter, memperlihatkan karang sekitarnya yang menjadi pinggiran baru di pulau itu .

***

Inti artikel ini mirip dengan yang sebelumnya, hanya saja ada informasi tentang peristiwa sama yang terjadi di tahun 1945 di lokasi yang hampir berdekatan.  
Selain itu juga ada pelajaran seismologi yang mungkin jarang diketahui publik bahwa dengan gempabumi, beberapa rupa bumi bisa berubah. Ada pulau yang terangkat, namun juga ada yang menghilang.



26.9.13

Pulau karena Gempa di Pakistan (part 1)

Sebuah imel masuk dari milis alumni, berisi link berita dari peristiwa kemarin-gempabumi besar di Pakistan.
http://abcnews.go.com/blogs/headlines/2013/09/new-island-off-pakistans-coast-may-not-stay-afloat/
Artikel yang berisi laporan atas terbentuknya sebuah pulau di Pakistan yang disebabkan oleh gempa.

Berikut adalah terjemahan (yang saya buat dengan bantuan google translate):

Sebuah tim peneliti Pakistan mengambil sampel  hari ini dari sebuah pulau baru yang muncul  secara misterius di lepas pantai menyusul gempa besar pekan ini, mereka  memperingatkan  nelayan daerah untuk menghindari daerah itu dan ahli mengatakan pulau itu mungkin hilang  secepat kemunculannya .
"Terdapat banyak batu dan lumpur," kata ahli geologi AL Pakistan, Mohammed Danish kepada GEO  TV-Pakistan. Namun dia mengatakan bahwa, "Gas masih keluar."
Tufail Baloch, wakil komisi distrik Gwadar, mengatakan kepada Associated Press (AP)ia  berada di antara beberapa orang yang pergi ke pulau yang digambarkannya sebagai area dengan  tinggi 60 kaki, lebar 100 kaki, dan panjang 25 kaki. Dia mengatakan air  terlihat mendidih sepanjang tepi pulau, juga tercium bau gas dan akan terbakar ketika rokok  dinyalakan.
Pulau ini mengejutkan penduduk setempat yang melihatnya di lepas pantai setelah gempa  berkekuatan 7,7 mengguncang wilayah yang terpencil itu awal pekan ini. Tapi ahli geologi  mengatakan pulau itu bisa dengan cepat menghilang .
"Untuk gempa di bagian dunia tersebut-sepanjang pantai Pakistan dan Iran, itu bukan fenomena  yang tak biasa," kata  geofisisis peneliti US Geological Survey, Bill Barnhart. Ia  mencontohkan pulau dipicu gempa  yang muncul pada tahun 2011, 2001, dan 1945, dan lalu  tenggelam ke dalam laut .
"Pulau (itu) menghilang karena terdiri dari tumpukan besar lumpur yang meletus ke lantai  laut (sea floor) dan naik ke atas permukaan laut. Jadi seiring dengan badai, pulau tersapu  cukup cepat," kata Barnhart. "Pulau itu mungkin bukan terbuat dari batuan keras (hard rock).  Kami berharap yang satu ini mungkin akan hilang dalam beberapa bulan."
"Salah satu mekanisme yang mungkin untuk membentuk pulau adalah letusan/erupsi gunung api  lumpur, yang disebabkan oleh gelombang seismik dari gempabumi , yang membuat gas lebih  ringan dan tererupsi ke permukaan," kata Barnhart.
"Tidak ada yang tahu mengapa sebagian besar pulau-pulau ini muncul," kata Rob Mellors,  seorang seismolog di Lawrence Livermore National Laboratory. "Biasanya tekanan bertumpuk  dan keluar di satu hari. Ini adalah sebuah misteri."
Mellors mengatakan bahwa sudah menjadi hal yang umum bagi gunung api lumpur untuk mengeluarkan sedikit gas. "Aman saja untuk pergi ke salah satu pulau-pulau ini."
"Tidak ada yang sangat unik tentang yang (kasus) satu ini, selain karena dipicu langsung oleh gempa jauh yang memang jarang." katanya.
Barnhart meragukan keberadaan gas metan, meski, "Gas metan di wilayah ini yang kita ketahui berada lebih dalam dan jauh dari pantai. Ini bukan skenario yang paling mungkin," katanya. "Ini juga bisa juga karbon dioksida,  cairan di dalam tanah. Ini tidak selalu metana."
Selain menciptakan sebuah pulau, gempa menewaskan sedikitnya 327 dan meratakan beberapa  desa di wilayah tersebut .
Don Blakeman, Geofisis dari US Geological Survey (USGS), mengatakan ada bahaya lebih  yang bisa  ditimbulkan oleh gempabumi.
"Karena ini adalah gempa bumi yang sangat besar dan dangkal, akan ada terus gempa susulan," kata Blakeman. "Beberapa mungkin berukuran besar. Kita  tidak bisa memprediksi guncangan susulan (aftershock) lebih baik daripada kita bisa memprediksi  gempa bumi, jadi itu adalah hal yang harus diperhatikan. Khususnya untuk bangunan yang sudah rusak yang  akan menjadi rentan." 

Pulau yang muncul akibat gempa, 24 September 2013 (Latif Baloch)

***

Kesimpulan dari artikel ini adalah pulau yang muncul itu sebagian besar terdiri atas lumpur dan ada gas yang terkumpul di sana (belum dipastikan jenisnya). Dan kemungkinan pulau itu bisa hilang dalam beberapa minggu. Fenomena ini bukannya aneh (karena sudah terjadi beberapa kali), hanya saja mekanismenya masih sulit dijelaskan dan terus diteliti oleh para ahli.

Artikel tentang pulau gempa ini akan saya buat bagian duanya, mengambil dari artikel yang lain (dari Al Arabiya).  

16.9.13

Sedikit Tentangku dan Kendari (Lagi)

Sedikit dulu cerita di balik terbitnya buku baru kami, "Sedikit tentangku dan Kendari".

Adalah di permulaan 2013 ini, saya dan rekan saya bertekad untuk mencetak kembali buku Kendari. Berkaca dari buku yang pertama, kami ingin agar buku yang kedua ini lebih baik. Hingga awal April sebuah musibah menimpa, laptop yang berisi naskah mentah hilang. Kalut, galau campur kesal. Mau tak mau, target cetak pertengahan tahun mesti mundur.
Alhamdulillah, di tengah kekalutan ini, saya akhirnya bisa melacak draf naskah yang ternyata sempat saya simpan di imel. Pffffffuuuuuuuh, leganya bukan main.
Waktu terus berdetak, kami makin semangat. Mencari ide-ide baru, memburu cerita-cerita yang lebih segar. Bongkar pasang, ganti sampul, debat sana-sini, bahkan terkadang perang ide dan opini. Ditambah lagi, kini tambah satu kepala, seorang teman yang menyumbangkan sampul-cerita ikut terlibat lebih dalam proses pembuatan buku ini.  Pokoknya rasanya nano-nano.
Kali ini, percetakan yang kami pilih adalah yang sudah menjadi langganan saya, indiebook corner. Berbekal beberapa kali kerjasama, setelah nego beberapa kali, harga cocok, buku pun kami cetak.
Cerita belum selesai, setelah bukunya jadi dan di kirim, rupanya paketnya hanya sampai di bandara *hedeuh* aka port to port. Padahal saya sudah wanti-wanti agar dikirim langsung ke rumah (door to door). Eniwei, meski harus keluar biaya ekstra, akhirnya bukunya sampai juga dengan selamat. Legaaaaaaaaa. Perjuangan lebih setengah tahun akhirnya ada hasilnya.



***
Sekarang tentang bukunya.

kover

Bagi yang pertama melihat buku ini mungkin akan mengira ini buku komik, bukan kumcer, hehe. Yah, konsep sampulnya memang sangat kartun, bahkan isi dalamnya beberapa dihiasi kartun. Nuansa cerah ceria menjadi tema buku memang, beda dengan yang buku yang lama yang agak sedikit "gloomy" atau sendu.
Selain mengganti sampul, cerita di dalamnya juga beberapa diganti. Ada tambahan empat cerita dan dua penulis baru.
Buku yang bercerita tentang kota saya, my beloved Kendari, apalagi yang "nyantai" kayak ini masih jarang (atau bahkan ini mungkin buku pertama). Kendari memang bukan kota yang terkenal-terkenal amat, namun untuk kami-penghuninya, kota ini yang paling oke.

My personal opinion 'bout this book? Hmm, so..so. Masih ada banyak yang belum sempurna. Tapi, untuk ukuran buku sendiri, yang kebanyakan dikerjakan sendiri, for me it's a great achievement. Really.

----------

Judul: Sedikit Tentangku dan Kendari (Lagi)
Penyusun: Mudhalifana Haruddin & Ayu Aga
Desain Cover: Bobby Joediaf
Harga: 40.000 (diluar ongkir)
Tebal: viii + 117 halaman
Penerbit: Audisi Menulis Kendari
(dicetak oleh indiebook)

Kontributor:
Mudhalifana Haruddin, Chaerul Sabara, Atyra Sansa, Ely Widyawati, Desi Dian Yustisia, Hana Yusida Syarif, Tatik Bahar, Itsuki Nurmani, Raya Adawiyah, Ummu Shavana, , Andie Dodiet Fauzzie, Januar Lestari,, Nurusyainie, Ayu Aga, Jois Rani Udin, Bobby Joediaf.



Penulis Tamu:
Arham Kendari

Sinopsis
Sedikit tentangku dan Kendari datang lagi! Kali ini dengan kemasan yang lebih segar. Semua kisah tentang Kendari ada di sini. Dari yang lucu, seram hingga yang bikin senyum-senyum sendiri. Pokoknya semua tentang Kendari. Selamat membaca dan ...
"Welcome to our beloved city, Kendari!!!"


-----
pemesanan bisa ke email piaharuddin@gmail.com atau twitter @pia_haruddin.
semua keuntungan buat amal
Dan bagi yang tinggal di Kendari, bukunya ada di TB.Ade (Lantai 2 Ade Swalayan Wua-Wua)

26.8.13

Konversi/Proyeksi Shapefile UTM ke Shapefile Degree dengan QuantumGIS

Tahu berapa lama topik ini mengganggu saya? Dua tahun, hehe.


Dua tahun lalu saya mendapatkan beberapa data shapefile (peta dijital) kota Kendari setelah mengikuti pelatihan QIS di kampus lokal. Saya begitu bersemangat dengan data tersebut, sebab memang sudah lama saya mencari-carinya untuk dipakai dalam kerjaan. Hanya saja ada satu kendala dari peta tersebut, proyeksinya dalam UTM. Sedang, data yang biasa kami pakai memakai degree (decimal) :(

Sebenarnya ada cara yang diajarkan instruktur dalam pelatihan tersebut, hanya saja ribetnya minta ampun hingga saya malas buat mengingatnya. Bukan tanpa usaha, saya juga berupaya dengan browsing di internet. Sayangnya tak satupun yang berhasil.

Hari terus berlalu, tak terasa dua tahun berlalu. Hingga minggu lalu saya akhirnya memecahkan misteri tersebut.

Bulan lalu saya menginstal sebuah program open source GIS yang oke banget.  Namanya QuantumGIS. Saya pernah menggunakan program tersebut (bersama laptop yang hilang dulu, hiks), hanya saja karena programnya berat, saya menghapusnya sehingga tak sempat mempelajarinya lebih lanjut.

Lalu, saya teringat dengan file shapefile Kendari tersebut. Coba-coba browsing, eh rupanya berhasil :)

Caranya??

  • Oke, yang pasti instal QuantumGIS (saya pakai versi terbaru 1.8 Lisboa).
  • Setelah terinstal, buka data shapefile yang ingin diubah (dikonversi). Klik ikon add vector layer atau klik layer --> add vector layer. Pilih file yang dimaksud.
  • Di Coordinate Reference System Selector, sesuaikan dengan koordinat file tersebut. Untuk file ini, sistem koordinatnya adalah WGS84/UTM Zone 51S, EPSG 32751.
  • Setelah layernya muncul, lakukan proses proyeksi dengan cara klik kanan di vector file tsb, 

  • Simpan dengan nama baru dan dengan sistem koordinat baru ( untuk contoh, WGS84, EPSG 4326), klik OK.
  • Jika muncul Saving Done: Export to vector file has been completed, berarti proyeksi/konversi berhasil.

Sebagai tambahan, jika memakai QuantumGIS versi lama, ada yang menggunakan tools Export to a new projection.



*Alhamdulillah, akhirnya nulis tentang GIS lagi







25.6.13

Yang Pertama untuk Tommy

Hari Minggu kemarin adalah hari yang bersejarah buat Tommy Sugiarto. Pebulutangkis tunggal putra andalan  Indonesia itu meraih gelar Super Series pertamanya di Singapura. 

Melihat pertandingan final antara Tommy dan Boonsak Ponsana, sebenarnya tak ada yang terlalu istimewa dari permainan Tommy. Yang paling menonjol adalah keuletannya mengejar bola. Gaya bermainnya mengingatkan kepada sang pelatih, Joko Suprianto yang juga terkenal ulet di lapangan. 
Bermain di final, bukannya tanpa kendala buat Tommy. Cedera di jempol kakinya rupanya masih terasa, dan sempat diperiksa oleh dokter saat memasuki set ketiga.
Set pertama berlangsung ketat, poin susul menyusul hingga mencapai 20-22 untuk Boonsak. Sedangkan di set kedua, Tommy mendominasi. Poin berakhir di 21-5 untuk Tommy.
Set penentuan berlangsung cukup ketat. Hanya saja, stamina Tommy yang lebih bagus membuat Boonsak banyak melakukan kesalahan (unforced error). Set ini ditutup dengan pengembalian bola dari Boonsak yang keluar lapangan, 21-17 untuk kemenangan Tommy Sugiarto.
Publik di stadion memang banyak yang mendukung Boonsak. Sebagai juara bertahan, sepertinya banyak juga yang menjagokannya kembali mempertahankan gelar. Namun, tak sedikit pula pendukung Indonesia. Gemuruh suara suporter Indonesia juga ikut terdengar, sesekali.
Ditengah cidera yang mendera Simon Santoso dan Sonny Dwi Kuncoro, serta prestasi Hayom Rumbaka yang tidak meningkat, gelar Tommy kali ini bagaikan angin sejuk di tengah musim kering di sektor tunggal putra kita. Meski begitu (menurut saya), Tommy harus terus mengasah cara bermainnya yang masih terkesan "biasa saja".


Selain Tommy, Indonesia juga meraih gelar di ganda campuran lewat pasangan Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir dan di ganda putra melalui Muh. Ahsan-Hendra Setiawan. Tapi memang, yang istimewa tetap untuk Tommy Sugiarto karena ini gelar Super Series yang pertama untuknya. (dan semoga akan banyak gelar super series yang lain, aamiin...)


19.6.13

Miss Belanja Online^^

"Kok ada lagi??"
Adik iparku keheranan, tiap beberapa hari ada saja paket barang buat saya.
Ya, saya akui, saya keranjingan belanja online ;)

Karena sering, maka pengalaman saya belanja di dunia maya banyak. Tapi, tapi... banyak juga yang sudah tidak diingat. Barang-barang yang saya beli kebanyakan karena saya butuh, atau terlihat lucu (hedeuh).
Seperti buku. Walaupun di sini ada gramedia, tapi saya malas ke toko buku itu. Jadinya, beli online lagi deh, hehe.

Belanja buku pernah saya lakukan ke beberapa toko buku online ternama, seperti bukabuku, bukukita, dan Mizan. Untuk bukabuku dan bukukita, lumayan cepat konfirmasi pengirimannya. Sedangkan Mizan agak lama (mungkin karena Mizan juga penerbit besar).

18.6.13

Ahsan-Hendra, Hebat!!

Penonton bergemuruh. pasangan Muh. Ahsan dan Hendra Setiawan memasuki lapangan. Disusul Lee Yong Dae dan Kon sung Hyun, ganda dari Korea yang banyak digandrungi penonton wanita Indonesia (thanks to Korea's Fever).

Kali ini mereka bertemu di final setelah awal tahun bertemu di Final Malaysia Terbuka. Yang berbeda hanyalah peringkat. Kini, Ahsan dan Hendra di urutan 13 dunia, sementara Lee Yong Dae-Ko Sung Hyun yang lebih banyak memenangkan turnamen, kokoh di peringkat pertama BWF.
 
Pertarungan dimulai. Ahsan dan Hendra bermain cepat dan bersih, jarang melakukan kesalahan. Mereka terus menekan. Ganda Korea jarang diberi ruang buat menyerang. Pasangan kita unggul 21-14 di set pertama.
 
Masuk ke game kedua, rupanya pasangan Korea mulai tune-in setelah di babak pertama mati mesin. Sempat mengambil alih beberapa poin, namun Ahsan-Hendra tak kehilangan kepercayaan diri. Sorak-sorai semakin memberikan suntikan semangat. "Indonesia.. Indonesia!!" menggoyang istora minggu sore itu. Akhirnya, pasangan Indonesia memenangkan set tersebut sekaligus memenangkan gelar Ganda Putra turnamen Indonesia Open Premier Super Series 2013-ajang bulutangkis yang dinilai paling atraktif dan berhasil dibanding yang lain (according to BWF).
 
Gelar ganda putra kali ini memeberikan gambaran kalau di kelas ini, kita belum habis. Tantowi-Lilyana (dan ganda campuran) bukan satu-satunya kekuatan Indonesia.

Indonesia masih ada!! 


Muh.Ahsan dan Hendra Setiawan, Indonesia Open Premier Super Series 2013
(Gambar dari www.lensaindonesia.com)

2.6.13

Ngumpul Yang Asyik

Sudah menjadi fitrahnya kalau manusia itu makhluk sosial, senang kalau berkumpul. Apalagi bagi yang punya hobi dan interest yang sama. Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan.

Tentang Komunitas.

Secara fisik, saya belum pernah berkomitmen sebagai pengurus di komunitas apapun, bahkan waktu sekolah (OSIS dkk). Saya pribadi "kurang" suka berorganisasi. Selepas sekolah, saya lebih memilih langsung pulang. Kegiatan sore yang paling "bermutu" diisi dengan les, itupun hanya dua kali seminggu. Selebihnya, saya di rumah, bermain dengan teman atau nonton TV. 

Waktu kuliah juga. Saya memang tercatat sebagai pengurus himpunan jurusan, namun kenyataannya keberadaan saya sama seperti anggota yang tak aktif. Pengurusnya memang kawan-kawan saya juga, namun saya tak pernah menceburkan diri ke banyak kegiatan mereka. Saya puas hanya sebagai anggota. 

Kekurang tertarikan saya akan berorganisasi itulah yang membuat kemampuan bersosialisasi saya sagat memprihatinkan. Yang baru bertemu dengan saya mungkin akan sulit untuk akrab. Saya cenderung suka menyendiri, sibuk dengan urusan sendiri. Atau memilih mengobrol dengan kawan yang lain. Eh, bukan ngobrol ding. Lebih tepatnya, sesekali berbincang.

Banyak fakta yang menyatakan kalau orang yang bisa mengungkapkan isi pikirannya melalui tulisan, kenyataannya di dunia nyata adalah orang-orang yang pendiam dan pemalu. Deskripsi ini cocok dengan kepribadian saya.  Saya pendiam, tapi saya suka menulis.


27.5.13

Kalaulah Saya tak Ngeblog, maka...

Mungkin saya akan fokus jualan, haha :) Atau kembali menjadi pegawai kantoran yang membosankan?? Pilih mana? *loh. Tulisan ini sebenarnya buat 8 Minggu Ngeblog, apa daya terlewatkan, hiks :(

Saya sebenarnya tak mau berbicara tentang seandainya, pendek kata itu sama saja dengan melawan takdir yang diberikan Allah. Bagi saya pilihan antara ngeblog dan tidak ngeblog itu relatif. Sama-sama punya makna dan tujuan.

Apa yang sudah saya dapatkan dari kegiatan bertutur dan bercerita di blog? Banyak. Sekali. Kemampuan menulis yang semakin terasah adalah salah banyaknya. Ngeblog melatih saya untuk bermain kata, yang sangat jarang saya pakai di dunia nyata, karena aslinya saya adalah pribadi yang kalem, pendiam dan imut-imut, qeqe.

Ngeblog juga membawa saya pada satu komunitas, MPers, para narablog multiply indonesia. Platform ngeblog yang juga adalah jejaring sosial, yang akhirnya fokus ke penjualan online sebelum resmi ditutup tanggal 6 Mei kemarin. Komunitas yang berisi orang-orang hebat. Saya sendiri awalnya bergabung ke multiply karena alamat blog dua penulis wanita yang saya suka ada di sana, Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa. Lalu tercebur ke dalam komunitasnya. Banyak penulis di sana, baik senior maupun yang masih anak bawang kayak saya. Komunitas yang heboh, yang sayang harus berakhir saat saya baru saja mulai aktif di sana.

Memiliki buku juga adalah hal lain dari buah manis blogging.  Tanpa latihan menulis di blog, mungkin sulit bagi saya untuk menulis buat buku.

Pokoknya, banyak efek samping tapi positif yang dihasilkan dari ngeblog ini.

Jadi, seandainya kalaulah saya tidak ngeblog, apa yang akan terjadi?

Hidup akan tetap berputar, seperti biasanya. Kalaulah satu jalan tak kita pilih, maka akan banyak pintu-pintu lain yang terbuka. Jika pintu ngeblog tak saya ambil, maka pintu lain yang membawa saya ke hobi menulis juga akan terbuka. Pintu yang terbuka baik di dunia maya maupun dunia nyata.

Seperti yang pernah saya bilang, hobi saya banyak, dan berganti-ganti. Menulis adalah salah satunya. Andai pun saya tak menulis lewat blog, mungkin saya memakai media yang lain untuk menulis. Entah apa namanya. Blog hanyalah satu sarana, takdir kita atapun tujuan kita sudah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. Saya percaya itu.

23.5.13

Piala Sudirman 2013: Bangga Meski Kalah!!

Mungkin hampir semua penggemar bulutangkis tahu kalau dari tanggal 19 kemarin ada ajang beregu bergengsi yang dipertandingkan, Piala Sudirman. Tahun ini dilangsungkan di negeri tetangga, Malaysia.

Berada di grup A, bersama juara bertahan Cina dan India  membuat peluang Indonesia untuk lolos terbilang lumayan besar. Mengingat India yang hanya unggul di beberapa sektor, yakni tunggal putri dan putra (beberapa pemain mereka sempat menjadi juara atau selalu menyulitkan tunggal-tunggal terbaik dunia). Sedangkan di nomor ganda, pasangan-pasangan kita lebih bagus secara prestasi dan peringkat.  Kita masih bisa merebut poin dari India, dan setidaknya melaju ke putaran selanjutnya sebagai runner up grup di bawah Cina (yang hampir bisa dipastikan sebagai juara grup).

Yang semuanya memang terbukti, Indonesia lolos ke babak perempat final setelah menang lawan India dan kalah melawan Cina (India tersingkir karena tak pernah menang). 

Di babak perempat final, berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, penentuan "siapa bertemu siapa" dilakukan dengan undian (ini lebih karena faktor skandal Olimpiade London sebelumnya). Sayangnya, hasilnya mempertemukan Indonesia dengan Cina kembali (yang sangat tidak menguntungkan @_@ ).

Maka bertemulah keduanya pada siang tadi.

Partai pertama yaitu ganda campuran mempertemukan dua ganda terbaik dunia, Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir vs Xu Chen-Ma Jin. Karena sudah pernah bertemu dan saling mengalahkan, permainan berlangsung ketat. Set pertama dimenangkan Owi/Butet 21-18, lalu kalah 14-21 di set kedua, dan akhirnya berhasil menang 21-16 di set penentuan. Indonesia unggul 1-0.

Cina berhasil menyamakan kedudukan melalui Chen Long yang mengalahkan Tommy Sugiarto, 21-11, 21-15.

Partai ketiga berlangsung ketat. Meski peringkat Rian Agung Saputor/Angga Pratama di bawah Cai Yun Fu Hai Feng, namun mereka memberikan perlawanan yang sengit.  Dengan agresifitas gempuran yang tak berkurang, Rian-Angga menang 19-21, 21-18, 21-15. Kedudukan menjadi 2-1 untuk Indonesia.

Namun, di partai selanjutnya Lindaweni Fanetri kalah atas Li Xue Rui 16-21, 13-21. Cina menyamakan kedudukan 2-2.

Di partai terakhir sekaligus penentuan, pasangan dadakan Liliyana Natsir/ Nitya Krishinda Maheswari harus meladeni ganda putri terbaik Cina, Yu Yang/ Wang Xiao Li. Dengan jatuh bangun, Butet-Nitya terpaksa mengakui kehebatan pasangan Cina itu, 12-21, 19-21.  Cina pun melaju ke semifinal.

Meski kalah, namun ada rasa bangga. Berbeda dari penyisihan grup, dengan strategi, Indonesia bisa melayani Cina. Sektor ganda campuran dan putra yang memang menjadi andalan kita, berhasil menyumbangkan nilai.

Semangat pemain yang tak main-main ditambah kepengurusan organisasi bulutangkis kita yang baru sepertinya membawa angin segar bagi perbulutangkisan Indonesia. Menjanjikan sekali.

Dengan performa seperti ini, tak muluk kalau memasang target tahun depan buat Uber dan Thomas. Semoga!!!

22.5.13

Kalau Mama Minta Pulsa??

Bagaimana kalau Mamamu tiba-tiba minta pulsa? Bukan Mama yang itu, ya.

Apa mesti kelabakan cari konter voucher pulsa dulu? Atau minta ke teman yang jualan pulsa? Waduh, kelamaan. Keburu Mama marah-marah ;)

Ada loh solusi yang cepat, murah lagi menguntungkan. Yaituuuuuuuu, dengan berjualan pulsa elektrik. Suer deh, ga pake boong!

Pengalaman membuktikan. Saya sudah berjualan pulsa sejak tahun 2007, walau hanya kecil-kecilan (karena modalnya tak pernah besar-besaran karena sebagian besar cuma untuk orang-orang dekat dan pemakaian pribadi). Menjual pulsa elektrik membuat saya memiliki "kemerdekaan" dalam hal perpulsa-an. Jarang ada masa di mana saya kelabakan gara-gara pulsa tak ada. Orang sekitar juga bisa dengan mudah mengisi pulsanya, karena ada saya yang berjualan. 

Soal keuntungannya? Saya belum melakukan pembukuan buat bisnis ini. Namanya saja kecil-kecilan, tak ada kounter, jadi uang yang masuk biasanya saya pakai kembali.

Namun, kalau diseriusi, bisnis ini bisa sangat menguntungkan. Saya perhatikan di sekitar lorong di daerah rumah saya, jarang ada kounter pulsa. Padahal yang punya telepon genggam banyak, karena hampir setiap orang sekarang, mempunyai satu atau bahkan dua handphone.

Pulsa sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, seperti nasi. Tak ada pulsa maka hidup bisa galau (halaaahhhh....), makanya bisnis pulsa adalah sebuah bisnis yang berprospek cerah ceria.

Voucher pulsa sendiri ada yang fisik dan ada yang elektrik. Nah, yang terakhir adalah yang sangat fleksibel untuk dijual. Karena kita tak terikat dengan kertas atau kartu pulsa. Hanya dengan sms, ym atau chat di Facebook, kita bisa mengisi pulsa. Efektif dan efisien, kan???? Apalagi kalau bagi mereka yang handphone-nya bisa berinternet, dijamin lebih mudah dan murah.

Perusahaan yang menyediakan pulsa elektrik sekarang berhamburan. Nah, salah satu perusahaan yang bonafid dan terpercaya adalah Pojok Pulsa yang telah beroperasi sejak empat tahun yang lalu. Pulsa murah untuk semua operator dan berbagai fitur yang ditawarkan sangat cocok untuk semua kalangan yang ingin berbisnis pulsa. Daftar gratis, deposit pulsa yang bebas, bisa transaksi via YM atau gtalk bahkan chat FB, rekap transaksi yang tersimpan lengkap dalam webreport, serta tersedianya juga pulsa PLN, adalah salah banyak dari sekian fitur/keunggulan yang ditawarkan Pojok Pulsa.

Tunggu apalagi? Segera daftar di Pojok Pulsa untuk memiliki kemerdekaan dalam ranah per-pulsa-an. Dan, jangan galau lagi kalau Mama tiba-tiba minta pulsa.


Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:
Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

19.5.13

Jepang atau Korea?

Maniak atau tidak, yang jelas saya suka drama. (Tapi bukan sinetron Indonesia, ya, catat!) Drama yang ini adalah dorama (drama Jepang) dan k-drama (drama Korea). Dan, tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam. 
Silakan dinikmati :)

Dorama^^ 
Ada siswa baru di sekolah. Penampilannya menyeramkan, rambutnya kusut, jalannya aneh dengan kepala yang selalu menunduk. Nobuko Kotani namanya. Di pihak yang lain, Kiritani Shuji adalah siswa paling populer. Walau mukanya biasa (pendapat saya loh ya, penggemarnya Kamenashi Kazuya jangan marah, hehe), namun sifatnya yang supel, punya banyak kawan dan punya pacar paling cantik di sekolah membuatnya disukai banyak orang. Kemudian, ada Kusano Akira. Cowok yang status kepopulerannya berbanding terbalik denga Shuji. Bertiga mereka lalu berteman. Shuji dan Akira akhirnya menjadi "produser" bagi Nobuko (yang mereka ganti namanya menjadi Nobuta. Tujuannya: Membuat Nobuta menjadi siswi paling populer di sekolah. (Nobuta wo Produce, 2005)
Cuplikan di atas berasal dari dorama Nobuta wo Produce, dorama yang banyak bercerita tentang persahabatan. Dorama yang saya tonton di tahun 2009 setelah membaca rekomendasi beberapa review di blog para pecinta dorama. Dorama yang sangat menyentuh dan bertaburan makna. Very recommended :)
Dorama atau drama Jepang sudah saya jumpai semenjak kecil. Masih ingat dengan Oshin? Kisah Oshin, seorang pengusaha jaringan supermarket di Jepang pernah ditayangkan di TVRI di tahun 80-an itu adalah salah satu dorama yang sukses di Indonesia. Juga Rindu-Rindu Aizawa yang pernah tayang di TPI, yang bercerita tentang gadis kecil yang berjuang setelah ditinggal kedua orangtuanya. Dan banyak dorama-dorama lain yang diputar di stasiun TV nasional (terutama Indosiar). 

12.5.13

My First Love: Writing


Cinta pertama? Waduh, tema yang rumit bin ajaib, hehe. Tapi, cinta kan universal, toh? Apa saja bisa jadi cinta pertama kita, gak musti tentang "seseorang", kaaaaaaaan? Oh ya, tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima. Mari kita mulai saja....!!

Bermula dari Diary

Kayaknya semua anak sekolahan di Indonesia di masa dimana internet dan Facebook belum merajalela membahana seperti sekarang pasti kenal dengan yang namanya buku diary.
Saya masih ingat diary pertama saya di tahun terakhir sekolah dasar, buku berisi halaman warna warni yang ditempeli beberapa stiker karakter Disney. Hadiah ulang tahun dari kakak saya yang pertama. Sekedar info saja, saling memberikan hadiah ulang tahun bukanlah kebiasaan dalam keluarga kami, itulah mengapa hadiah itu sangat istimewa (jarang-jarang to!).
Semenjak ada diary itu, saya jadi rajin bercerita melalui tulisan. Hanya saja temanya selalu seragam, pasti tentang ujian dan ulangan. Atau pekerjaan rumah. Mungkin karena terlalu "stress" dengan suasana belajar yang terlalu "padat", beda dengan sekolahan yang lama yang santai banget, saya jadinya mencurahkan semuanya ke dalam diary.
Diary itu bertahan beberapa tahun, hingga saya SMA barulah menggantinya dengan yang baru. Meski tak rajin update, namun saya tetap berusaha mengisinya. Dan kalau tak salah, semua isinya tentang sekolah dan kawan-kawan. 
Masuk kuliah, saya masih setia dengan diary itu. Hanya saja, kuantitas menulis saya menurun tajam. Mungkin karena kuliah yang menuntut konsentrasi yang lebih besar di banding sekolah. Hingga saya lupa menaruh buku diary itu dan kehilangannya.

5.5.13

Warna Saya Biru?

Jika ditanya tentang warna, biasanya saya akan menjawab "Biru!", walau sebenarnya saya tak tahu saya sukanya warna apa. Serius. Sepertinya saya memang dalam proses mencari warna, kalau bisa dibilang begitu. Eniwei, tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat. 

Biru adalah warna yang dekat dengan saya, mungkin itu kali yang membuat saya selalu mengasosiasikan warna favorit dengannya.

Yang pertama, warna gorden di kamar.
Entah kenapa Mama memilih warna biru. Yang jelas, gorden biru itu sudah ada sejak saya "pulang". Gorden yang terbuat dari kain licin (saya tak tahu jenis kainnya) dan modelnya sempat menjadi tren beberapa tahun yang lalu. Warnanya bukan biru muda (seperti yang saya lebih suka), tapi biru yang lebih terang. Yang jelas, fungsinya untuk menutupi jendela di malam hari dari luar terpenuhi dengan sempurna. 

gorden biru

28.4.13

Wanita-Wanita Perkasa

Tentang wanita-wanita perkasa.
Karena dedikasi dan keteguhan hati mereka.
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga.

Wanita-Wanita Pertama

Hari sudah semakin siang. Jualannya hanya sedikit yang laku.
Matahari semakin meninggi, melunturkan bedak tebal berwarna putih di wajahnya.
Kawan-kawannya yang lain sudah mulai pulang ke rumah. Mereka lebih beruntung hari ini.
Semenjak subuh sudah menuju ke pelelangan, bertarung dengan para penjual yang lain.
Mencari ikan paling bagus dan juga murah. Demi sesuap nasi hari ini.

20.4.13

Yang Paling Kubanggakan, Kendari.

Tulisan ini diikutkan pada  8 Minggu Ngeblog  bersama Anging Mammiri, minggu kedua.



"Darimana?"
"Kendari."
"Ohhh, Kendari. Dimana itu? Kalimantan  ya?"
(Argggghhhhh, ini orang tak pernah belajar IPS ya dulu di SD.)
"Bukan, itu di Sulawesi, Sulawesi Tenggara."
"Ohhh, Sulteng."
(Lagi-lagi......@_@)
"Sultra, bukan Sulteng. Sulteng itu Sulawesi Tengah."


Kejadian yang beberapa kali menimpa saya. Membuat saya menjadi sedih. Sebegitu tak terkenalnya-kah Kendari??
Bagi yang di Makassar atau di belahan Sulawesi yang lain mungkin pasti tahu dengan Kendari (keterlaluan mah kalau tidak, hehe). Tapi, untuk warga di sebaran Indonesia yang lain ternyata banyak yang awam dengan Kendari.
Kendari (dari mata saya) adalah kota yang tak terlalu kecil, tak besar, singkatnya sedang-sedang saja. Di manakah letaknya? Pastinya di pulau Sulawesi (kan di Sulawesi Tenggara), hehe.

Tahu pulau Sulawesi kan? Pulau itu punya dua kaki, selatan dan tenggara. Nah, kalau sebelah selatannya adalah Sulawesi Selatan, maka yang sebelah tenggara itulah provinsi Sulawesi Tenggara yang punya ibukota : Kendari. Sudah tahu kan??
Masih belum juga?? (Geleng-geleng kepala)
Oke, mari kita buka peta.

11.4.13

Kersen, Jambu Air dan Rambutan


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Suatu sore, April 1994
Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time, waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!!
Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm...,
Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam.
Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku.


Kersen (gambar dari sini)

7.2.13

Unduh Video dari DailyMotion di Ubuntu 10.10

Jadi begini, beberapa tahun terakhir gara-gara pengaruh seorang kawan (halah, halah), saya jadi kecanduan sebuah Variety Show dari Korea, sebut saja RM (loh, kok kaya tayangan investigasi..hehe). Namanya Running Man.
Setelah bertahun-tahun tak pernah punya pengalaman berhasil mengunduh video dari internet, saya merasa ada yang kurang ;)
Maka mulailah saya menggugling.
Keyword pertama : download dailymotion ubuntu. Program yang ditawarkan pertama adalah Clive. Usaha menginstalnya tak  berhasil. Ubuntu saya rupanya tak mau. 
Program yang kedua, ClipGrab. Lalu searching lagi cara menginstalnya, tapi tak berhasil.  Keyword selanjutnya, install clipgrab ubuntu mengantarkan saya ke link ini. Sebuah situs yang beberapa kali juga membantu saya menyelesaikan berbagai persoalan pelik ubuntu (hedeeeuuh). 
Berikut adalah  perintah yang dimasukkan ke terminal untuk menginstalnya, memanfaatkan PPA-Personal Package Archive. Note: saya hanya awam soal ubuntu, tapi sepertinya PPA ini penting.. (ya iyalah^^)
sudo add-apt-repository ppa:clipgrab-team/ppa
sudo apt-get update
sudo apt-get install clipgrab

Dan percobaan pertama gagal!! Ternyata, saya ceroboh menyalin semuanya ke terminal, mestinya satu persatu. Percobaan kedua, dengan satu persatu dieksekusi di terminal, akhirnya ClipGrab bisa terinstal juga di Ubuntu 10.10 saya. Alhamdulillah. Saya pun segera mengunduh salah satu episode RM, dan berjalan sukses (selain juga karena jaringan internet Speedy yang "kencang"-Bukan IKLAN).
 
Cara menggunakan ClipGrab sama seperti KeepVid (yang banyak dipakai). Tinggal menyalin alamat video di Dailymotion atau Youtube lalu proses. Simpel banget.

Yang mau nyoba silakan, yang punya OS lain juga bisa menginstalnya. Clipgrab juga kompatibel di OS yang lain.



*finally, menulis tentang Ubuntu lagi

21.1.13

Ahsan-Hendra, Daebak!!

Malaysia Super Series berakhir kemarin. Dua wakil Indonesia di final hanya mampu mempersembahkan satu gelar, ganda putra.

Laga ganda putra yang mempertemukan pasangan kita, Muh. Ahsan-Hendra Setiawan dengan ganda Korea, Lee Yong Dae-Ko Sung Hyun memberikan tontonan yang menyegarkan sekaligus tak terduga bagi saya. Sebab, sehari sebelumnya saya hanya memperkirakan pasangan kita ini merebut runner-up. Pasangan Korea menurut saya lebih unggul, selain juga karena mereka sebelumnya menang minggu lalu di Korea Open (yang peringkat turnamennya lebih tinggi dari Malaysia Super Series).

M.Ahsan-Hendra Setiawan di Malaysia Super Series 2013(sumber olahraga.kompas.com)

Peringkat pasangan Indonesia yang baru mencapa 66 dunia di atas kertas jauh dari pasangan Korea yang sudah masuk sepuluh besar dunia (6 BWF). Namun, progress pasangan kita di turnamen ini lumayan mengagumkan. Rata-rata waktu tiap pertandingan yang mereka mainkan hanya di bawah 30 menit, yang berarti permainan mereka cepat dan akurat. Begitupun dengan pertandingan kemarin berjalan selama 29 menit saja. Sungguh prestasi yang mencengangkan.

Pertandingan final Ganda Putra Ahad kemarin berjalan cepat. Lee Yong Dae dan Ko Sung Hyun memperlihatkan performa yang antiklimaks. Mungkin faktor kelelahan secara emosional mengingat mereka telah bertanding selama lima minggu tanpa henti dan selalu mencapai final. Berbeda dengan ganda Indonesia yang terlihat lebih siap dan selalu mengambil inisiatif penyerangan. Ahsan dan Hendra nampak lebih "cool", keren (haha, subjektif sekali memang!!). Ahsan yang bisa saya katakan biasanya "temperamental" waktu berpasangan dengan Bona, kini tampak matang. Smesh-smeshnya lebih akurat dan jarang membuat kesalahan sendiri. Hendra yang lebih punya pengalaman (dari segi waktu dan jumlah gelar) mengatur pertandingan kemarin dengan apik dan berhasil membungkam Lee Yong Dae. Lee Yong Dae hanya bisa geleng-geleng kepala, tak tahu harus menggunakan strategi yang mana lagi untuk menembus pertahanan dan membalas serangan ganda kita. Pasangan kita unggul dua set langsung, 21-15 21-13.

Faktor lain (dari info komentator) yang turut menyumbang kemenangan Ahsan-Hendra adalah gaya permainan mereka yang sama sekali baru, sehingga menyulitkan pasangan lain untuk membaca arah permainan mereka. Pasangan yang baru diduetkan setelah Olimpiade London ini memang memiliki cara bermain yang sama sekali beda dari gaya Ahsan-Bona ataupun Markis-Hendra (pasangan mereka sebelumnya). 

Kesimpulannya, permaianan gandra putra kita, Muh.Ahsan dan Hendra Setiawan di final Malaysia Open kemarin memang hebat, DAEBAK!! 

-------------
Selain mereka, Sony Dwi Kuncoro juga maju ke final. Sayang, dia dikalahkan oleh Lee Chong Wei. Sesuatu yang memang sudah diperkirakan.

Hasil pertandingan yang lain bisa dibaca di sini.