28.4.13

Wanita-Wanita Perkasa

Tentang wanita-wanita perkasa.
Karena dedikasi dan keteguhan hati mereka.
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga.

Wanita-Wanita Pertama

Hari sudah semakin siang. Jualannya hanya sedikit yang laku.
Matahari semakin meninggi, melunturkan bedak tebal berwarna putih di wajahnya.
Kawan-kawannya yang lain sudah mulai pulang ke rumah. Mereka lebih beruntung hari ini.
Semenjak subuh sudah menuju ke pelelangan, bertarung dengan para penjual yang lain.
Mencari ikan paling bagus dan juga murah. Demi sesuap nasi hari ini.

20.4.13

Yang Paling Kubanggakan, Kendari.

Tulisan ini diikutkan pada  8 Minggu Ngeblog  bersama Anging Mammiri, minggu kedua.



"Darimana?"
"Kendari."
"Ohhh, Kendari. Dimana itu? Kalimantan  ya?"
(Argggghhhhh, ini orang tak pernah belajar IPS ya dulu di SD.)
"Bukan, itu di Sulawesi, Sulawesi Tenggara."
"Ohhh, Sulteng."
(Lagi-lagi......@_@)
"Sultra, bukan Sulteng. Sulteng itu Sulawesi Tengah."


Kejadian yang beberapa kali menimpa saya. Membuat saya menjadi sedih. Sebegitu tak terkenalnya-kah Kendari??
Bagi yang di Makassar atau di belahan Sulawesi yang lain mungkin pasti tahu dengan Kendari (keterlaluan mah kalau tidak, hehe). Tapi, untuk warga di sebaran Indonesia yang lain ternyata banyak yang awam dengan Kendari.
Kendari (dari mata saya) adalah kota yang tak terlalu kecil, tak besar, singkatnya sedang-sedang saja. Di manakah letaknya? Pastinya di pulau Sulawesi (kan di Sulawesi Tenggara), hehe.

Tahu pulau Sulawesi kan? Pulau itu punya dua kaki, selatan dan tenggara. Nah, kalau sebelah selatannya adalah Sulawesi Selatan, maka yang sebelah tenggara itulah provinsi Sulawesi Tenggara yang punya ibukota : Kendari. Sudah tahu kan??
Masih belum juga?? (Geleng-geleng kepala)
Oke, mari kita buka peta.

11.4.13

Kersen, Jambu Air dan Rambutan


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Suatu sore, April 1994
Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time, waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!!
Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm...,
Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam.
Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku.


Kersen (gambar dari sini)