27.11.11

Kalau Nggak Ngenet, jadinya Ndeso^^

Mengenal internet semenjak kuliah dan tinggal di Makassar, di saat mencari bahan di internet adalah sebuah keniscayaan. Awal kuliah, saya pernah sekali ikut pelatihan internet, agar lumayan kalau mau masuk ke warnet, biar tak malu-maluin amat, soalnya saya bisa dibilang dari kampung. Di kota kelahiran saya, Kendari waktu itu, internet belum terlalu masif seperti di Makassar.

25.11.11

To You, Mrs.R

"Kenapa ndak ada yang bawa peta?"
"Beberapa hari yang lalu kan sudah dikasih tau, hari ini bawa peta!"
"Keluar semua!"
Kami pun berbaris keluar.
Lalu, pletak!!!  Satu persatu pantat kami diberi lidi, kecuali saya. Saya mendapat dispensasi, karena masih terhitung murid baru.
Walau tak ikut dihukum, tapi saya seperti mendapat shocktherapy pagi itu, begitu menyeramkan. Tak sangka, sekolah di kampung itu begitu horor dibandingkan di kota. Saya melempem, menciut, tak berani berbuat yang macam-macam di sini. Ibu guru Randafo, so scary.

18.11.11

Tak Dibuang Sayang, Arena MTQ

Jika ditanyakan lahan terbuka  publik yang representatif, kami sempat berpikiran untuk mengambil lokasi lain selain yang ini.  Namun, setelah melalui pertimbangan, kami pun sepakat dengan tempat ini, Arena MTQ (MTQ Square).
Kendari, kota yang melingkari sebuah teluk bernama sama, adalah kota kami.  Namanya mungkin tak sebesar kota Makassar,  tapi  Kendari punya landmark sekaligus ruang terbuka publik yang mengagumkan, Arena MTQ.

Penampakan kawasan Arena MTQ dari atas (citra google earth)