29.2.12

Supaya Bisa Eksis di Dunia Maya, Ngapain Aja Yah?


Pertanyaan bagaimana supaya eksis di internet, saya lontarkan awal bulan Februari di blog Multiply saya. "Supaya bisa eksis di dunia maya, ngapain aja yah?", begitu redaksi pertanyaan saya, dan jawaban yang masuk beraneka rupa.
  
"Rajin nulis, share pengalaman, tips, journey dll. Rajin silaturrahim k sesama bloggers," jawaban pertama. "Bikin jurnal dan qn (quicknotes)." yang ini dan jawaban pertama tadi khas blogger, blogger memang musti rajin posting. "Buka toko (online)," tipikal jawaban dari seorang online seller, eksis sambil dagang^^. "Rajin mampir n komen. Politik balas budi seringkali berlaku. Haha.. Tapi minimal welcome sama tamu," blogger juga. "Bikin Keributan, posting-posting artikel yang berbau SARA, PROVOKASI, HINAAN. Dijamin Eksis..", waduh kalau eksis yang kayak gini, jauh-jauh aahh, ga bakal lama. "Gak ada saran, soale gak bisa ngeksis," teman saya yang gak ngaku eksis, padahal akun blognya dimana-mana (peace fren @_@).

Eksis, apa sebenarnya ukuran yang pas buat eksis di internet? Terkenal, punya akun di mana-mana, sering muncul di kabar maya?

20.2.12

Karena Temannya Menulis itu Membaca

Kalau ditanya atau disuruh menuliskan di formulir-formulir tentang hobi, kebanyakan orang biasanya akan menuliskan kalau hobi mereka adalah membaca. Nah, sama juga dengan saya, hobi membaca. Mungkin karena tidak punya bahan hobi yang lain, atau mungkin karena hobi mereka memang membaca.
Untuk kasus saya, saya memang suka membaca, tapi satu kelemahan saya, yakni tidak suka membeli buku (nah loh!). Lama baru saya sadari, setelah selesai kuliah, kalau kebiasaan saya ini (kalau bisa dibilang kebiasaan) ternyata berdampak kurang baik. Membaca, menjadi suatu kesukaan saja, bukan menjadi kewajiban. Padahal, kalau ingin maju, katanya kita sebaiknya membaca satu buku satu hari (yang ini saya lupa dapat dari mana).
Kalau ingin membaca suatu buku, saya paling suka meminjamnya. Apakah dari teman atau dari perpustakaan. Itulah yang membuat koleksi buku saya amat sangat minim. Tapi setelah bekerja, saya ingin merubah "kebiasaan itu", saya akan membeli buku..dan membaca banyak buku..

______________________

Postingan di atas adalah postingan lama, saya tulis pada April, 2008, beberapa bulan setelah pindah ke Jakarta untuk bekerja. Apa yang terjadi, setelah itu saya mulai rajin membeli buku.

Bermula dari kunjungan akhir pekan ke rumah Paman saya di Rawamangun, daerah UNJ. Saya sering melewati toko buku islami. Buku pertama yang saya beli di sana adalah "Hari Ini Aku Cantik Sekali" dari Azimah Rahayu. Buku tak terlalu tebal dan bersampul merah jambu. Dan , alhamdulillah saya menyukainya. Semenjak itu, saya sering membeli buku di situ, dan juga di toko buku di belakangnya.

Akses internet yang lancar dan cepat juga menumbuhkan passion saya yang lain, menulis. Waktu di Kendari, saya hanya bisa ke Warnet seminggu sekali, buat berselancar atau mengisi blog. Maka, di kantor pusat, saya bisa tiap hari menulis di blog. Bahkan, merasa ada yang kurang kalau tak ngeblog (halah..).
 

Karena sudah punya penghasilan sendiri, maka saya bisa berbelanja lebih. Soal buku, selain di toko biasa, saya juga membeli lewat toko online.

4.2.12

Buku di Januari

Tak ada review, hanya berupa daftar aja :). Berikut adalah buku-buku yang saya baca di bulan Januari kemarin :

1. Living islam , Herry Nurdi,
2. Indonesia mengajar , pengajar muda,
3. Ayahku (bukan) Pembohong, Tere Liye,
4. Cara Mudah Belajar Bahasa Korea,  Fisra Afriyanti,
5. 40 Dosa Lisan Perusak Iman, Wahid Abdus Salam Bali,
6. Pasukan Mau Tahu : Misteri Surat Kaleng,  Enid Blyton, dan
7. Curtain : Poirot's Last Case, Agatha Christie.