27.1.12

Bergulat dengan Poirot


Semalam, mencoba berkegiatan membaca lagi.
"Yang dilakukan penulis saat tidak menulis adalah membaca", begitulah kutipan motivasi yang ingin saat terapkan. Melihat jejeran buku yang telah lama menunggu untuk saya lahap, pilihan saya jatuhkan pada Curtain- Hercule Poirot's Last Case, ciptaan Agatha Christie.
Novel bergenre misteri ini saya beli sudah lama, di Gramedia Golden Truly sekitar 2009 lalu. Saya tak pernah membacanya dengan penuh kesungguhan, padahal dulu saya adalah penggemar buku-buku misteri. Misteri Pondok Terbakar, Misteri Kucing Siam, Misteri Naga Batuk, dan misteri-misteri lainnya saya suka (eh, itu buku untuk anak-anak Pia..bukan misteri beneran ).




 
Curtain : Poirot's Last Case 
Buku itu dibuka dari pandangan Kapten Arthur Hastings, teman baik Hercule Poirot. Dia diundang ke sebuah Vila di desa Styles untuk bernostagia. Tapi, ternyata Poirot mengajak Kapten Hastings ke sana untuk menyelidiki kasus, dan menangkap pembunuh. Pembunuh yang dimaksud rupanya telah melakukan 5 pembunuhan yang tampak tidak saling berkaitan.
Baru sampai ke bab Lima, saya rupanya tak sanggup lagi. Televisi mengalihkan konsentrasi saya, sebuah drama China dan film The Chronicles of Narnia lebih menarik. Saya berhenti dulu "berkelahi" dengan Poirot, nanti malam atau besok baru disambung lagi.  


*gambar dari bukukita.com

24.1.12

Wanita dan Harumnya

Seorang wanita menaiki angkot yang juga saya tumpangi. Penampilannya rapih, dalam seragam.  Dia mengambil posisi di sebelah saya. Seketika tercium bau parfumnya, saya memang agak sensitif dalam hal wewangian.
Teringat sebuah hadits yang isinya kira-kira tentang wanita yang keluar rumah dan tercium bau wewangiannya oleh lelaki lain, maka wanita tersebut sama dengan pelacur, naudzubillah!
Kita sering lalai dengan hal-hal yang kecil, menganggap ini sudah ketinggalan jaman. Kalau gak wangi tidak gaul. Namun, kalau nantinya disamakan dengan pelacur, saya memilih tidak gaul. Dan Alhamdulillah, saya memang tidak memakai parfum karena alergi.
Sesungguhnya bukan saja pakaian dan akhlak kita sebagai wanita yang bisa menjerumuskan, tapi wangi kita juga. Maka, berhati-hatilah.




18.1.12

(Sebenarnya) Speech

Kemarin sore, telepon saya berdering..(dari nomor jakarta)
"Dengan Waode Sitti....?"
"Iyahhh..." (saya memutar otak dengan keras, mungkin ini teman dari kantor pusat, mau saya kerjain..)
"Kami dari Lomba Blog AQUA" (wait a minute..gak jadi ngisengin)
mengkonfirmasi bahwa saya adalah salah satu nominator. Dan acara penyerahan hadiah yang akan diselenggarakan keesokan harinya, di Wisma Antara - Jakarta, membutuhkan kehadiran kami, para calon juaranya, atau perwakilannya saja.
Karena sudah tak mungkin saya ke Jakarta sore itu juga, maka saya berusaha menghubungi teman saya di Jakarta. Teman pertama menyanggupi, asal sore hari. Melihat susunan acara yang rencananya di pagi hari, dia akhirnya mengundurkan diri. Orang kedua, adalah paman saya. Ternyata, tanpa tawar menawar panjang, beliau pun menyanggupi. Beres!

And, we proudly present..the winners are..

Para pemenang



12.1.12

November Rain in Jakarta

It's November, and it's rainy season again, here in Jakarta.
Udara yang biasanya panas panas dan kering, berubah dingin dan basah. Aku masih “tertinggal” di kantor yang sudah mulai sepi, dengan tugas-tugas demi even yang akan diadakan besok.


Sepintas ku tengok kaca jendela penuh dengan titik-titik air dan berembun, seharusnya AC tak usah dinyalakan, udara ruangan ini terlalu dingin buatku. Ku eratkan jaket tebalku, yang selalu menemani tubuhku melalui udara dingin di kantor ini. Tanganku mulai beku.
Hari ini tanggal sepuluh , dan besok tanggal sebelas. Petinggi-petinggi itu rupanya pandai memilih tanggal, sebelas bulan sebelas. Sebuah tanggal cantik hingga perayaan besok pasti akan meninggalkan kesan. Kami pun telah dibagi seragam. Ya, seragam, bukan sembarang pakaian yang tiap hari kami kenakan. Peristiwa penting tanpa seragam berasa hambar jadinya.

10.1.12

Kemana Pengawas Pemilu??

Jalanan Kendari yang lengang, tak banyak kendaran yang lewat.
Macet pun sesekali saja, di lampu merah, hehe. 
Tapi, entah mengapa wajah-wajah di pinggir jalan mengganggu konsentrasi saya, dalam menghayati panorama alam. 
Wajah-wajah dalam baliho, penuh senyum palsu hasil editan potosop.
Ini bukan masa kampanye. Pemilukada baru akan dimulai tahun depan, untuk walikota.
Sedang untuk pemilihan gubernur, dua tahun lagi.
Kemana para pengawas pemilu, bawaslu dan KPU?
Tampaknya mereka lagi asyik sendiri, ada yang berantem dan main tuntut-tuntutan.
Sehingga peserta jalan masing-masing, tanpa aturan dan mata yang mengawasi.
Mulai bergerilya dan melancarkan aksi money politics.
Rakyat yang dibawah pun banyak yang ketawa ketiwi, lihat hiburan seru sekali.
Namun akhirnya akan menangis, karena yang dipilih ingkari janji.

8.1.12

Meet a Friend

Bermula dari pesan di akun Linkedin saya, 

Seorang teman lama, yang saya kenal selama kerja di kantor pusat rupanya ingin berjalan-jalan ke Kendari, khususnya stasiun gempa tempat saya sekarang.  Saya menjawab, silakan datang, ada banyak pemandangan laut di sini, juga rocking road (hehe, yang bener itu rocky road, dari teman saya).

Untuk memuluskan, kami pun bertukar nomor telepon juga. Nah, kalo saat imel-imelan memakai boso inggris, maka sms-sms dilakukan dalam bahasa indonesia. Rupanya Ole memang lagi menggiatkan berbahasa Indonesia (padahal kita maunya berbahasa Inggris dengan bule, kebalik ya^^). Alhamdulillah..saya tak perlu lagi berpotang panting mencari kata Inggris yang tepat, hehe 


5.1.12

Sedikit Berstatistik

Di bawah adalah gambaran dari jumlah postingan saya dalam tahun, 2008 sejak saya memulai blog ini, hingga tahun 2011 kemarin. 


2008 adalah masa rajin saya, 58 postingan. Lalu menurun di 2009, dengan 20 tulisan, hingga menukik ke angka 5 di tahun berikutnya, 2010. Tahun-tahun ini memang jaman kegelapan bagi blog ini, karena adanya Facebook dan aktivitas lain. Ngeblog mulai saya giatkan lagi di 2011, lumayan dengan 15 postingan, setidaknya naik 200% dibanding tahun sebelumnya :) 
Kuantitas tulisan dalam blog memang tak selalu menjadi patokan, asalkan berkualitas. Tapi, melihat keinginan saya untuk menulis buku, sebaiknya kegiatan mengisi blog juga mesti saya tingkatkan *(notetomyself). Membaca juga, karena teman menulis itu membaca. Kegiatan membaca dan menulis seringkali terpinggirkan gara-gara socmed dan televisi :(, kebiasaan yang sangat perlu untuk dikurangi *(notetomyselfagain).
Blog ini juga, sudah jarang saya otak-atik, kebanyakan gara-gara koneksi yang lelet. Lebih sering lagi karena malas. Sesuatu yang juga harus dikurangi *again, noted!


Kata kunci hari ini, membaca, menulis dan kreatif!!