28.11.08

Thanks to You

25 November sudah lewat memang, tapi tidak pernah terlambat untuk bilang

"terima kasih guru-guruku, jasamu banyak sekali untukku.."

Terima kasih untuk guru di SDku. Bu Wa Ode Randafo, guru kelas Enam. Banyak memori terukir denganmu.
Terima kasih untuk Pak Sofyan, guru Bahasa Inggris serta Wali Kelasku di SMP. Terima Kasih telah mengenalkanku dengan English Language.Terima kasih untuk Guru Matematikaku di SMP, yang telah menjadi fansku (halah..)Terima kasih untuk Pak Sukarman, yang telah memberikan "shock therapy" di awal pelajaran matematika, saat baru masuk SMA.Terima kasih pada tiga Ibu Guru Fisikaku yang cantik, yang membuatku jatuh cinta pada Fisika.Terima kasih pada Pak Suradin, yang membuat EBTANAS KIMIA terasa mudah.
Pada Pak Salim, yang membuatku semakin "tergila-gila" dengan Fisika.
Terima kasih pada guru-guru lain, seIndonesia.
Semoga kami, murid-muridmu akan mampu membanggakan kalian.

26.11.08

2036's asteroid

Armageddon, film fiksi ilmiah yang dibuat tahun 1998, menceritakan sekelompok ilmuwan yang pergi ke luar angkasa dalam misi membelokkan orbit asteroid yang diperkirakan dapat menabrak bumi. Ini bukanlah kisah fiksi belaka. Para ilmuwan dari German Aeronautics Center memperkirakan pada tahun 2036, sebuah asteroid berukuran sangat besar, berdiameter 350 meter kemungkinan besar akan jatuh ke bumi. Dampak yang ditimbulkan setara dengan 3000 bom atom, kekuatan besar yang bisa menghancurkan kehidupan manusia di bumi.
Berbagai usaha telah dirintis untuk mempertahankan bumi. Mulai dari rencana peluncuran wahana yang akan mengorbit, mendarat serta menyelidiki asteroid tersebut. Serta pengujian roket yang mampu mengubah jalur orbit.
Sebetulnya, hal ini bukanlah sesuatu yang baru bagi bumi. Sekitar 65 juta tahun yang lalu, sebuah asteroid raksasa pernah jatuh ke bumi, dan membinasakan hampir seluruh kehidupan di planet ini.
Pencarian benda-benda di angkasa yang berpotensi sebagai asteroid penghancur terus dilakukan. Usaha telah dilakukan, semoga Allah memberikan akhir yang baik bagi kita semua dan menjadi makhluk yang berguna bagi makhluk yang lain.

12.11.08

Mission Impossible

"Ini seperti mission impossible, gak mungkin !" ujar mr. Y. Acara yang akan berlangsung di hari kedua minggu depan itu menjadi sumber ujarannya. Sebenarnya tugas kelompok kami tidak terlalu berat. Hanya membuat list undangan, dan mengurus segala hal yang berkaitan dengan undangan. Tapi, ternyata kenyataannya tidak demikian. Kami terus menerus dipusingkan dengan jumlah undangan yang terus bertambah tiap detiknya, dan membuat semuanya tampak rumit. "
Saya, sebenarnya tidak terlalu menjadi bagian penting disitu. Kondisi fisik yang kurang fit untuk selalu tinggal di kantor hingga malam, bahkan sampai tidur di kantor, membuat saya berperan hanya sebagai "tim penggembira", membantu apa saja yang bisa saya bantu.
Waktu berlalu, dan tibalah saat atasan langsung saya pulang dari luar negeri dan segera mengambil alih tugas-tugas mr.Y. Beliau yang sebentar lagi pensiun akhirnya bisa bernafas lega dan tersenyum, ahhhhhh.
11 November, jam 10 pagi. Acara peluncuran pun berlangsung, dengan bintang utamanya orang nomor satu di negeri ini. Tombol sirine pun dipencet, menyiarkan bunyi peringatan ke beberapa pantai di sumatera, bali dan sulawesi. Dua jam kemudian, acarapun selesai. Menyisakan makan siang bagi kami, panitia dan pegawai lain. Senyum dan nafas lega, aaaaahhhhhhh, mission has accomplished. Kini, ada misi lain lagi, coklat suvenir, hmmmm...enak.


8.11.08

Drama itu akhirnya berakhir

Minggu lalu, dua drama yang telah berlangsung berbulan-bulan akhirnya menemui ujungnya juga. Pelaku utamanya, dua orang keturunan Afrika mencatatkan diri mereka ke dalam buku sejarah sebagai yang pertama.
Orang pertama, Lewis Hamilton. Pemuda Inggris ini akhirnya bisa meraih gelar Juara Dunia Formula One 2008 setelah tahun lalu gagal bersaing dengan Kimi Raikkonen, Ferrari. Tahun ini, dengan konsistensi dan kerjasama tim yang apik, Lewis membuktikan diri kalau dia bisa. Dengan pertarungan yang sengit di kejuaraan terakhir, di sirkuit Interlagos Brazil, senin dinihari (31/11), waktu Indonesia. Persaingan dua pembalap, Ferrari dengan Felipe Massa dan McLArren dengan Lewis Hemilton berlangsung hingga ke detik-detik akhir balapan. Hamilton yang sebenarnya hanya membutuhkan finish di urutan lima jika Massa menjadi juara, ternyata sempat dilambung oleh pembalap lain. Pihak Ferrari pun sudah mulai merasa menang saat Massa melampaui garis finish. Tapi, semua buyar saat Hamilton berhasill memperbaiki posisinya kembali ke urutan lima di akhir balapan, dan menggenapkan poinnya menjadi 98, satu poin lebih banyak dari Massa. Hamilton pun resmi memperoleh gelar Juara Dunia F-1, dengan capaian sebagai yang termuda dan kulit hitam pertama sepanjang sejarah.
Pelaku sejarah yang lain, Barrack Hussein Obama. Fenomenal, kata yang tepat untuk orang ini. Hanya dalam waktu dua tahun semenjak terpilih sebagai Senator Illinois, dia sudah bisa mencapai kursi Gedung Putih. Obama, dengan segala pesonanya berhasil menyihir publik Amerika dan bahkan dunia. Pertarungannya dengan senator McCain di pemilihan presiden Amerika, berlangsung dengan ketat. Setelah berbulan-bulan, akhirnya pada 5 November lalu, Obama terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44 dan keturunan Afrika-Amerika pertama.
Kedua orang tersebut membuktikan kepada kita bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, sebuah contoh bagi bangsa Indonesia yang kini sedang terpuruk. Jika kita mau berusaha, semaksimal mungkin, apapun yang kita inginkan pasti dapat kita capai.