18.5.15

Piala Sudirman 2015, Dongguan-Cina


Minggu lalu adalah minggu yang sangat "panas" bagi bulutangkis Indonesia sebab ada gelaran Kejuaran Beregu Campuran Dunia dengan piala yang sangat terkenal, Piala Sudirman. Digelar dari tanggal 10 Mei hingga Final di hari Minggu kemarin, 17 Mei 2015, Indonesia berhasil menyabet perunggu setelah terhenti di semifinal hari Sabtu, 16 Mei 2015. Beranggotakan pemain senior seperti Hendra Setiawan, Greysia Polii, M. Ahsan, dan Liliyana Natsir, dan pemain junior seperti Jonatan Christie, Firman Abdul Khalik, dan Hana Ramadhini, capaian Indonesia kali ini lebih baik dari dua tahun lalu yang hanya sampai perempat final.

Menjadi juara di penyisihan grup C, di antara Inggris dan Denmark, perjalanan Indonesia tergolong lancar di perempat final. Berhadapan dengan Taiwan, Indonesia menang dengan skor 3-1, dan satu kemenangan disumbangkan oleh partai tunggal putra yang awalnya tidak terlalu diunggulkan.  Sayang, final yang terlalu dini harus terjadi di semifinal saat hasil undian semifinal Piala Sudirman memastikan Indonesia bertemu dengan Cina.

Pada babak semifinal tersebut, Indonesia harus mengakui keunggulan Cina dengan skor 1-3, dengan hanya kemenangan di nomor ganda putra M. Ahsan - Hendra. S vs Cai Yun - Fu Haifeng dalam skor 21-16 21-17. Tunggal putra yang diwakili oleh Jonatan Christie masih kalah kelas dengan Lin Dan, sementara Bellaetrix Manuputty mengalami cedera dan harus mundur saat set pertama melawan Li Xuerui. Greysia Polii- Nitya Krishinda M.15-21 yang melawan Yu Yang- Tang Yuanting sempat bermain ketat dalam tiga set tapi akhirnya kalah, 21-17 17-21. Cina pun menjadi juara setelah mengandaskan Jepang di babak Final dengan skor 3-0. 

Piala Sudirman tahun ini mencatatkan sejarah bagi Jepang yang mampu menembus semifinal dan final untuk pertama kalinya, setelah tahun lalu juga meraih Piala Thomas dan maju ke final Piala Uber.

Piala Sudirman tahun 2017 akan digelar di Gold Coast, Australia, dan semoga akan kembali ke tangan Indonesia dan akan ada stasiun TV nasional yang menyiarkan. Aamiin.


8.5.15

Ketika 3x4 tidak sama dengan 12

Ketidakstabilan ekonomi akhir-akhir ini sangat berdampak besar bagi kelas menengah bagian dasar seperti saya. Contoh paling nyata adalah kondisi di dapur kami. Harga bahan bakar buat masak, yakni gas elpiji, telah beberapa kali mengalami perubahan (aka kenaikan) hingga ke kisaran harga yang mulai ajaib. Ajaib karena kini telah jauh dari harga 4 tabung gas 3 kg.
Di pengecer kecil, harga gas 3 kg itu 20 ribu rupiah. Nah, sedang harga gas 12 kg sekarang sudah 160-an ribu rupiah. 4 tabung gas 3 kg itu 80rb, yg sama dng isi gas 12 kg, tapi harganya tidak sama :-/
Dari berita di koran dan tv, dikatakan kalau gas 3 kg masih dalam subsidi pemerintah, sementara yang 12 kg sudah tidak. Namun, ada rencana kalau gas 3 kg juga akan dilepas dari subsidi dan harganya mengikuti pasar. Rencana yang pasti akan membawa dampak besar bagi rakyat kecil yang sangat bergantung dengan bahan bakar ini setelah "dipaksa" beralih dari minyak tanah di masa pemerintahan lalu. 
Berdoa dan berusaha, tidak ada yang lain. Masa yang sulit pasti akan terlewati (optimism mode on).