Ketidakstabilan ekonomi akhir-akhir ini sangat berdampak besar bagi kelas menengah bagian dasar seperti saya. Contoh paling nyata adalah kondisi di dapur kami. Harga bahan bakar buat masak, yakni gas elpiji, telah beberapa kali mengalami perubahan (aka kenaikan) hingga ke kisaran harga yang mulai ajaib. Ajaib karena kini telah jauh dari harga 4 tabung gas 3 kg.
Di pengecer kecil, harga gas 3 kg itu 20 ribu rupiah. Nah, sedang harga gas 12 kg sekarang sudah 160-an ribu rupiah. 4 tabung gas 3 kg itu 80rb, yg sama dng isi gas 12 kg, tapi harganya tidak sama :-/
Dari berita di koran dan tv, dikatakan kalau gas 3 kg masih dalam subsidi pemerintah, sementara yang 12 kg sudah tidak. Namun, ada rencana kalau gas 3 kg juga akan dilepas dari subsidi dan harganya mengikuti pasar. Rencana yang pasti akan membawa dampak besar bagi rakyat kecil yang sangat bergantung dengan bahan bakar ini setelah "dipaksa" beralih dari minyak tanah di masa pemerintahan lalu.
Berdoa dan berusaha, tidak ada yang lain. Masa yang sulit pasti akan terlewati (optimism mode on).
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama. S uatu sore, April 1994 Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time , waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!! Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm..., Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam. Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku. Kersen (gambar dari sini )
Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.