30.4.12

Pempek, dari Sumsel lalu Meng-indonesia.

Sumatra Selatan, menginjakkan kaki di tanahmu, aku belum. Satu-satunya anggota keluarga dalam (my inner family) yang pernah kesana, mungkin Bapakku. Aku pernah melihat foto Bapak, berlatar jembatan Ampera. Dari buku pelajaran SD, aku jadi tahu kalau jembatan itu ada di Palembang, Sumatra Selatan.

Cerita-cerita tentangmu hanya aku dengar dari kawan yang pernah atau memang tinggal di sana, kebanyakan melalui blog mereka. Juga tentang artis yang berasal dari sana, seperti Yahya bersaudara dan Anwar Fuady, pemain sinetron kawakan.

Namun, ada satu yang terasa dekat denganku. Sebuah makanan yang memang sangat terkenal berasal dari daerahmu, Pempek.

Suatu hari, sekeluarga dari Palembang tinggal di kosanku. Mereka datang ke Jakarta demi berobat.  Salah satu anak dari si Pak Haji (nama sang Bapak) menderita penyakit mata yang membutuhkan penanganan serius dari rumah sakit mata di Jakarta. Pengobatannya memerlukan waktu yang cukup lama maka mereka pun lama menetap di ibukota.

Beberapa kali mereka membuat Pempek dan beberapa kali juga aku ditawari untuk menyicipinya. Ahh, rupanya enak. Rasanya nikmat, mungkin karena orang Palembang asli yang membuatnya.  Makanan dari tepung itu yang disatukan dengan cuko memang terasa asing di lidah, awalnya. Namun lama kelamaan, aku menikmatinya.


Laporan Olahraga, Senin, 30 April 2012

Dari lapangan tenis, petenis nomor dua dunia, Rafael Nadal berhasil menjuarai Barcelona Open. Nadal mengalahkan rekan senegaranya, Davis Ferrer dalam dua set langsung, 7-6 7-5. Gelar ini adalah gelar ketujuh Nadal di Barcelona, sekaligus mengukuhkannya sebagai Raja Lapangan Tanah Liat.

Rafael Nadal, Barcelona Open 2012

Di cabang bulutangkis, Indonesia mendapatkan satu gelar di India Open dari pasangan ganda campuran (paling bersinar 2012), Lilyana Natsir--Tantowi Ahmad yang mengandaskan ganda Thailand, Sudket Prapakamol--Saralee Thoungthongkam, 21-16 16-21 21-14. Gelar  ini adalah gelar ketiga pada tahun ini buat Butet-Owi sekaligus sebagai juara bertahan. 

22.4.12

A chick Puresento, Batik Cirebon

Hadiah lomba batik Blogfam telah tiba, hatiku gembira, Alhamdulillah.

Sepotong kain batik cap Cirebon warna merah muda, sepertinya motif klasik (sotoy) dibalut kotak berpita. Sepertinya kain ini akan cocok menjadi kemeja, yang dipakai di hari Jumat minggu ganjil, hari wajib Batik di kantor.

Terima kasih buat Blogfam dan para juri, juga buat sponsor, Batikindonesia.com.

21.4.12

Angan-Angan Kesampaian : Bukan Kata Tapi Rasa

Setahun lebih kemari, kira-kira di awal 2011, saat hektik masa-masa transisi mau pindah (mutasi), saya mulai menseriusi dunia tulis menulis. Berbekal laptop baru dan modem, mengikuti satu even antologi yang digelar Robin Wijaya di Facebook. Walau tak lolos, namun menyisakan asa di hati, saya dan kedua teman saya yang juga suka menulis, Artyn dan Rasni : Cita-cita punya buku karya kami bertiga.

Dan kini, di April 2012 ini, buku itu akhirnya lahir juga. Bukan Kata Tapi Rasa, kumpulan puisi mereka berdua yang saya olah dan terbitkan di nulisbuku. Meski bukan kolaborasi murni (tak ada tulisan saya di sana) tapi sudah mewujudkan impian kami bertiga.

Buku Bukan Kata Tapi Rasa

Bagi yang suka puisi, atau mungkin mau belajar buat puisi, silakan pesan di nulisbuku yaaaa.
klik aja di sini. Atau kirim email saja ke admin@nulisbuku.com, pesan bukunya , sertakan nama, alamat serta no.HP...                        ***iklaniklaniklan :)
Namun, kalau yang tak mau repot, silakan komen di bawah ya, nanti dibalas via email saya.

17.4.12

The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta

Jika orang lain mesti menyisihkan uang dan cutinya demi liburan ke pantai atau gunung, maka saya tidak. Tiap hari adalah liburan :)

Dengan hanya menumpang angkot (di daerah saya dikenal dengan pete-pete), maka tiap hari saya akan menikmati nikmatnya angin pantai dan sejuknya gunung dan bukit. 

Adalah purirano, sebuah kelurahan di paling ujung Kendari, lokasi kantor saya. Dengan melewati beberapa tanjakan dan turunan, pantai dan perumahan penduduk, stasiun pengisian BBM, pabrik  Semen, maka sampailah saya di sana. Dua puluh menit saja dari "kota"-nama wilayah di kota ini, yang memang dahulu adalah pusat kota, sebelum bergeser ke pusat yang baru.

Meski secara administratif Purirano masih berada di ibukota provinsi (Sulawesi Tenggara), namun drastis suasana yang ada adalah pedesaan. Rumah-rumah masih jarang, dan embel-embel sebagai kota nyaris tak terlihat, selain jalan yang lumayan mulus.

Langit dan laut biru 

 Saat pagi hari, laut surut dan hujan (dari jendela pete-pete)

15.4.12

UN itu Ujian Kehidupan

Seperti yang telah lama saya dengung-dengungkan, saya tidak setuju dengan UN.


Apa yang diperoleh dari UN?

Dari sebuah bincang biasa dengan seorang kawan yang berprofesi pengajar di sekolah lanjutan atas, yang ada adalah pertunjukan sandiwara tahunan.
Bagaimana tidak, jika UN tlah di depan mata, maka akan ada Tim Sukses bayangan (yang tak ada SK-nya) di setiap sekolah. Tujuannya, untuk memberikan jawaban ke anak murid. Mencengangkan dan memprihatinkan:(
Setiap guru mata pelajaran akan diserahi tanggung jawab untuk mengerjakan soal-soal. Mereka ditempatkan di suatu ruangan, jauh dari pengawas agar leluasa menjawab pertanyaan di lembar naskah UN.  


Mereka yang tak setuju terkadang bisa "diculik". Hati nurani melawan, maka jurus-jurus tolong menolong dikeluarkan campur iba. "Kasihan..kalau tidak lulus masa depan mereka bisa habis." Meski sebenarnya masih ada Ujian Paket B atau C.

Apa yang salah dengan UN? Teman saya itu berujar " Kalau saja, standar kelulusan tak ada, kalau saja sistem kita kembali ke EBTA/ETANAS. Tak ada lagi penentuan semua dalam satu ujian, tanpa melihat semua proses yang ada."
Memang penilaian bukan bertumpu pada nilai UN sahaja, masih ada hasil ujian sekolah, 60-40. Namun, mental pendidikan kita yang tak siap membuat komposisi yang sebenarnya ideal itu hanya sekedar pemanis kata. Di lapangan, semua cara dilakukan agar nilai UN dan ujian sekolah lolos standar. Baik halal dan haram. Tujuan dari standar ujian untuk memperoleh standar nasional nilai dari semua murid se-Indonesia menjadi bias, nilai yang ada hanyalah kebohongan, karena mayoritas diperoleh dari cara-cara tak benar. Ini bukan di satu dua sekolah saja, ini ada di seluruh Indonesia.

11.4.12

Bad News And A Good One

Kemarin, kembali hal itu terulang. Berita buruk dan baik hadir dalam satu masa.

Seorang kawan kehilangan putri tercintanya, putri yang baru dilahirkan tujuh hari sebelumnya.  Putri yang dinantikan bukan saja oleh Ibu dan Ayahnya, tapi oleh kawan-kawan MPers yang lain ( cat: Mpers adalah komunitas pengguna blog Multiply). Belum ada kabar yang pasti mengenai sebabnya, tapi info awal sang putri meninggal karena gagal nafas.
Putri yang cantik, yang pastinya akan menolong kedua orangtuanya di surga nanti, karena begitulah janji Alllah buat mereka yang kehilangan anak di masa sebelum baligh, aamiin, allahumma aamiin.
Kematian begitu dekat, dan bukan tak mungkin ada di sekitar kita. Bekal apa yang telah kita punya? Saya tak berani menjawab yang pertanyaan ini, mengingat banyak sekali dosa dan khilaf :(

Kabar kedua, berita menangnya tulisan saya dalam Lomba Blog Entry Batik yang diselenggarakan Blogfam. Alhamdulillah, postingan yang dibuat mepet deadline itu ternyata bisa mempesona para juri, hehe.  Lomba yang  awalnya saya enggan mengikuti, karena merasa kurang "akrab" dengan batik. Namun karena diingatkan Artyn, akhirnya saya ikut juga. Dan ternyata emang rejeki, sebuah kain  batik cap dan uang menjadi hadiahnya.

Kabar-kabar kemarin memang sudah ditakdirkan oleh Allah, dan mungkin bisa jadi renungan untuk semua.

9.4.12

Mohon Dukungannya, ya^^

Minggu kemarin, saya dan teman-teman (SMA) kembali kumpul-kumpul lagi :)  Agenda ini sudah mulai rutin kami lakukan, semenjak ada momen Long Weekend, dua minggu yang lalu.  Kalo taman Walikota sudah kami pilih dua kali, untuk tempat ngumpul, maka Ahad ini diputuskan Taman Korem (nama pastinya kurang tau :P)  yang jadi lokasi ketemuan.

Agendanya, buat syuting, hehe.  Kebetulan telah lama saya merencanakan, hanya saja baru ketemu waktu yang pas kemarin.  Sebuah kontes video-pendek dengan tema Media-Sosial menarik minat saya, dan saya kepikiran teman-teman saya ini yang jadi pemeran-pemerannya.  Skenario saya susun dalam bentuk rekaman video juga dan siap untuk dieksekusi hari itu.

Jam 7 pagi, teman saya, Ayu, datang ke rumah. Rencananya kami akan datang bersama, sekalian dengan mengadakan diskusi kecil dulu mengenai proyek buku yang sedang digarap.  Diskusi dan chitchat selesai, jam 7.40 kami pun berangkat ke TKP. 

Tiba di sana, aktris yang lain belum terlihat. Bahkan teman saya yang tinggal di kompleks itu juga belum siap. Daripada bete, saya cek lokasi dulu, mengambil beberapa sudut yang kira-kira bisa dijadikan seting (#tsssssaaaaaaahhhhh).

Pemeran lain mulai datang, teman saya yang memang tinggal di situ, hehe. Dengan rayuan "gak boleh mandi", dia bergegas ke lokasi dengan make-up dan kostum seadanya.  Lalu, aktris dadakan lain, yang ini ternyata pake acara mandi.  And, aktris selanjutnya. Datang dengan kostum lengkap, sudah siap syuting lah pokoknya. Aktris terakhir, karena terlalu lama maka tidak ditunggu lagi. Acara rekaman video dilaksanakan dengan empat pemeran, dan satu kameramen merangkap script writer, sutradara dan editor (saya sendiri).

 
Hasil Syuting



Video ini telah diikutkan dalam kontes tersebut, dan dengan ini saya mohon dukungan para pembaca blog ini dengan me-like video ini di yutub (sila di diklik saja video di atas, bagi yang punya akun yutub). Sedang, bagi yang punya akun FB, silakan klik link ini , dan berikan jempolmu di sana.


Terima kasih ya, untuk dukungannya.