17.4.12

The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta

Jika orang lain mesti menyisihkan uang dan cutinya demi liburan ke pantai atau gunung, maka saya tidak. Tiap hari adalah liburan :)

Dengan hanya menumpang angkot (di daerah saya dikenal dengan pete-pete), maka tiap hari saya akan menikmati nikmatnya angin pantai dan sejuknya gunung dan bukit. 

Adalah purirano, sebuah kelurahan di paling ujung Kendari, lokasi kantor saya. Dengan melewati beberapa tanjakan dan turunan, pantai dan perumahan penduduk, stasiun pengisian BBM, pabrik  Semen, maka sampailah saya di sana. Dua puluh menit saja dari "kota"-nama wilayah di kota ini, yang memang dahulu adalah pusat kota, sebelum bergeser ke pusat yang baru.

Meski secara administratif Purirano masih berada di ibukota provinsi (Sulawesi Tenggara), namun drastis suasana yang ada adalah pedesaan. Rumah-rumah masih jarang, dan embel-embel sebagai kota nyaris tak terlihat, selain jalan yang lumayan mulus.

Langit dan laut biru 

 Saat pagi hari, laut surut dan hujan (dari jendela pete-pete)

Suasana depan kantor, "country" banget :)

Jalanan yang mulus itu baru saja hadir, di ujung 2011. Sebelumnya jalanannya sangat rusak, dan angkutan yang mau ke sana sangat sedikit. Angkot yang melayani jalur ini pun hanyalah armada "second" atau kelas dua. 

Di dalam angkot tujuan Purirano 

Enaknya naik angkot ini adalah ngetemnya tidak lama. Walaupun penumpangnya cuman satu, sopirnya tak suka menunggu lama-lama.

So, bagi yang mau ke Sulawesi Tenggara, khususnya Kendari, yang tau mau pergi jauh-jauh dari kota namun mau yang suasana "ndeso", ke sini aja. Cari saja pete-pete Purirano, angkot biru dengan strip putih, di depan Toserba Nusantara daerah kota. Silakan nikmati angin laut dan gunung di sana.....


Salam dari Kendari, di kaki tenggara pulau Sulawesi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.