27.5.13

Kalaulah Saya tak Ngeblog, maka...

Mungkin saya akan fokus jualan, haha :) Atau kembali menjadi pegawai kantoran yang membosankan?? Pilih mana? *loh. Tulisan ini sebenarnya buat 8 Minggu Ngeblog, apa daya terlewatkan, hiks :(

Saya sebenarnya tak mau berbicara tentang seandainya, pendek kata itu sama saja dengan melawan takdir yang diberikan Allah. Bagi saya pilihan antara ngeblog dan tidak ngeblog itu relatif. Sama-sama punya makna dan tujuan.

Apa yang sudah saya dapatkan dari kegiatan bertutur dan bercerita di blog? Banyak. Sekali. Kemampuan menulis yang semakin terasah adalah salah banyaknya. Ngeblog melatih saya untuk bermain kata, yang sangat jarang saya pakai di dunia nyata, karena aslinya saya adalah pribadi yang kalem, pendiam dan imut-imut, qeqe.

Ngeblog juga membawa saya pada satu komunitas, MPers, para narablog multiply indonesia. Platform ngeblog yang juga adalah jejaring sosial, yang akhirnya fokus ke penjualan online sebelum resmi ditutup tanggal 6 Mei kemarin. Komunitas yang berisi orang-orang hebat. Saya sendiri awalnya bergabung ke multiply karena alamat blog dua penulis wanita yang saya suka ada di sana, Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa. Lalu tercebur ke dalam komunitasnya. Banyak penulis di sana, baik senior maupun yang masih anak bawang kayak saya. Komunitas yang heboh, yang sayang harus berakhir saat saya baru saja mulai aktif di sana.

Memiliki buku juga adalah hal lain dari buah manis blogging.  Tanpa latihan menulis di blog, mungkin sulit bagi saya untuk menulis buat buku.

Pokoknya, banyak efek samping tapi positif yang dihasilkan dari ngeblog ini.

Jadi, seandainya kalaulah saya tidak ngeblog, apa yang akan terjadi?

Hidup akan tetap berputar, seperti biasanya. Kalaulah satu jalan tak kita pilih, maka akan banyak pintu-pintu lain yang terbuka. Jika pintu ngeblog tak saya ambil, maka pintu lain yang membawa saya ke hobi menulis juga akan terbuka. Pintu yang terbuka baik di dunia maya maupun dunia nyata.

Seperti yang pernah saya bilang, hobi saya banyak, dan berganti-ganti. Menulis adalah salah satunya. Andai pun saya tak menulis lewat blog, mungkin saya memakai media yang lain untuk menulis. Entah apa namanya. Blog hanyalah satu sarana, takdir kita atapun tujuan kita sudah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. Saya percaya itu.

23.5.13

Piala Sudirman 2013: Bangga Meski Kalah!!

Mungkin hampir semua penggemar bulutangkis tahu kalau dari tanggal 19 kemarin ada ajang beregu bergengsi yang dipertandingkan, Piala Sudirman. Tahun ini dilangsungkan di negeri tetangga, Malaysia.

Berada di grup A, bersama juara bertahan Cina dan India  membuat peluang Indonesia untuk lolos terbilang lumayan besar. Mengingat India yang hanya unggul di beberapa sektor, yakni tunggal putri dan putra (beberapa pemain mereka sempat menjadi juara atau selalu menyulitkan tunggal-tunggal terbaik dunia). Sedangkan di nomor ganda, pasangan-pasangan kita lebih bagus secara prestasi dan peringkat.  Kita masih bisa merebut poin dari India, dan setidaknya melaju ke putaran selanjutnya sebagai runner up grup di bawah Cina (yang hampir bisa dipastikan sebagai juara grup).

Yang semuanya memang terbukti, Indonesia lolos ke babak perempat final setelah menang lawan India dan kalah melawan Cina (India tersingkir karena tak pernah menang). 

Di babak perempat final, berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, penentuan "siapa bertemu siapa" dilakukan dengan undian (ini lebih karena faktor skandal Olimpiade London sebelumnya). Sayangnya, hasilnya mempertemukan Indonesia dengan Cina kembali (yang sangat tidak menguntungkan @_@ ).

Maka bertemulah keduanya pada siang tadi.

Partai pertama yaitu ganda campuran mempertemukan dua ganda terbaik dunia, Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir vs Xu Chen-Ma Jin. Karena sudah pernah bertemu dan saling mengalahkan, permainan berlangsung ketat. Set pertama dimenangkan Owi/Butet 21-18, lalu kalah 14-21 di set kedua, dan akhirnya berhasil menang 21-16 di set penentuan. Indonesia unggul 1-0.

Cina berhasil menyamakan kedudukan melalui Chen Long yang mengalahkan Tommy Sugiarto, 21-11, 21-15.

Partai ketiga berlangsung ketat. Meski peringkat Rian Agung Saputor/Angga Pratama di bawah Cai Yun Fu Hai Feng, namun mereka memberikan perlawanan yang sengit.  Dengan agresifitas gempuran yang tak berkurang, Rian-Angga menang 19-21, 21-18, 21-15. Kedudukan menjadi 2-1 untuk Indonesia.

Namun, di partai selanjutnya Lindaweni Fanetri kalah atas Li Xue Rui 16-21, 13-21. Cina menyamakan kedudukan 2-2.

Di partai terakhir sekaligus penentuan, pasangan dadakan Liliyana Natsir/ Nitya Krishinda Maheswari harus meladeni ganda putri terbaik Cina, Yu Yang/ Wang Xiao Li. Dengan jatuh bangun, Butet-Nitya terpaksa mengakui kehebatan pasangan Cina itu, 12-21, 19-21.  Cina pun melaju ke semifinal.

Meski kalah, namun ada rasa bangga. Berbeda dari penyisihan grup, dengan strategi, Indonesia bisa melayani Cina. Sektor ganda campuran dan putra yang memang menjadi andalan kita, berhasil menyumbangkan nilai.

Semangat pemain yang tak main-main ditambah kepengurusan organisasi bulutangkis kita yang baru sepertinya membawa angin segar bagi perbulutangkisan Indonesia. Menjanjikan sekali.

Dengan performa seperti ini, tak muluk kalau memasang target tahun depan buat Uber dan Thomas. Semoga!!!

22.5.13

Kalau Mama Minta Pulsa??

Bagaimana kalau Mamamu tiba-tiba minta pulsa? Bukan Mama yang itu, ya.

Apa mesti kelabakan cari konter voucher pulsa dulu? Atau minta ke teman yang jualan pulsa? Waduh, kelamaan. Keburu Mama marah-marah ;)

Ada loh solusi yang cepat, murah lagi menguntungkan. Yaituuuuuuuu, dengan berjualan pulsa elektrik. Suer deh, ga pake boong!

Pengalaman membuktikan. Saya sudah berjualan pulsa sejak tahun 2007, walau hanya kecil-kecilan (karena modalnya tak pernah besar-besaran karena sebagian besar cuma untuk orang-orang dekat dan pemakaian pribadi). Menjual pulsa elektrik membuat saya memiliki "kemerdekaan" dalam hal perpulsa-an. Jarang ada masa di mana saya kelabakan gara-gara pulsa tak ada. Orang sekitar juga bisa dengan mudah mengisi pulsanya, karena ada saya yang berjualan. 

Soal keuntungannya? Saya belum melakukan pembukuan buat bisnis ini. Namanya saja kecil-kecilan, tak ada kounter, jadi uang yang masuk biasanya saya pakai kembali.

Namun, kalau diseriusi, bisnis ini bisa sangat menguntungkan. Saya perhatikan di sekitar lorong di daerah rumah saya, jarang ada kounter pulsa. Padahal yang punya telepon genggam banyak, karena hampir setiap orang sekarang, mempunyai satu atau bahkan dua handphone.

Pulsa sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, seperti nasi. Tak ada pulsa maka hidup bisa galau (halaaahhhh....), makanya bisnis pulsa adalah sebuah bisnis yang berprospek cerah ceria.

Voucher pulsa sendiri ada yang fisik dan ada yang elektrik. Nah, yang terakhir adalah yang sangat fleksibel untuk dijual. Karena kita tak terikat dengan kertas atau kartu pulsa. Hanya dengan sms, ym atau chat di Facebook, kita bisa mengisi pulsa. Efektif dan efisien, kan???? Apalagi kalau bagi mereka yang handphone-nya bisa berinternet, dijamin lebih mudah dan murah.

Perusahaan yang menyediakan pulsa elektrik sekarang berhamburan. Nah, salah satu perusahaan yang bonafid dan terpercaya adalah Pojok Pulsa yang telah beroperasi sejak empat tahun yang lalu. Pulsa murah untuk semua operator dan berbagai fitur yang ditawarkan sangat cocok untuk semua kalangan yang ingin berbisnis pulsa. Daftar gratis, deposit pulsa yang bebas, bisa transaksi via YM atau gtalk bahkan chat FB, rekap transaksi yang tersimpan lengkap dalam webreport, serta tersedianya juga pulsa PLN, adalah salah banyak dari sekian fitur/keunggulan yang ditawarkan Pojok Pulsa.

Tunggu apalagi? Segera daftar di Pojok Pulsa untuk memiliki kemerdekaan dalam ranah per-pulsa-an. Dan, jangan galau lagi kalau Mama tiba-tiba minta pulsa.


Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:
Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

19.5.13

Jepang atau Korea?

Maniak atau tidak, yang jelas saya suka drama. (Tapi bukan sinetron Indonesia, ya, catat!) Drama yang ini adalah dorama (drama Jepang) dan k-drama (drama Korea). Dan, tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam. 
Silakan dinikmati :)

Dorama^^ 
Ada siswa baru di sekolah. Penampilannya menyeramkan, rambutnya kusut, jalannya aneh dengan kepala yang selalu menunduk. Nobuko Kotani namanya. Di pihak yang lain, Kiritani Shuji adalah siswa paling populer. Walau mukanya biasa (pendapat saya loh ya, penggemarnya Kamenashi Kazuya jangan marah, hehe), namun sifatnya yang supel, punya banyak kawan dan punya pacar paling cantik di sekolah membuatnya disukai banyak orang. Kemudian, ada Kusano Akira. Cowok yang status kepopulerannya berbanding terbalik denga Shuji. Bertiga mereka lalu berteman. Shuji dan Akira akhirnya menjadi "produser" bagi Nobuko (yang mereka ganti namanya menjadi Nobuta. Tujuannya: Membuat Nobuta menjadi siswi paling populer di sekolah. (Nobuta wo Produce, 2005)
Cuplikan di atas berasal dari dorama Nobuta wo Produce, dorama yang banyak bercerita tentang persahabatan. Dorama yang saya tonton di tahun 2009 setelah membaca rekomendasi beberapa review di blog para pecinta dorama. Dorama yang sangat menyentuh dan bertaburan makna. Very recommended :)
Dorama atau drama Jepang sudah saya jumpai semenjak kecil. Masih ingat dengan Oshin? Kisah Oshin, seorang pengusaha jaringan supermarket di Jepang pernah ditayangkan di TVRI di tahun 80-an itu adalah salah satu dorama yang sukses di Indonesia. Juga Rindu-Rindu Aizawa yang pernah tayang di TPI, yang bercerita tentang gadis kecil yang berjuang setelah ditinggal kedua orangtuanya. Dan banyak dorama-dorama lain yang diputar di stasiun TV nasional (terutama Indosiar). 

12.5.13

My First Love: Writing


Cinta pertama? Waduh, tema yang rumit bin ajaib, hehe. Tapi, cinta kan universal, toh? Apa saja bisa jadi cinta pertama kita, gak musti tentang "seseorang", kaaaaaaaan? Oh ya, tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima. Mari kita mulai saja....!!

Bermula dari Diary

Kayaknya semua anak sekolahan di Indonesia di masa dimana internet dan Facebook belum merajalela membahana seperti sekarang pasti kenal dengan yang namanya buku diary.
Saya masih ingat diary pertama saya di tahun terakhir sekolah dasar, buku berisi halaman warna warni yang ditempeli beberapa stiker karakter Disney. Hadiah ulang tahun dari kakak saya yang pertama. Sekedar info saja, saling memberikan hadiah ulang tahun bukanlah kebiasaan dalam keluarga kami, itulah mengapa hadiah itu sangat istimewa (jarang-jarang to!).
Semenjak ada diary itu, saya jadi rajin bercerita melalui tulisan. Hanya saja temanya selalu seragam, pasti tentang ujian dan ulangan. Atau pekerjaan rumah. Mungkin karena terlalu "stress" dengan suasana belajar yang terlalu "padat", beda dengan sekolahan yang lama yang santai banget, saya jadinya mencurahkan semuanya ke dalam diary.
Diary itu bertahan beberapa tahun, hingga saya SMA barulah menggantinya dengan yang baru. Meski tak rajin update, namun saya tetap berusaha mengisinya. Dan kalau tak salah, semua isinya tentang sekolah dan kawan-kawan. 
Masuk kuliah, saya masih setia dengan diary itu. Hanya saja, kuantitas menulis saya menurun tajam. Mungkin karena kuliah yang menuntut konsentrasi yang lebih besar di banding sekolah. Hingga saya lupa menaruh buku diary itu dan kehilangannya.

5.5.13

Warna Saya Biru?

Jika ditanya tentang warna, biasanya saya akan menjawab "Biru!", walau sebenarnya saya tak tahu saya sukanya warna apa. Serius. Sepertinya saya memang dalam proses mencari warna, kalau bisa dibilang begitu. Eniwei, tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat. 

Biru adalah warna yang dekat dengan saya, mungkin itu kali yang membuat saya selalu mengasosiasikan warna favorit dengannya.

Yang pertama, warna gorden di kamar.
Entah kenapa Mama memilih warna biru. Yang jelas, gorden biru itu sudah ada sejak saya "pulang". Gorden yang terbuat dari kain licin (saya tak tahu jenis kainnya) dan modelnya sempat menjadi tren beberapa tahun yang lalu. Warnanya bukan biru muda (seperti yang saya lebih suka), tapi biru yang lebih terang. Yang jelas, fungsinya untuk menutupi jendela di malam hari dari luar terpenuhi dengan sempurna. 

gorden biru