18.5.09

Piala Sudirman, Mimpi bagi Indonesia


Nonton siaran badminton lagi, setelah ajang Olimpiada tahun lalu. Kali ini, Indonesia berhasil masuk ke babak Semifinal Piala Sudirman sebagai Runner Up Grup A.
Piala Sudirman adalah perlombaan bulutangkis beregu campuran, yang diselenggarakan dua tahun sekali. Dimulai di tahun 1989 di Jakarta. Indonesia menjadi juara kali itu, namun sayangnya di tahun-tahun berikutnya, piala tersebut berpindah-pindah tangan antara Cina (6 kali) dan Korea Selatan (3 kali). Kalau sebelum adanya piala ini, antar negara hanya berlomba dalam piala Thomas (untuk beregu putra) dan Uber (beregu putri), maka dengan piala Sudirman, semua nomor dipertandingkan, tunggal putra/putri, ganda putra/putri dan ganda campuran.
Kekuatan Indonesia tahun ini sebenarnya tidak kalah dari negara-negara lain. Buktinya, kita maju ke semifinal dan di babak ini, kita menghadapi Korea Selatan.
Di partai pertama, ganda campuran peringkat 1 IBF, Nova Widianto/Lilyana Natsir dari Indonesia menghadapi ganda terkuat Korea, Lee Young Dae/ Lee Hyo Jung. Kekuatan kedua pasangan ini berimbang cukup berimbang di awal-awal set pertama, namun ganda Korea mampu menang dengan dua set langsung, 18-21, 15-21.
Di partai selanjutnya, Sonny Dwi Kuncoro vs Park Sung Hwan. Sonny, tipikal pemain yang lambat panas kalah di set pertama. Namun, akhirnya Sonny berhasil menang di dua set sisa. Skor 1 - 1 , imbang antara Korea dan Indonesia.
Partai ketiga menghadirkan pertarungan tunggal putri, Maria Kristin vs Hwang Hye Youn. Maria yang berbeda dua peringkat dengan lawannya, gagal memenangkan pertandingan. Tunggal paling diandalkan di sektor putri ini masih dibekap cidera yang parah.
Setelah unggul 2 - 1, Korea berada di atas angin, dan membuat Indonesia tertekan. Harapan selanjutnya, ganda putra dadakan Indonesia, M. Ahsan/ Hendra Setiawan melawan Ganda Putra Korea, Lee Young Dae/ Jung Jae Sung. Namun, keduanya tidak berdaya menghadapi pasangan Korea tersebut dan menyerah straight set, 9-21, 19-21. Korea pun melaju ke Final, sedangkan kita hanya memperoleh juara ketiga, medali Perunggu bersama-sama Malaysia.
Mengapa kita bisa kalah? Pertanyaann ini mungkin bisa dijawab oleh salah seorang komentator, "Korea lebih siap dari kita!". Ya, Indonesia memang minim persiapan kali ini.
Bagaimana dengan Sudirman Cup dua tahun ke depan, apakah masih jadi mimpi untuk Indonesia?? Semoga tidak...v_v !
Semangat..Fighting!!!!!!!

ps: Cina juara, sukses taklukkan Korea 3 - 0 tanpa balas.

6.5.09

Journey to The East

Akhirnya dapat kesempatan jalan-jalan lagi, dan kali ini ke timur, ke pulau yang selalu saya rindukan, Sulawesi.
Bukan ke kota asal saya, tapi jauh ke utaranya, Sulawesi Tengah, tepatnya kota Luwuk.
Untuk mencapai kota kecil itu, dari Jakarta ada dua maskapai penerbangan yang menyediakan layanannya, dan membutuhkan waktu 4-5 jam. Namun, karena jadwal penerbangan keduanya yang tidak cocok dengan jadwal kami, diputuskan untuk mengambil dua kali penerbangan dengan maskapai yang berbeda, dengan sekali transit di Makassar.
Tiba di Luwuk sore, sekitar jam 4.30, lewat sejam dari jadwal semula. Kami akan berada disana selama 3 hari untuk keperluan dinas.

Hari kedua, dilewati dengan bekerja, sesuai dengan tujuan kami ke sana. Tidak terlalu berat, cuman mengamati dan mendokumentasikan peralatan yang dipasang di sana.
Luwuk, kota yang cukup kecil, lebih kecil dari Kendari. Suasana dan orang-orangnya mengingatkan saya pada kota itu lagi. Letaknya yang memanjang mengikuti struktur pantai, cuacanya yang panas seperti daerah pantai umumnya serta penduduknya yang sebagian besar adalah pendatang, terutama dari selatan, dan utara. Saking kecilnya, sampai ada ungkapan "kamu tak akan tersesat/hilang kalau datang ke kota Luwuk".
Setelah tiga hari di sana, kami pun bersiap-siap untuk pulang. Namun kali ini, saya tidak langsung kembali ke Jakarta, tapi akan singgah selama tiga hari di Makassar (yessss!!!!! liburrrrrrrr..)