Ujian Nasional, Dilarang!!

26.11.09

Bersamaan dengan Hari Guru kemarin, sejarah baru pendidikan ditorehkan di MA , Ujian Nasional dilarang!!
Permohonan kasasi dari Pemerintah atas putusan Pengadilan, ditolak oleh Mahkamah Agung. Dengan putusan ini, maka pelaksaanan Ujian Nasional dilarang untuk diselenggarakan.
Namun, sayangnya, pemerintah terlihat “enggan” untuk mematuhinya. Ujian Nasional 2010 tampaknya akan tetap dilakukan, bahkan dipercepat. Selain itu, pemerintah akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK), sebuah tindakan yang lazim setelah kasasi.
Yang menjadi masalah dengan Ujian Nasional, adalah dijadikannya nilai Ujian Nasional sebagai satu-satunya alat pengukur kelulusan, dengan mengabaikan hasil selama 3 tahun di belakang. Dengan mutu dan infrastruktur pendidikan yang tidak sama di seluruh Indonesia, ini sangat tidak adil.
Mahkamah Agung sendiri menganggap Ujan Nasional sudah melanggar HAM para siswa. Maka, yang harus dan sebaiknya dilakukan Pemerintah sekarang, adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki mutu dan sarana pendidikan, bukannya memaksakan sebuah sistem yang memang tidak baik bagi dunia pendidikan. Serta, jangan pura-pura tidak mendengar keluhan masyarakat..
Read More ..

Terus Terang Listrik Mati Terus

17.11.09

Soal pemadaman listrik, saya sudah kenyang dengan istilah tersebut.  Di Kendari, kota asal saya, pemadaman bergilir sudah menjadi kebiasaan, bukan lagi hal yang luar biasa.  Dalam seminggu, frekuensi listrik menyala lebih sedikit dari saat padamnya :(
Itu di kota kecil, bagaimana dengan Jakarta? Ternyata, pemadaman juga bisa menimpa kota metroplolitan ini.  Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat ibukota "diresahkan" dengan pemadaman bergilir akibat berkurangnya pasokan listrik dari pembangkit yang ada.  Soal ini, teman saya berpendapat " Itulah pi, PLN gak memperhitungkan kebutuhan masyarakat.  Seharusnya, dengan ilmu statitik probabiblitas, bisa dihitung kebutuhan listrik 5 tahun dari sekarang, sehingga bisa diantisipasi.  PLN gak mau rugi, selain itu, korupsinya banyak.."  Nah, kata-kata yang terakhir ini  membuat saya berpikir lagi, korupsi lagi, korupsi lagi...atau listrik mati gara-gara PLN minta TDL dinaikkan tapi belum dikabulkan ya?
hmmmmmm.... Read More ..

Mengenal Bungker Seismik (Seismic Vault)

13.11.09


Kalau selama ini, orang2 mengenal bungker buat perlindungan selama perang atau dalam masa kekacauan, maka lain halnya dengan bungker yang dimiliki oleh BMKG. Bungker yang dibangun oleh instansi ini bukan bertujuan untuk perlindungan orang, melainkan sebagai rumah perlindungan bagi alat yang bermanfaat untuk mencatat gempa.
Mengapa bungker ini dibuat? Menjawab pertanyaan ini, maka kita perlu berkenalan dengan alat-alat pencatat gempa yang ada dalam bungker....maka..perkenalkanlah.....

SEISMOGRAPH (SEISMOMETER)

Adalah alat yang sangat sensitif terhadap getaran, makanya alat yang satu ini perlu mendapat perlakuan khusus. Di dalam bungker, biasanya alat ini dilindungi dengan sterefoam atau benda lain yang bisa menghambat panas, karena seismometer (sensor) peka terhadap perubahan panas. Di beberapa tipe, sensor bahkan di”tanam” di dalam tanah(bedrock, batuan dasar) ntuk mendapatkan getaran tanah yang lebih “asli”. Karena berupa alat analog, dan masa sekarang yang dibutuhkan adalah data digital, yang lebih mudah pengolahannya, maka selain seismometer ada alat lain yang disebut digitizer atau ADC converter, yang berfungsi mengubah sinyal analog menjadi data digital.
Data dari seismograph digunakan untuk mengetahui lokasi pusat gempa serta magnitudonya.

ACCELEROGRAPH (ACCELEROMETER)

Merupakan alat yang mengukur percepatan getaran tanah. Berbeda dari seismometer yang berbasis kecepatan tanah (velocity), maka accelerometer mengukur percepatan (acceleration). Data percepatan ini berguna untuk mengetahui dampak gempa terhadap kondisi tanah lokal, yakni dampak goncangannya.
Dengan bungker yang dibangun dengan kedalaman sekitar 2 meter mampu menangkap dengan baik gelombang seismik gempa yang berasal dari dalam, berbeda jika alat hanya ditaruh di permukaan tanah.
Karena letaknya yang di dalam tanah, maka tidak mengherankan kalau bungker rentan terhadap kerusakan, selain juga karena iklim indonesia yang basah dan lembab.

Dengan bungker yang standar, maka alat-alat di dalamnya akan terlindung dengan baik, sehingga mampu bekerja dan mendeteksi gempa dengan baik pula.
Read More ..

How to make a simple Contour?

13.10.09

Yang satu ini pernah buat saya pusing setengah mati.  How to make a good contour, a proper one??  Ternyata, di ArcGis, hal itu bisa dilakukan dengan mudah (mudah, asal dipelajari dengan sepenuh hati!).
Langkah persiapan pertama, siapkan mental anda.  Kenapa? siap-siap saja, kalau nanti konturnya tidak jadi atau berwujud sebagaimana mestinya..(hehehe).  Kedua, siapkan data yang ingin dimasukkan, seperti peta dasar, tabel (data X-Y-Z) yang mau dijadikan data kontur( format Excel).
Dalam menampilkan peta kontur ada beberapa tahapan yang musti dilewati.  Yakni, tahap menampilkan semua data dasar, lalu tahap interpolasi, lalu tahapan kontur hingga tahapan kompilasi kontur dan peta dasar.  Ini kalau kontur yang mau ditampilkan hanya berupa kontur garis atau kontur sederhana, bukan berupa zonasi (yang ini lebih ribet lagi caranya).
Dalam tahap menampilkan data, dilakukan dengan memakai tools add data (untuk peta, baik format layer dan shapefile) dan add x-y data (data kontur).  Untuk tools add x-y data, perlu diperhatikan koordinat data tersebut, yang bisa diedit.
Untuk interpolasi data, gunakan tools interpolate to raster yang ada di toolbar spatial analyst.  Hasil interpolasi titik dari data kontur inilah yang akan diubah menjadi garis kontur dengan tools surface analysis-contour.  Kontur yang dihasilkan bisa disesuaikan intervalnya sesuai  dengan peruntukkannya.
Tahap terakhir, kompilasi atau menggabungkan  peta dasar dengan kontur, melalui tools clip yang ada dalam Analysis Tools ArcToolbox-Extract.  




Tips untuk merapikan peta tersebut, adalah jangan menyerah..coba dan coba terus, pasti bisa! Read More ..

Mengapa aku jarang posting?

2.9.09

Akhir-akhir ini, kayaknya isi blog ini jarang bertambah, begitu pula dengan teman-teman lain. Soal ini, memang telah banyak orang yang membahasnya. Telah bosankah, atau punya mainan baru (hehe) ??
Memang, tahun ini adalah tahun terkering saya, inspirasi serta ilham seakan "ogah" menghampiri. Selain karena, jarang kemana-mana, rupanya saya amat jarang membaca, yang ada lebih banyak menonton.
Dengan membaca, maka daya imajinasi kita akan lebih berkembang. Cerita di buku akan kita bangun semdiri, sesuai dengan interpretasi kita masing-masing. Dengan banyak berpergian, kita akan menambah wawasan tentang daerah-daerah baru, hal-hal baru, bukannya terkungkung di tempat yang itu-itu saja. Ya, tahun ini saya tidak kemana-mana :(...
Hobi dan mainan baru (chatting dan FB serta ngempi), juga turut memiskinkan daya kreasi. Menulis terasa sulit (agggghhh..)! Read More ..

Marhaba ya Ramadhan.

21.8.09


Akhirnya, setahun sudah berlalu. Bulan yang dinanti kini sudah di depan mata..
Bagi semuanya, maafkan ya, segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.
Moga shaum tahun ini lebih bermakna, amin.. Read More ..

My Memory

23.7.09

Saya termasuk orang yang mudah lupa, bahasa singkatnya pelupa. Banyak memori-memori lama yang tidak bisa saya ingat lagi, kalaupun ingat hanya samar-samar saja. Untuk membangun banyak kenangan lama, saya menggantungkan pada orang-orang disekitar saya, terutama adik saya yang rupanya memiliki ingatan lebih baik dari saya..).
Otak manusia adalah tanda bukti kekuasaan Allah, diciptakan dengan kerumitan yang sulit dibayangkan, melebihi komputer tercanggih sekalipun.
Kemampuan menyimpan informasi akan berkurang seiring bertambahnya usia. Hal ini terjadi (menurut saya) karena semakin banyak hal yang dipelajari manusia namun volume penyimpanan di otak tetap, tidak bertambah.
Berbicara tentang memori, maka tidak "afdhol" kalau tidak membahas amnesia. Fenomena yang akrab di masyarakat karena kerap kali muncul di film dan sinetron. Tiga drama dan film Korea berikut adalah contohnya.

Winter Sonata, drama romantis yang penuh airmata. Kang jun sang (Bae yong jun) mengalami amnesia total (global amnesia) setelah kecelakan. Ibunya, Kang Mi Hee, mengubah identitas joon sang menjadi Lee min hyung yang hidup dan besar di Amerika, untuk menghapus semua jejaknya selama di Korea . Takdir mengantarkan dia kembali kepada teman-temann lamanya, dan juga kekasih SMAnya.
Drama kedua, 18 vs 29, Yoo hye chan (Park sun young), 29 tahun, kehilangan sebagian ingatannya setelah mengalami kecelakaan mobil. Yang dia tahu, saat itu dia masih SMA atau berusia 18 tahun, bukannya 29 tahun.
Film ketiga, Sweet Lies, jee hoo (Park jin hee) berpura-pura amnesia setelah ditabrak mobil teman SMAnya. Komedi romantis yang membuat kita menertawakan amnesia itu sendiri (akting amnesianya dimulai dengan kata yang sering diucapkan para pengidap amnesia di film "siapa aku?? :D)
Untuk kasus yang pertama, secara medis sangat jarang terjadi. Wikipedia says "it's extremelly rare..", namun entah mengapa, it's very popular in film.
Sedangkan, drama kedua, tentang orang yang hanya mengingat masa kecil dan remajanya. Mulanya saya tidak percaya, hingga saya mendengar sendiri dari teman yang salah seorang keluarganya menderita penyakit tersebut.
Untuk film ketiga, hanya bisa tertawa. yah, begitulah amnesia, kasus yang amat sangat jarang terjadi, tetapi sangat sering diangkat ke dalam film, membuat kita bisa "meniru" dengan mudah akting seorang penderita amnesia..
Read More ..

Saya Pilih Putih

9.7.09

Di Dunia ini
Ada tiga warna yang saya kenal
Hitam, putih dan kelabu
dan kali ini
saya pilih putih

Read More ..

UN.

18.6.09

Seorang teman memberi berita dari kampung, tentang kelulusan siswa-siswa dari SMA kami yang dulu. Kabar baik, hanya dua orang yang tidak lulus. SMA itu memang sekolah yang cukup terkenal di kota asal saya. Dengan fasilitas yang cukup lengkap dan guru-guru berkualitas, lumayanlah kalau dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di Indonesia ini, yang sebagian besar masih memprihatinkan.
Ujian Nasional, bagi saya itu adalah "kekerasan". Kekerasan yang dilakukan negara terhadap warga negaranya, bentuk lain dari anarki yang sering menghiasi wajah pendidikan kita, :(
Untuk menilai lulus atau tidaknya seorang siswa, sangat tidak adil kalau hanya didasarkan pada ujian yang cuma sebentar itu..!!
Selain faktor kelulusan, juga dampak psikologis pada siswa. Banyak siswa yang stres atau depresi akibat tak lulus UN, bahkan trauma mendengar kata UN. "Harga" mahal yang harus dibayar anak bangsa demi sebuah kebijakan.
Satu hal lagi, yang untuk saya ini adalah kemunduran. Kini, mencontek bukanlah hal yang tabu, bahkan sudah "dihalalkan". Demi banyaknya angka kelulusan, para guru "dipaksa" untuk melakukan segala cara, termasuk membocorkan dan memberi contekan,:(

Kalau dunia pendidikan kita terus begini, bagaimana nasib bangsa ini ke depan?


ps: satu sekolah di Kendari harus mengulang Ujian Nasional, hanya karena kesalahan sistem, 32 lainnya di seluruh Indonesia. Kenapa siswa yang menanggung kesalahan itu?

Read More ..

General Hospital Season 2. (K-drama, 2008)

3.6.09


Drama ini adalah remark dari drama berjudul sama produksi tahun 1994, dengan bintang Lee Jae Ryong yang juga membintangi season duanya. Bercerita tentang kehidupan di rumah sakit universitas terkemuka di kota Seoul, dan dibintangi pemain terkenal Korea, seperti Cha Tae-Hyeon dan Kim Jeung-Eun.
Kim Jeung Eun berperan sebagai Jung Ha Yoon, seorang dokter yang juga lulusan fakultas Hukum. Tujuan nya menjadi dokter, sebenarnya hanya untuk menjadi pengacara kedokteran,yakni pengacara yang menspesialisasikan diri dalam kasus-kasus medis. Sebuah profesi yang amat ditakuti para dokter.
Choi Jin sang yang diperankan oleh Cha Tae-Hyeon, dokter residen tipikal mahasiswa biasa yang tidak pintar-pintar amat plus ceroboh, namun sangat dekat dengan pasien. Kelebihannya yang satu ini terkadang membuat Ha Yoon dan Hyun Woo cemburu.
Dokter residen ketiga, Baek Hyun Woo (Ryu Jin) teman seangkatan Jin Shang yang tergolong pintar. Hubungan keduanya sangat unik, “bermusuhan” di kampus , namun kemudian berteman bahkan bersahabat di rumah sakit.
Ketiganya masuk bagian bedah (surgery department) di rumah sakit tersebut, dan dilatih sebagi dokter bedah.
Tiap episodenya menyajikan cerita-cerita unik, menyentuh, lucu, sedih dan juga membuat kita tertegun. Tentang orang-orang yang berjuang untuk sembuh, yang putus asa, dan yang belajar dari tiap hal yang mereka temui di rumah sakit. Tentang persahabatan, cinta, dan keluarga, senioritas, konflik antar rekan kerja, persaingan dan kerjasama.
Operasi terkadang menjadi jalan keluar bagi sementara orang untuk penyakit yang mereka derita. Mereka percaya, bahwa setelah operasi mereka pasti sembuh. Sebuah stigma yang sulit ditepis oleh dokter bedah, bahkan yang paling ahli sekalipun. Tidak ada yang bisa menjamin, bahwa sebuah operasi pasti membawa kesembuhan. GH juga bercerita tentang ini.
Alur cerita yang menarik, akting yang apik, serta konflik yang seru membuat drama ini layak ditonton. Bagi para peminat drama medis, drama ini recommendable.

ps: banyak istilah medis yang sulit untuk dicerna, namun tidak terlalu mengganggu alur cerita,
alangkah bagusnya kalau sambil nonton, sambil memegang kamus kedokteran, :D



Read More ..