25.6.13

Yang Pertama untuk Tommy

Hari Minggu kemarin adalah hari yang bersejarah buat Tommy Sugiarto. Pebulutangkis tunggal putra andalan  Indonesia itu meraih gelar Super Series pertamanya di Singapura. 

Melihat pertandingan final antara Tommy dan Boonsak Ponsana, sebenarnya tak ada yang terlalu istimewa dari permainan Tommy. Yang paling menonjol adalah keuletannya mengejar bola. Gaya bermainnya mengingatkan kepada sang pelatih, Joko Suprianto yang juga terkenal ulet di lapangan. 
Bermain di final, bukannya tanpa kendala buat Tommy. Cedera di jempol kakinya rupanya masih terasa, dan sempat diperiksa oleh dokter saat memasuki set ketiga.
Set pertama berlangsung ketat, poin susul menyusul hingga mencapai 20-22 untuk Boonsak. Sedangkan di set kedua, Tommy mendominasi. Poin berakhir di 21-5 untuk Tommy.
Set penentuan berlangsung cukup ketat. Hanya saja, stamina Tommy yang lebih bagus membuat Boonsak banyak melakukan kesalahan (unforced error). Set ini ditutup dengan pengembalian bola dari Boonsak yang keluar lapangan, 21-17 untuk kemenangan Tommy Sugiarto.
Publik di stadion memang banyak yang mendukung Boonsak. Sebagai juara bertahan, sepertinya banyak juga yang menjagokannya kembali mempertahankan gelar. Namun, tak sedikit pula pendukung Indonesia. Gemuruh suara suporter Indonesia juga ikut terdengar, sesekali.
Ditengah cidera yang mendera Simon Santoso dan Sonny Dwi Kuncoro, serta prestasi Hayom Rumbaka yang tidak meningkat, gelar Tommy kali ini bagaikan angin sejuk di tengah musim kering di sektor tunggal putra kita. Meski begitu (menurut saya), Tommy harus terus mengasah cara bermainnya yang masih terkesan "biasa saja".


Selain Tommy, Indonesia juga meraih gelar di ganda campuran lewat pasangan Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir dan di ganda putra melalui Muh. Ahsan-Hendra Setiawan. Tapi memang, yang istimewa tetap untuk Tommy Sugiarto karena ini gelar Super Series yang pertama untuknya. (dan semoga akan banyak gelar super series yang lain, aamiin...)


19.6.13

Miss Belanja Online^^

"Kok ada lagi??"
Adik iparku keheranan, tiap beberapa hari ada saja paket barang buat saya.
Ya, saya akui, saya keranjingan belanja online ;)

Karena sering, maka pengalaman saya belanja di dunia maya banyak. Tapi, tapi... banyak juga yang sudah tidak diingat. Barang-barang yang saya beli kebanyakan karena saya butuh, atau terlihat lucu (hedeuh).
Seperti buku. Walaupun di sini ada gramedia, tapi saya malas ke toko buku itu. Jadinya, beli online lagi deh, hehe.

Belanja buku pernah saya lakukan ke beberapa toko buku online ternama, seperti bukabuku, bukukita, dan Mizan. Untuk bukabuku dan bukukita, lumayan cepat konfirmasi pengirimannya. Sedangkan Mizan agak lama (mungkin karena Mizan juga penerbit besar).

18.6.13

Ahsan-Hendra, Hebat!!

Penonton bergemuruh. pasangan Muh. Ahsan dan Hendra Setiawan memasuki lapangan. Disusul Lee Yong Dae dan Kon sung Hyun, ganda dari Korea yang banyak digandrungi penonton wanita Indonesia (thanks to Korea's Fever).

Kali ini mereka bertemu di final setelah awal tahun bertemu di Final Malaysia Terbuka. Yang berbeda hanyalah peringkat. Kini, Ahsan dan Hendra di urutan 13 dunia, sementara Lee Yong Dae-Ko Sung Hyun yang lebih banyak memenangkan turnamen, kokoh di peringkat pertama BWF.
 
Pertarungan dimulai. Ahsan dan Hendra bermain cepat dan bersih, jarang melakukan kesalahan. Mereka terus menekan. Ganda Korea jarang diberi ruang buat menyerang. Pasangan kita unggul 21-14 di set pertama.
 
Masuk ke game kedua, rupanya pasangan Korea mulai tune-in setelah di babak pertama mati mesin. Sempat mengambil alih beberapa poin, namun Ahsan-Hendra tak kehilangan kepercayaan diri. Sorak-sorai semakin memberikan suntikan semangat. "Indonesia.. Indonesia!!" menggoyang istora minggu sore itu. Akhirnya, pasangan Indonesia memenangkan set tersebut sekaligus memenangkan gelar Ganda Putra turnamen Indonesia Open Premier Super Series 2013-ajang bulutangkis yang dinilai paling atraktif dan berhasil dibanding yang lain (according to BWF).
 
Gelar ganda putra kali ini memeberikan gambaran kalau di kelas ini, kita belum habis. Tantowi-Lilyana (dan ganda campuran) bukan satu-satunya kekuatan Indonesia.

Indonesia masih ada!! 


Muh.Ahsan dan Hendra Setiawan, Indonesia Open Premier Super Series 2013
(Gambar dari www.lensaindonesia.com)

2.6.13

Ngumpul Yang Asyik

Sudah menjadi fitrahnya kalau manusia itu makhluk sosial, senang kalau berkumpul. Apalagi bagi yang punya hobi dan interest yang sama. Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan.

Tentang Komunitas.

Secara fisik, saya belum pernah berkomitmen sebagai pengurus di komunitas apapun, bahkan waktu sekolah (OSIS dkk). Saya pribadi "kurang" suka berorganisasi. Selepas sekolah, saya lebih memilih langsung pulang. Kegiatan sore yang paling "bermutu" diisi dengan les, itupun hanya dua kali seminggu. Selebihnya, saya di rumah, bermain dengan teman atau nonton TV. 

Waktu kuliah juga. Saya memang tercatat sebagai pengurus himpunan jurusan, namun kenyataannya keberadaan saya sama seperti anggota yang tak aktif. Pengurusnya memang kawan-kawan saya juga, namun saya tak pernah menceburkan diri ke banyak kegiatan mereka. Saya puas hanya sebagai anggota. 

Kekurang tertarikan saya akan berorganisasi itulah yang membuat kemampuan bersosialisasi saya sagat memprihatinkan. Yang baru bertemu dengan saya mungkin akan sulit untuk akrab. Saya cenderung suka menyendiri, sibuk dengan urusan sendiri. Atau memilih mengobrol dengan kawan yang lain. Eh, bukan ngobrol ding. Lebih tepatnya, sesekali berbincang.

Banyak fakta yang menyatakan kalau orang yang bisa mengungkapkan isi pikirannya melalui tulisan, kenyataannya di dunia nyata adalah orang-orang yang pendiam dan pemalu. Deskripsi ini cocok dengan kepribadian saya.  Saya pendiam, tapi saya suka menulis.