24.1.12

Wanita dan Harumnya

Seorang wanita menaiki angkot yang juga saya tumpangi. Penampilannya rapih, dalam seragam.  Dia mengambil posisi di sebelah saya. Seketika tercium bau parfumnya, saya memang agak sensitif dalam hal wewangian.
Teringat sebuah hadits yang isinya kira-kira tentang wanita yang keluar rumah dan tercium bau wewangiannya oleh lelaki lain, maka wanita tersebut sama dengan pelacur, naudzubillah!
Kita sering lalai dengan hal-hal yang kecil, menganggap ini sudah ketinggalan jaman. Kalau gak wangi tidak gaul. Namun, kalau nantinya disamakan dengan pelacur, saya memilih tidak gaul. Dan Alhamdulillah, saya memang tidak memakai parfum karena alergi.
Sesungguhnya bukan saja pakaian dan akhlak kita sebagai wanita yang bisa menjerumuskan, tapi wangi kita juga. Maka, berhati-hatilah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.