17.3.14

Mengukur Kekuatan Gempa : Intensitas.

Dalam setiap gempa yang terjadi, hal pertama yang selalu ditanyakan orang awam biasanya adalah kekuatan gempa serta lokasi. Dua hal tersebut memang selalu menjadi perhatian orang. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu intensitas gempa.
Berbeda dari magnitudo atau kekuatan gempa, intensitas gempa atau yang dikenal dengan istilah shaking intensity adalah gambaran dampak gempabumi terhadap manusia dan lingkungan/bangunan. Jadi, magnitudo gempabumi berupa hanya satu nilai dari satu lokasi episenter, namun intensitas bisa berbeda-beda di beberapa tempat. Perbedaan ini terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya adalah, jarak tempat dari episenter, keadaan/kondisi batuan serta tanah tempat, serta adanya variasi perambatan gelombang gempa karena kompleksitas struktur kerak bumi.
Karena dampak ini bisa menjadi ukuran yang relatif, maka beberapa ilmuwan dan lembaga berupaya untuk menstandarisasikannya dalam skala intensitas. Di dunia terkenal MMI atau skala intensitas Mercaly yang dimodifikasi (Modified Mercaly Intensity), dan inilah yang banyak dipakai, dan juga di Indonesia.

Tabel Intensitas Alat yang dipakai dalam ShakeMap

Setelah terjadi gempa, analisis intensitas getaran sangat diperlukan terutama dalam mitigasi bencana. Laporan intensitas dirasakan bersama intensitas yang direkam oleh akselerograf dapat menjadi bahan buat pemetaan dampak gempa dalam tahap awal.

Dalam skala intensitas MMI*, ada 12 tahapan. Yaitu:
 
I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang


II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.


III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.


IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.


V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.


VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.


VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.


VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.


IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.


X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.


X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.


XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.


*sumber bmkg.go.id

2 komentar:

  1. salam hangat dari kami ijin menyimak gan, dari kami pengrajin jaket kulit

    BalasHapus
  2. salam hangat dari kami ijin informasinya dari kami pengrajin jaket kulit

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.