Sukses dari Film Ayat2 Cinta (AAC) ternyata produser film kini tertarik untuk membuat film-film bertema serupa, terutama yang berasal dari buku laris. Satu lagi film yang akan menyusul, yakni Ketika Cinta Bertasbih (KCB), yang akan diproduksi SinemArt. Pertarungan dua stasiun TV swasta yang dimotori oleh MD Entertainment (SCTV) dan SinemArt (RCTI) rupanya akan berlanjut ke layar lebar. Selama ini, kedua "raksasa" tersebut saling kejar-kejaran dalam rating Sinetron di televisi. Apakah SinemArt akan sukses dalam pertarungan kali ini, kita tunggu saja hasilnya.
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama. S uatu sore, April 1994 Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time , waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!! Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm..., Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam. Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku. Kersen (gambar dari sini )
fira bilang, biasanya kalo film, buku, ato apa aja, klo sudah di bikin sekuel or lanjutannya, sidah nda seru lagi.sudah berkurang gregetnya bede...tapi lihat nantilah..kan banyak faktor yang bisa jadi pendukung kesuksesan sebuah film....kita liat nanti siapa aktor aktris-nya hehe....
BalasHapusdarmi