Langsung ke konten utama

Postingan

WBC 2014 aka Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014

Sebenarnya saya tidak sanggup menulis berita ini, huaaaa. Sakitnya itu di sini (nunjuk hati), berdarah-darah dan pedih #lebay Setelah bulan lalu dipastikan bahwa ganda campuran andalan Indonesia gagal ke WBC (kejuaraan dunia) karena cedera engkel Tontowi Ahmad (Owi), maka sore ini kabar tak mengenakkan juga datang dari sektor ganda putra dan tunggal putra. Tunggal putra harapan kita, Simon Santoso dan ganda putra kebanggan Indonesia, Muh. Ahsan-Hendra Setiawan juga dipastikan tidak bisa ikut, hiks..hiks. Penyebabnya? Simon kena DBD sementara Ahsan cedera pinggul. Maka, sudah pasti Indonesia tidak bisa menampilkan kekuatan andalannya di ajang paling bergensi yang setara dengan olimpiade itu. Di tahun ini bisa dibilang prestasi pebulutangkis kita lagi menurun dibanding tahun lalu. Beberapa gelar super series dan super series premier telah hilang, ditambah dua gelar juara dunia. Amat sulit bagi pebulutangkis kita yang lain untuk merebut gelar tersebut. Ditambah Simon Santoso yang amat ...

Ayam masak Gholo

Ada yang berbeda di lebaran tahun ini. Bukan karena Mama ga masak heboh, bukan. Tapi tentang menu kuliner lebaran yang hampir seragam di keluarga kami. Adalah Ayam masak gholo. Makanan berbahan utama ayam kampung yang segar-segar enak, slrrrrp. Dari tahun lalu sebenarnya Mama sudah membuatnya saat lebaran, menemani coto yang tak kalah lezatnya. Hanya saja baru tahun ini semua rame-rame minta resep bahkan ada yang minta dibuatkan bumbu oleh Mama. Jadilah kali ini hidangan lebaran kami bertema Ayam masak gholo. Karena Mama sudah berbaik hati membagi resepnya, maka juga dengan senang hati menerima hasil akhirnya, haha. How to make it? Gampang banget. Gholo dalam bahasa Muna berarti kedondong, tapi aslinya hanya daunnya yang dimanfaatkan. Bahan-bahannya sbb, Ayam kampung yang sudah dipotong-potong. bumbunya, bawang putih dan bawang merah plus merica. Sereh.Serta garam dan gula sebagai penyedap. Dan daun kedondong. Cara masaknya. Rebus ayam dengan diberi sereh dan garam. Lalu, ha...

Okay, I feel Sad:-/

As a badminton fan, an Indonesian fan, I feel really sad tonight. Firasat gak akan menang sih ada, setelah kemarin tim Uber kita kalah, karena target mereka semifinal dan gak terpenuhi. Sementara target tim Thomas adalah final. Indonesia melalui Thomas Cup tahun ini dengan gemilang di fase grup. Tiga kali tanding, tiga-tiganya menang dan hanya kehilangan satu poin dari nomor tunggal putra. Kemudian sukses melewati hadangan tim kuat Korea, namun tersandung oleh tim yang kurang diperhitungkan Malaysia. Malaysia yang hanya punya pemain nomor satu tunggal putra, Lee Chong Wei, dan ganda putra yg prestasinya biasa saja dan baru dipasangkan,  ternyata mampu menghempaskan ganda terbaik kita dan nomor satu dunia, Ahsan-Hendra. Kunci kemenangan Malaysia menurut saya adalah taktik selalu mengubah pemain yang turun. Urutan pemain beberapa kali berubah dalam setiap pertandingan. Juga pemain yang dinilai kurang siap karena kalah, seperti Darren Liew diganti walaupun berstatus kapten tim. Se...

Membalut Luka Gaza, sebuah review

Hal yang paling sulit untuk saya lakukan adalah membuat review sebuah buku. Jika selesai membaca, maka hanya 4 hal yang akan saya katakan, suka-suka sekali-biasa saja atau tidak suka. Untuk menjabarkan ke hal yang lebih detil, sulit sekali.  Namun, untuk kegiatan baru One Month One Book, saya akan mulai mencobanya. SEMANGAT!!! Buku yang saya pilih kali ini adalah Membalut Luka Gaza. Buku yang ditulis oleh dr. Prita beserta relawan lainnya dari organisasi kemanusiaan BMSI. Buku ini adalah hasil barteran buku dengan dr. Prita sendiri. Saya dengan buku Sedikit Tentangku dan Kendari (Lagi), dan dr.Prita dengan buku ini. Gaza adalah tanah Palestina yang kini tersisa. Israel dan kaum Yahudinya telah berhasil mengusir bangsa Palestina dari tanah-tanah mereka sendiri. Warga Palestina kini hidup di bawah intimidasi dan blokade Israel. "...karena dalam hidup ini hanya ada dua pilihan bagi kami, hidup bahagia di dunia atau wafat dalam syahid untuk surga..." Salah s...

Mengukur Kekuatan Gempa : Intensitas.

Dalam setiap gempa yang terjadi, hal pertama yang selalu ditanyakan orang awam biasanya adalah kekuatan gempa serta lokasi . Dua hal tersebut memang selalu menjadi perhatian orang. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu intensitas gempa . Berbeda dari magnitudo atau kekuatan gempa, intensitas gempa atau yang dikenal dengan istilah shaking intensity adalah gambaran dampak gempabumi terhadap manusia dan lingkungan/bangunan . Jadi, magnitudo gempabumi berupa hanya satu nilai dari satu lokasi episenter, namun intensitas bisa berbeda-beda di beberapa tempat. Perbedaan ini terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya adalah, jarak tempat dari episenter, keadaan/kondisi batuan serta tanah tempat, serta adanya variasi perambatan gelombang gempa karena kompleksitas struktur kerak bumi. Karena dampak ini bisa menjadi ukuran yang relatif, maka beberapa ilmuwan dan lembaga berupaya untuk menstandarisasikannya dalam skala intensitas. Di dunia terkenal MMI atau skala intensitas Mercal...

Silaturahmi

Saya menyebutnya silaturahmi. Dua minggu di Bogor dan 2 hari di Jakarta itu seperti menggali memori kembali saat tinggal di sana. Rumah kos saya yang dulu sudah tak berpenghuni. Di pagarnya sudah terpampang tulisan DIJUAL. Beberapa rumah di sekitarnya juga telah berubah, ada yang hilang dan berganti rupa. Yang bertahan hanya kosan depan. Di sanalah saya menginap satu malam. Penjual pecel lele langganan saya dulu setiap hari libur pun telah berganti. Namun, suasananya tetap sama. Tak berubah.  Kawasan Jalan Angkasa 1 di Kemayoran itu dulunya adalah perumahan bagi karyawan Merpati. Maskapai yang kini dililit berbagai masalah. Para penghuninya sudah banyak yang tidak tinggal di sana. Rumah-rumah itupun diganti menjadi kos-kosan yang menarik banyak pegawai kantoran yang kebetulan juga banyak di sekitarnya, termasuk kantor saya, BMKG. Kantor saya dulu juga telah berubah banyak. Kini telah ada gedung tinggi tingkat belasan. Ruangan saya dulu juga telah berpindah lantai.   ...

Lowongan Palsu, duh

Di salah satu grup whatsapp pagi ini, teman saya mempost lowongan kerja. Mulanya saya tidak tertarik. Tapi, saat teman saya bilang kalau perusahaan itu dulunya adalah pt.tertentu yang bonafit dan terletak di Sulawesi, saya pun meneruskannya ke teman lain yang punya kualifikasi dan ingin bekerja dekat kampung halaman. Hal yang langsung direspon teman saya tersebut. Namun, ada yang mengganjal. Email yang dipakai bukan email perusahaan, melainkan email gratisan. Tipu-tipu detected niy :-/ Karena itu juga mengganggu saya, makanya saya langsung masuk ke web perusahaan. Dan, ternyata benar. Ada info Fraud on Job Vacancy. Duh, hoax dah saya. Cek ricek, tabayyun musti selalu dilakukan di era info serba cepat dan mudah. Harus!!