Langsung ke konten utama

Postingan

Ahsan-Hendra, Daebak!!

Malaysia Super Series berakhir kemarin. Dua wakil Indonesia di final hanya mampu mempersembahkan satu gelar, ganda putra. Laga ganda putra yang mempertemukan pasangan kita, Muh. Ahsan-Hendra Setiawan dengan ganda Korea, Lee Yong Dae-Ko Sung Hyun memberikan tontonan yang menyegarkan sekaligus tak terduga bagi saya. Sebab, sehari sebelumnya saya hanya memperkirakan pasangan kita ini merebut runner-up. Pasangan Korea menurut saya lebih unggul, selain juga karena mereka sebelumnya menang minggu lalu di Korea Open (yang peringkat turnamennya lebih tinggi dari Malaysia Super Series). M.Ahsan-Hendra Setiawan di Malaysia Super Series 2013(sumber olahraga.kompas.com ) Peringkat pasangan Indonesia yang baru mencapa 66 dunia di atas kertas jauh dari pasangan Korea yang sudah masuk sepuluh besar dunia (6 BWF). Namun, progress pasangan kita di turnamen ini lumayan mengagumkan. Rata-rata waktu tiap pertandingan yang mereka mainkan hanya di bawah 30 menit, yang berarti permainan merek...

250 Juta Tahun Kemudian.

Kalian mungkin sudah sering mendengar lempeng-lempeng bumi yang bergerak. Lempeng (tektonik) yang menyusun kulit bumi itu bergerak tak henti-henti. Dari penelitian para ilmuwan dari data pergerakan lempeng tersebut (data GPS), mereka membuat model-model bumi dari beberapa periode. Berikut adalah gambar-gambar model tersebut. Bumi sekarang, 50 juta tahun lagi, Yang ini 150 juta tahun lagi, Nah, ini kalau sampai 250 juta tahun kemudian, Model terakhir disebut "Pangea Ultima". Bagi yang pernah membaca sejarah bumi, mungkin pernah mendengar kata "Pangea". Yap, dulu bumi kita juga pernah bersatu dalam satu benua yang disebut "Pangea". Namun, semua model ini masih teori, ya. Mungkin bisa terbantahkan jika nanti terjadi kiamat, dimana bumi dan seisinya akan hancur. Wallahu a'lam. Sumber: http://rovicky.wordpress.com/2009/11/29/wajah-bumi-250-juta-tahun-lagi/

Antara Kunci Jawaban dan Belajar Keras

Mau tahu buku favorit saya waktu sekolah dasar? Buku kesukaan saya itu adalah buku "Kunci Jawaban".  Kenapa? Karena semua jawaban dari Ibu Guru ada di sana. Baik ulangan, maupun soal harian. Guru wali kelas saya nampaknya malas membuat soal, dan selalu mengandalkan buku tertentu yang jawabannya ada di buku "Kunci Jawaban". Yang punya buku itu di kelas, hanya saya dan ibu guru. Dengan bekal buku "Kunci Jawaban" itu, saya melalui masa SD dengan ceria. Beberapa kali juara kelas, dan selalu lancar menjawab pertanyaan di kelas. Entah kenapa hanya saya yang punya buku tersebut. Yang jelas, Bapak berhasil menemukannya di salah satu toko buku di kota saya (dan mungkin toko favorit), dan ternyata sama dengan yang dipakai oleh ibu guru saya.  Akan tetapi, ketenangan saya tersebut terusik saat akan naik ke kelas 6. Keluarga saya pindah ke kampung. Saya mau tak mau harus ikut juga.

Untuk PLN yang Lebih Baik

Sekitar sebulan lalu, listrik di rumah bermasalah. Tegangannya tidak stabil. Kejadiannya sebenarnya telah berlangsung beberapa lama, dan mencapai puncaknya pada malam hari itu. Lampu kedap-kedap lalu mati total. Setelah mengecek meteran, tak ada satupun yang salah. Lampu tetangga juga baik-baik saja. Karena tak punya nomor telepon lokal pengaduan PLN (dalam keadaan gelap, otak menjadi tambah malas untuk mencari tahu), saya membiarkan saja keadaan tersebut. Terpaksa melalui malam itu dengan lilin dan lampu dari telepon genggam.        Keesokan paginya, lampu belum menyala juga. Kembali mengecek ke rumah tetangga, namun saja saja dengan semalam. Hanya rumah kami saja yang bermasalah. Akhirnya rutinitas pagi dilalui tanpa listrik sama sekali. Nasi kembali dihangatkan dengan dandang, dan telepon genggam tak sempat di- charge . Menunggu mengisi baterainya di kantor saja.        Kembali ke pengaduan, setelah bertanya ke beberapa teman, saya pun m...

Pandai Berbagai Bahasa, Pandai Bahasa Indonesia

Berapa bahasa yang anda kuasai? Dua, tiga, atau hanya satu? Saya sendiri hanya tahu bahasa Indonesia dan sedikit bahasa Inggris walau hanya sebagai pengguna pasif. Berbeda dengan saya, ibu saya adalah seorang multilingual. Ia secara aktif mampu berbahasa indonesia, Bajo dan Muna. Bahasa Bajo adalah bahasa ibu-nya, sedangkan bahasa Muna adalah bahasa yang dipakai di kota tempat besarnya dulu. Bahasa lain yang juga mampu dipakainya adalah bahasa Makassar, Bugis dan sedikit Jawa. Bahasa Jawa, karena beliau pernah beberapa tahun tinggal di Jogja mengikuti Bapak saya yang sekolah di sana. Sedangkan ayah saya hanya menguasai bahasa Muna dan Indonesia. Bahasa Muna adalah bahasa ibu bagi Ayah. Ibu dan ayah saya memang berasal dari Muna, sebuah pulau yang mayoritas penduduknya adalah suku Muna dan berbahasa Muna. Meski ada juga yang tidak, seperti keluarga ibu saya yang berbahasa Bajo. Punya orangtua yang multilingual seharusnya menjadi keuntungan besar bagi kami, anak-ana...

Saya Pilih Ubuntu!

Sekitar awal tahun lalu, saya sudah punya niat untuk membeli laptop sendiri. Setelah bertahun kerja dan selalu mengandalkan komputer kantor buat mengerjakan semua kepentingan dengannya, saya ingin mengubah keadaan ini. Saya lalu mengumpulkan sedikit demi sedikit uang honor demi sebuah laptop.  Setelah beberapa saat, uang akhirnya terkumpul.  Setelah bertanya kesana kemari merek laptop yang kira-kira murah tapi bagus, dan juga bantuan sahabat baik saya, Ami, yang kebetulan cerewet sekali kalau membahas hal-hal berhubungan dengan gadget. Kami pun lalu menunjuk sebuah merek. Pertama kali memilih laptop tersebut, abang penjualnya menawarkan memakai sistem operasi sejuta umat, sang Jendela. "Mau pake Win***s? Kalau mau, drivernya udah ada. Tinggal nambah aja sejuta.", kata si penjual tersebut. "Oh, tidak. Mau pakai linux saja. Ada gak?" "Waduh, ga ada linux di sini. Susah itu." Saya menolak, mau memakai linux saja.

Mereka dan Buku "Sedikit Tentangku dan Kendari"

Judul: Sedikit Tentangku dan Kendari Penyusun: Mudhalifana Haruddin & Ayu Aga Desain Cover: Ferdhy Muhammad Harga: 45.000 (diluar ongkir) Tebal: x + 166 halaman diterbitkan melalui nulisbuku Kontributor: Mudhalifana Haruddin, Chaerul Sabara, Atyra Sansa, Ely Widyawati, Desi Dian Yustisia, Hana Yusida Syarif, Tatik Bahar, Bramastyo Dhieka, Itsuki Nurmani, Raya Adawiyah, Ummu Shavana, Ephy Aslinda, Andie Dodiet Fauzzie, Januar Lestari, Ramadhan Tosepu, Syabriyah Akib, Nurusyainie, Ayu Aga Penulis Tamu: Arham Kendari Sinopsis Buku tentang Kendari? Jarang ada, apalagi yang genrenya pop. Buku ini menjawab kebutuhan ini. Berisi 26 cerita yang semuanya adalah kisan nyata tentang Kendari. Mulai dari kuliner, pasar tradisional, pete-pete, hingga kisah dunia lain.  Kedekatan emosi pribadi dari tiap orang yang menceritakan pengalaman nyatanya di buku ini membuat pembaca akan bisa melihat, merasakan, membayangkan dan bahkan ingin datang ke kota kecil ini, Kendari....