Langsung ke konten utama

I win.

Pernah ikut kuis berhadiah? Saya yakin sebagian besar dari kita pernah. Kuis berhadiah adalah sesuatu yang tak asing lagi. Dan saya menang.
Pertama kali menang dalam kuis Tolong Dong, majalah Intisari, kira-kira Oktober tahun lalu. Saat saya sedang dalam masa-masa mencari kerja, dan uang itu pun saya gunakan untuk memperbaiki komputer. Kedua kali, ikutan kuis Teka-Teki Silangnya Kompas, agak sulit pada awalnya, karena banyak kosakata yang tak pernah saya temui sebelumnya. Tapi, dengan bantuan kamus bahasa di internet (ketahuan deh rahasianya, ;) )semua bisa teratasi. Setelah mengirimkan jawaban ke Kompas, saya sebenarnya tidak menghiraukan lagi, dengan perkiraan mungkin saya sedang tidak beruntung. Tapi, ternyata kenyataannya saya menang, setelah pak pos mengantarkan wesel itu ke alamat rumah. Alhamdulillah.

Komentar

  1. oh rahasianya itu kamus bahasa di internet tohh.. hehe.. salam kenal ya :-)

    BalasHapus
  2. Asyik...traktir nih, hehe.

    BalasHapus
  3. wahh...harus ada acara makan2 nih...hauahua...

    tapi beneran loh, klo byk ikutan kuis pasti ada jg yg kecantol..

    temanku, si raja kuis, eh, dpt 12 juta dr pepsodent....

    skrg sy jg ikut2an kuisnya balada cerita ramadhan di prambors, tapi ga pernah menang...nasib...nasib....

    btw....pulang kampung ki' ka' lebaran nanti?

    BalasHapus
  4. he..he..he.. bulan lalu alhamdulillah saya juga dapet dari kick andy. ga perlu mikir, cukup register aja.. :D

    BalasHapus
  5. Aku pernah juga menang undiang Pi, lomba mewarnai, Majalah Bobo, hehehe.. lucu deh kalo diinget2, hadiahnya tar KEROKEROPI yang kekecilan, hiks..

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

The Chronicles of Ahsan and Hendra

S aya menulis ini sebagai penggemar. Ya, I’m a fan of Moh. Ahsan and Hendra Setiawan as a pair. Ahsan dan Hendra mungkin ibarat pengingat bangkitnya Bulutangkis Indonesia. Setelah kegagalan di Olimpiade 2012 dan skandal memalukan Ganda Putri, hadirnya mereka bak oase di tengah kemarau berkepanjangan. Di saat Taufik berada di ujung masa jayanya, Tontowi dan Liliyana yang berada di peringkat 2 dunia tapi tak mampu berbicara di Olimpiade, di waktu banyak yang memandang sebelah mata ke Bulutangkis Indonesia, mereka adalah jawaban banyak pertanyaan tentang prestasi Indonesia. Perpaduan dua ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan-Markis Kido dan Bona Septano-Moh. Ahsan melahirkan pasangan ini. Hendra yang telah keluar dari Pelatnas memutuskan untuk kembali demi mencari tantangan dan pengalaman baru serta memuaskan ambisinya yang belum kesampaian, mejadi Juara All England. Sementara Ahsan, semenjak partnernya keluar dari Pelatnas, pelatih Hery IP. berusaha mencarikan pasangan bar...