Langsung ke konten utama

Kemana Pengawas Pemilu??

Jalanan Kendari yang lengang, tak banyak kendaran yang lewat.
Macet pun sesekali saja, di lampu merah, hehe. 
Tapi, entah mengapa wajah-wajah di pinggir jalan mengganggu konsentrasi saya, dalam menghayati panorama alam. 
Wajah-wajah dalam baliho, penuh senyum palsu hasil editan potosop.
Ini bukan masa kampanye. Pemilukada baru akan dimulai tahun depan, untuk walikota.
Sedang untuk pemilihan gubernur, dua tahun lagi.
Kemana para pengawas pemilu, bawaslu dan KPU?
Tampaknya mereka lagi asyik sendiri, ada yang berantem dan main tuntut-tuntutan.
Sehingga peserta jalan masing-masing, tanpa aturan dan mata yang mengawasi.
Mulai bergerilya dan melancarkan aksi money politics.
Rakyat yang dibawah pun banyak yang ketawa ketiwi, lihat hiburan seru sekali.
Namun akhirnya akan menangis, karena yang dipilih ingkari janji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

Kersen, Jambu Air dan Rambutan

Tulisan ini diikutkan pada  8 Minggu Ngeblog   bersama Anging Mammiri, minggu pertama. S uatu sore, April 1994 Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time , waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!! Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm..., Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam. Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku. Kersen (gambar dari sini )