Langsung ke konten utama

Postingan

Amorphophallus, tamu tak diundang.

Beberapa minggu lalu, kantor kami kedatangan tamu  agung.  Sebentuk bunga langka telah tumbuh di pekarangan kantor, Amorphophallus sp, yang banyak dikenal sebagi Bunga Bangkai (Corpse Flower). Awalnya kabar ini saya anggap bualan belaka,  "ahh, palingan bunga biasa saja, bukanlah..bukan bunga bangkai.." , tapi melihat foto bunga itu yang baru diambil teman saya pagi hari, saya pun bergegas guggling , mencari tahu apa dan bagaimana bunga bangkai itu (bukannya meluncur langsung ke TKP, hehe ). Teman saya berseru "Raflessia Arnoldi, bunga raksasa..", dan memang, banyak yang salah mengira bunga bangkai dan Rafflesia Arnoldi sama saja. Padahal, keduanya jauhh berbeda.  Kalo Rafflesia Arnoldi itu tidak bertangkai, berdaun, berbatang, sedang  bunga bangkai itu tumbuhan lengkap, ada daun, batang dan tangkai.             Bunga Bangkai aka Amorphophollus sp.

Memecahkan Rekor.

Seumur hidup, saya belum pernah punya rekor, apalagi yang nasional.  Kalau bolos atau telat masuk kelas dianggap bisa termasuk rekor, mungkin saya berhasil punya berkali-kali rekor nasional, hehe :) Tapi, memang rejeki ndak akan kemana.  Tak sengaja, saat sedang pesbukan, saya  melihat halaman yang menarik mata saya, 1001 Wajah Teluk Kendari. Teluk Kendari, adalah salah satu interest saya setelah pulang kampung.  Dan Fotografi, adalah salah satu passion baru saya, walau cuman bermodal kamera hape.  Dua hal itu digabung, tanpa diundang pun, saya rela menceburkan diri,  :-) Berita itu saya bagi dengan seorang teman, yang rupanya sangat antusias juga.  Setelah mengisi form pendaftaran, kami pun siap beraksi-memecahkan rekor, yeee! Sabtu, 25 Juni, cuaca Kendari agak kurang kondusif.  Hujan terus turun, dan sepertinya tak mau berhenti dalam waktu sesingkat-singkatnya.  Hati menjadi  bimbang, mungkin kah sebentar akan berhasil?  Dita...

Newbie on The Block

Sekarang, punya gadget baru, hasil dari kerja, bukan dari minta-minta atau ngemis ( senengya! ). Sebenarnya, sudah sekitar 3 bulan yang  lalu saya beli, tapi ceritanya baru sekarang (gpp, daripada gak cerita).  Punya uang yang cukup banyak di tabungan membuat saya berpikir "ini harus diwujudkan jadi sesuatu, kalo tidak, pasti akan menguap entah kemana..", dan akhirnya berwujud sebuah Laptop Lenovo G460 yang murah meriah.  Sayangnya, karena keterbatasan biaya, saya tidak memakai Sistem Operasi awam, Windows.  Saya bertekad memakai OS gratisan, dan boleh unduh, yakni Ubuntu. Setelah berbagai masalah dan complicated problems ( pokok e ruibett .), Ubuntu 10.10  Maverick Meerkat pun berhasil nangkring di lapie ini.  Hal selanjutnya , adalah kostumisasi, yakni pengadaptasian sistem ini dengan kebutuhan dan keperluan saya.  Jalan berliku lagi, karena musti mengotak-atik berbagai program yang kompatibel dengan yang biasa saya pakai di Windows. Di kantor pu...

Tadaima

Jalanan terasa panas, panas yang menyengat.  Tapi,aku senang. Perjalanan menuju rumah membuatku ingin tidur saja, mataku tak mampu ku tahan lagi, pulas. Walau cuman sekejap, aku sukses terlelap. Di kota ini, kota yang mulai menggeliat ini, dengan bangga kukatakan, adalah kotaku. Kampungku, yang adalah tempat asalku. Yang selama tiga tahun selalu kurindu. Di kota ini, semua keluarga dan sahabat kumpul jadi satu. Jauh dari mereka membuatku merana. Pete-pete(baca-angkot) yang mengantarku mulai bergerak lagi. Panas mentari semakin terasa, udara membuat peluhku mengalir. Panas yang juga kurindu. Udara hangat satu ini tak sama dengan yang dikota itu, kawan. Jelas berbeda. Sejam tak terasa.  Pintu rumahku telah terlihat. "tadaima.." aku telah pulang. *sebagai "peringatan" kepulangan saya kembali di kampung..^^ *gambar diambil dari sini

A Letter for Our Major

Yth Bapak Walikota di Meja Kerja Asssalamua'alaykum Pak, Nama saya Mudhalifana, salah seorang warga bapak. Mau Curhat.. Bapak sudah pernah keliling-keliling kota Kendari belum? Kayaknya belum deh Pak. Soalnya banyak jalanan yang masih rusak, dan rusaknya tidak tanggung2.. Contohnya jalanan ke arah Mata, daerah terluar di wilayah kekuasaan Bapak. Sepanjang jalan yang langsung berbatasan dengan laut, jalanannya sudah bolong semua, Aspalnya entah kemana. Padahal itu akses ke tempat wisata loh Pak, jadi perhatian wisatawan/wisatawati yang mau liburan ke Kasilampe dan Toronipa. dan jadi jalur diriku ke tempat kerja. Tolonglah pak, diperbaiki. Kalo perlu disurvei dulu, soalnya jalanan yang dibangun dipinggir laut rawan.. Sama perembesan air laut..(Bapak pasti lebih tau) dan juga, trayek angkot ke sana, diperhatikan... Karena, trayek angkutan yang tertib dan lancar mencerminkan kemajuan sebuah daerah.. Harap bisa dipertimbangkan... Salam warga biasa Mud...

Lombok, The Island of Cabe

Berkunjung ke pulau Lombok adalah pengalaman baru untuk saya, lagi. Dari atas pesawat, objek yang pertama kali menarik perhatian adalah sawah dan ladang yang jumlahnya banyak sekali. Lombok memang terkenal sebagai lumbung padi nasional. Situs pertama yang saya kunjungi adalah Bandara Selaparang. Setelah pekerjaan selesai, kira-kira lima jam-an, kami pun bergerak lagi. Kali ini ke daerah kediri, luar kota Mataram, untuk melaksanakan pekerjaan yang sama di tempat itu, instalasi akselerograf. Di sepanjang jalan, saya menyaksikan objek yang menyita mata saya di atas pesawat, ladang dan sawah yang luas serta hijau. Sedang, di Kediri, ada fenomena unik. Antar kampung, masing-masing memiliki mesjid sendiri, walau berjarak beberapa meter. Jadi, daerah itu terkenal dengan daerah seribu mesjid. Suara azan akan bersahut-sahutan. Namun, yang memprihatinkan, jemaahnya tak sebanding dengan jumlah mesjidnya.:(

Bukan delay Biasa

Jam udah menunjuk pukul 19.0, belum ada tanda-tanda boarding. Padahal, jam 18.00 tadi petugas mengumumkan bahwa pesawat akan boarding jam 18.40, sejam lebih dari waktu yang sebenarnya. Seorang bapak yang tak sabar pun menghampiri meja informasi. Dan, marah-marah. Suasana menjadi riuh...(kayak di pasar..:) ) Setelah didesak dan tak ada kepastian, lebih banyak penumpang yang makin tidak sabar.