Langsung ke konten utama

A Letter for Our Major

Yth Bapak Walikota di Meja Kerja

Asssalamua'alaykum Pak,
Nama saya Mudhalifana, salah seorang warga bapak.
Mau Curhat..



Bapak sudah pernah keliling-keliling kota Kendari belum?
Kayaknya belum deh Pak.
Soalnya banyak jalanan yang masih rusak, dan rusaknya tidak tanggung2..
Contohnya jalanan ke arah Mata, daerah terluar di wilayah kekuasaan Bapak.
Sepanjang jalan yang langsung berbatasan dengan laut, jalanannya sudah bolong semua,
Aspalnya entah kemana.
Padahal itu akses ke tempat wisata loh Pak,
jadi perhatian wisatawan/wisatawati yang mau liburan ke Kasilampe dan Toronipa.
dan jadi jalur diriku ke tempat kerja.
Tolonglah pak, diperbaiki.
Kalo perlu disurvei dulu, soalnya jalanan yang dibangun dipinggir laut rawan..
Sama perembesan air laut..(Bapak pasti lebih tau)

dan juga, trayek angkot ke sana, diperhatikan...
Karena, trayek angkutan yang tertib dan lancar mencerminkan kemajuan sebuah daerah..



Harap bisa dipertimbangkan...


Salam

warga biasa

Mudhalifana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

Kersen, Jambu Air dan Rambutan

Tulisan ini diikutkan pada  8 Minggu Ngeblog   bersama Anging Mammiri, minggu pertama. S uatu sore, April 1994 Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time , waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!! Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm..., Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam. Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku. Kersen (gambar dari sini )