Langsung ke konten utama

Postingan

Thanks to You

25 November sudah lewat memang, tapi tidak pernah terlambat untuk bilang "terima kasih guru-guruku, jasamu banyak sekali untukku.." Terima kasih untuk guru di SDku. Bu Wa Ode Randafo, guru kelas Enam. Banyak memori terukir denganmu. Terima kasih untuk Pak Sofyan, guru Bahasa Inggris serta Wali Kelasku di SMP. Terima Kasih telah mengenalkanku dengan English Language.Terima kasih untuk Guru Matematikaku di SMP, yang telah menjadi fansku (halah..)Terima kasih untuk Pak Sukarman, yang telah memberikan "shock therapy" di awal pelajaran matematika, saat baru masuk SMA.Terima kasih pada tiga Ibu Guru Fisikaku yang cantik, yang membuatku jatuh cinta pada Fisika.Terima kasih pada Pak Suradin, yang membuat EBTANAS KIMIA terasa mudah. Pada Pak Salim, yang membuatku semakin "tergila-gila" dengan Fisika. Terima kasih pada guru-guru lain, seIndonesia. Semoga kami, murid-muridmu akan mampu membanggakan kalian.

2036's asteroid

Armageddon, film fiksi ilmiah yang dibuat tahun 1998, menceritakan sekelompok ilmuwan yang pergi ke luar angkasa dalam misi membelokkan orbit asteroid yang diperkirakan dapat menabrak bumi. Ini bukanlah kisah fiksi belaka. Para ilmuwan dari German Aeronautics Center memperkirakan pada tahun 2036, sebuah asteroid berukuran sangat besar, berdiameter 350 meter kemungkinan besar akan jatuh ke bumi. Dampak yang ditimbulkan setara dengan 3000 bom atom, kekuatan besar yang bisa menghancurkan kehidupan manusia di bumi. Berbagai usaha telah dirintis untuk mempertahankan bumi. Mulai dari rencana peluncuran wahana yang akan mengorbit, mendarat serta menyelidiki asteroid tersebut. Serta pengujian roket yang mampu mengubah jalur orbit. Sebetulnya, hal ini bukanlah sesuatu yang baru bagi bumi. Sekitar 65 juta tahun yang lalu, sebuah asteroid raksasa pernah jatuh ke bumi, dan membinasakan hampir seluruh kehidupan di planet ini. Pencarian benda-benda di angkasa yang berpotensi sebagai asteroid pengha...

Mission Impossible

"Ini seperti mission impossible, gak mungkin !" ujar mr. Y. Acara yang akan berlangsung di hari kedua minggu depan itu menjadi sumber ujarannya. Sebenarnya tugas kelompok kami tidak terlalu berat. Hanya membuat list undangan, dan mengurus segala hal yang berkaitan dengan undangan. Tapi, ternyata kenyataannya tidak demikian. Kami terus menerus dipusingkan dengan jumlah undangan yang terus bertambah tiap detiknya, dan membuat semuanya tampak rumit. " Saya, sebenarnya tidak terlalu menjadi bagian penting disitu. Kondisi fisik yang kurang fit untuk selalu tinggal di kantor hingga malam, bahkan sampai tidur di kantor, membuat saya berperan hanya sebagai "tim penggembira", membantu apa saja yang bisa saya bantu. Waktu berlalu, dan tibalah saat atasan langsung saya pulang dari luar negeri dan segera mengambil alih tugas-tugas mr.Y. Beliau yang sebentar lagi pensiun akhirnya bisa bernafas lega dan tersenyum, ahhhhhh. 11 November, jam 10 pagi. Acara peluncuran pun berla...

Drama itu akhirnya berakhir

Minggu lalu, dua drama yang telah berlangsung berbulan-bulan akhirnya menemui ujungnya juga. Pelaku utamanya, dua orang keturunan Afrika mencatatkan diri mereka ke dalam buku sejarah sebagai yang pertama. Orang pertama, Lewis Hamilton. Pemuda Inggris ini akhirnya bisa meraih gelar Juara Dunia Formula One 2008 setelah tahun lalu gagal bersaing dengan Kimi Raikkonen, Ferrari. Tahun ini, dengan konsistensi dan kerjasama tim yang apik, Lewis membuktikan diri kalau dia bisa. Dengan pertarungan yang sengit di kejuaraan terakhir, di sirkuit Interlagos Brazil, senin dinihari (31/11), waktu Indonesia. Persaingan dua pembalap, Ferrari dengan Felipe Massa dan McLArren dengan Lewis Hemilton berlangsung hingga ke detik-detik akhir balapan. Hamilton yang sebenarnya hanya membutuhkan finish di urutan lima jika Massa menjadi juara, ternyata sempat dilambung oleh pembalap lain. Pihak Ferrari pun sudah mulai merasa menang saat Massa melampaui garis finish. Tapi, semua buyar saat Hamilton berhasill mempe...

Oleh-oleh dari Parung

Bukan berupa talas, ataupun buah-buahan terkenal asal bogor, tapi sepenggal cerita mewakili kenangan selama di sana. Terlambat memang, benar-benar telat. Heran, akhir-akhir ini, passion to write turun hingga ke level mengkhawatirkan bagi seorang blogger . Namun, saya mencoba lagi, membuka "paksa" ruang memori. Cerita pun dimulai. 12 oktober, tepat setelah Ashar, bus kami pun melaju meninggalkan pelataran parkir kantor yang sepi di hari itu, Minggu. Bus melaju dengan kecepatan standar, tak pelan dan tidak pula kencang. Di samping saya, duduk senior sealmamater, lama sekali kami tak berjumpa, sekitar 8 bulan. Dia, senior di SMA dan waktu kuliah, kini sedah seperti kakak sendiri. Saat mendaftar dulu, kami selalu bersama-sama, hingga akhirnya lulus dan terpisah tempat penempatan. Saya di pusat, dan dia di Kupang. Di dalam bus, saya hampir tidak mengenal sebagian besar peserta lain. Adapun yang saya kenal atau akrab hanyalah 7 orang. 3 sealmamater, dan 4 rekan sekerja. Sisanya 31...

Ternyata..

Sekali ikutan KickAndy Offair, ternyata berhasil membuat saya menjadi Kickandy Offair's Addict (hehehehe...). Terhitung sudah tiga kali, saya ikutan acara itu. Dan yang ketiga, ternyata bukan sekedar offair tapi di rekam juga alias akan ditayangkan di Metro TV. Tayangnya jum'at dan minggu kemarin. Selain offair, saya juga ikutan rekaman di studio Metro TV, dan yang ini akan tayang malam ini (nonton ya!!) Tapi, yang terpenting adalah selama dua minggu ke depan saya akan ikut sekolah singkat di Parung, Bogor. Doakan ya, semoga lulus, amiin.

Gugur satu per satu

Dulu, jumlah kami banyak sekali, saking banyaknya lantai 3 itu hampir mirip makassar kecil. Namun, seiring waktu, satu persatu mereka pun pergi. Unhas Geofisika adalah satu-satunya prodi geofisika yang ada di Indonesia timur. Tidak heran, kalau banyak lulusannya yang mendiami BMG. Selain di perusahaan minyak yang memang banyak jadi incaran. Kawan-kawan sealumni yang ada di kantor pusat, kini berkurang. Mereka kembali ke kampung, lebih memilih berkumpul dengan keluarga ketimbang mengejar karier di Ibukota. Dan kini, tinggal aku dan dua orang yang bertahan. Entah sampai kapan, mungkin di antara kami akan ada yang menyusul. Aku, tak tahu. Ibukota kini masih menarik bagiku. Dua atau tiga tahun lagi, aku sungguh tak tahu. Mungkin,..........