Langsung ke konten utama

Postingan

[potratpotret] Warna-Warni

blossoms Gambar-gambar kali ini adalah hasil motret iseng..:) Sebagian besar di dekat kantor. Dengan  kamera hape SoNer cedar 2MP, lumayanlah buat pemula ( narcis detected ). Sebagian besar juga ada di facebook saya . Dan, selamat menikmati..doomo^^ harbor of dreams

Ke Pasar Tradisional

Beberapa minggu yang  lalu, saya mendapat pemandangan langka. Seorang remaja lelaki menemani ibunya berbelanja di pasar. Kenangan pun kembali mengajak saya, memutar memori, tentang pasar tradisional. Ritual ini adalah hal yang saya benci, waktu kecil dulu. Betapa tidak, pasar adalah tempat dimana kakiku tak pernah selamat dari becek dan lumpur, lengket -basah dan bau. Belum lagi bau dan panasnya, pokoknya segala ketidaknyamanan ada di pasar. Mama tidak mau tau, dia biasa berjalan di depan dan selalu menyuruh saya berjalan lebih cepat lagi,dan lebih sering lagi meninggalkan saya yang bergulat dengan tanah berlumpur dikaki. Sekarang, ke pasar adalah kebiasaan baru lagi. Dalam seminggu, berbelanja di pasar bisa saya lakukan tiga atau empat kali. Rajin? Bukan. Ini dikarenakan tempat transit angkot saya ada di pasar. Jadi, sekalian saja saya lakukan, toh tidak butuh ongkos lebih dan tidak memakan waktu banyak. Lagipula, pasarnya juga kalau hujan tidak terlalu becek. Oje...

Amorphophallus, tamu tak diundang.

Beberapa minggu lalu, kantor kami kedatangan tamu  agung.  Sebentuk bunga langka telah tumbuh di pekarangan kantor, Amorphophallus sp, yang banyak dikenal sebagi Bunga Bangkai (Corpse Flower). Awalnya kabar ini saya anggap bualan belaka,  "ahh, palingan bunga biasa saja, bukanlah..bukan bunga bangkai.." , tapi melihat foto bunga itu yang baru diambil teman saya pagi hari, saya pun bergegas guggling , mencari tahu apa dan bagaimana bunga bangkai itu (bukannya meluncur langsung ke TKP, hehe ). Teman saya berseru "Raflessia Arnoldi, bunga raksasa..", dan memang, banyak yang salah mengira bunga bangkai dan Rafflesia Arnoldi sama saja. Padahal, keduanya jauhh berbeda.  Kalo Rafflesia Arnoldi itu tidak bertangkai, berdaun, berbatang, sedang  bunga bangkai itu tumbuhan lengkap, ada daun, batang dan tangkai.             Bunga Bangkai aka Amorphophollus sp.

Memecahkan Rekor.

Seumur hidup, saya belum pernah punya rekor, apalagi yang nasional.  Kalau bolos atau telat masuk kelas dianggap bisa termasuk rekor, mungkin saya berhasil punya berkali-kali rekor nasional, hehe :) Tapi, memang rejeki ndak akan kemana.  Tak sengaja, saat sedang pesbukan, saya  melihat halaman yang menarik mata saya, 1001 Wajah Teluk Kendari. Teluk Kendari, adalah salah satu interest saya setelah pulang kampung.  Dan Fotografi, adalah salah satu passion baru saya, walau cuman bermodal kamera hape.  Dua hal itu digabung, tanpa diundang pun, saya rela menceburkan diri,  :-) Berita itu saya bagi dengan seorang teman, yang rupanya sangat antusias juga.  Setelah mengisi form pendaftaran, kami pun siap beraksi-memecahkan rekor, yeee! Sabtu, 25 Juni, cuaca Kendari agak kurang kondusif.  Hujan terus turun, dan sepertinya tak mau berhenti dalam waktu sesingkat-singkatnya.  Hati menjadi  bimbang, mungkin kah sebentar akan berhasil?  Dita...

Newbie on The Block

Sekarang, punya gadget baru, hasil dari kerja, bukan dari minta-minta atau ngemis ( senengya! ). Sebenarnya, sudah sekitar 3 bulan yang  lalu saya beli, tapi ceritanya baru sekarang (gpp, daripada gak cerita).  Punya uang yang cukup banyak di tabungan membuat saya berpikir "ini harus diwujudkan jadi sesuatu, kalo tidak, pasti akan menguap entah kemana..", dan akhirnya berwujud sebuah Laptop Lenovo G460 yang murah meriah.  Sayangnya, karena keterbatasan biaya, saya tidak memakai Sistem Operasi awam, Windows.  Saya bertekad memakai OS gratisan, dan boleh unduh, yakni Ubuntu. Setelah berbagai masalah dan complicated problems ( pokok e ruibett .), Ubuntu 10.10  Maverick Meerkat pun berhasil nangkring di lapie ini.  Hal selanjutnya , adalah kostumisasi, yakni pengadaptasian sistem ini dengan kebutuhan dan keperluan saya.  Jalan berliku lagi, karena musti mengotak-atik berbagai program yang kompatibel dengan yang biasa saya pakai di Windows. Di kantor pu...

Tadaima

Jalanan terasa panas, panas yang menyengat.  Tapi,aku senang. Perjalanan menuju rumah membuatku ingin tidur saja, mataku tak mampu ku tahan lagi, pulas. Walau cuman sekejap, aku sukses terlelap. Di kota ini, kota yang mulai menggeliat ini, dengan bangga kukatakan, adalah kotaku. Kampungku, yang adalah tempat asalku. Yang selama tiga tahun selalu kurindu. Di kota ini, semua keluarga dan sahabat kumpul jadi satu. Jauh dari mereka membuatku merana. Pete-pete(baca-angkot) yang mengantarku mulai bergerak lagi. Panas mentari semakin terasa, udara membuat peluhku mengalir. Panas yang juga kurindu. Udara hangat satu ini tak sama dengan yang dikota itu, kawan. Jelas berbeda. Sejam tak terasa.  Pintu rumahku telah terlihat. "tadaima.." aku telah pulang. *sebagai "peringatan" kepulangan saya kembali di kampung..^^ *gambar diambil dari sini

A Letter for Our Major

Yth Bapak Walikota di Meja Kerja Asssalamua'alaykum Pak, Nama saya Mudhalifana, salah seorang warga bapak. Mau Curhat.. Bapak sudah pernah keliling-keliling kota Kendari belum? Kayaknya belum deh Pak. Soalnya banyak jalanan yang masih rusak, dan rusaknya tidak tanggung2.. Contohnya jalanan ke arah Mata, daerah terluar di wilayah kekuasaan Bapak. Sepanjang jalan yang langsung berbatasan dengan laut, jalanannya sudah bolong semua, Aspalnya entah kemana. Padahal itu akses ke tempat wisata loh Pak, jadi perhatian wisatawan/wisatawati yang mau liburan ke Kasilampe dan Toronipa. dan jadi jalur diriku ke tempat kerja. Tolonglah pak, diperbaiki. Kalo perlu disurvei dulu, soalnya jalanan yang dibangun dipinggir laut rawan.. Sama perembesan air laut..(Bapak pasti lebih tau) dan juga, trayek angkot ke sana, diperhatikan... Karena, trayek angkutan yang tertib dan lancar mencerminkan kemajuan sebuah daerah.. Harap bisa dipertimbangkan... Salam warga biasa Mud...