Langsung ke konten utama

Geofisika, apaan sih?

Geofisika, apaan sih?
Itu juga yang terlintas di pikiran saya ketika pertama kali menjatuhkan pilihan pada formulir UMPTN 8 tahun yang lalu. Sejujurnya, setelah lulus SMA, jurusan yang ada di otak saya adalah Fisika. Kenapa berubah jadi Geofisika, tanyakan kepada kakak saya. Dia yang menyarankan untuk mengganti pilihan program studi, dan anehnya saya menuruti saran dia. Mungkin, saat itu Tuhan sedang memilihkan jalan hidup melalui tangan kakak saya.
Dan, terceburlah saya dalam suatu tempat penggodokan ilmu Geofisika, prodi Geofisika , FMIPA,UNHAS.
Apa itu geofisika? Menurut saya, geofisika adalah salah satu cabang ilmu tentang bumi (geo) yang memandang atau menelaah bumi ini dari segi sifat-sifat fisisnya. Sifat-sifat fisis yang dimaksud seperti sifat elektrik, magnetik, elektromagnetik, gelombang seismik, atau sifat percepatan gravitasi bumi. Selain isi bumi, geofisika juga menelaah atmosfer bumi, ini kemudian mengarah ke cabang ilmu lainnya, yakni meteorologi dan klimatologi.
Dari berbagai sifat fisis bumi, kemudian berkembang berbagai metode geofisika. Di antaranya adalah:
1. Metode Seismik, yang meneliti bumi lewat penjalaran gelombang seismik. Metode ini banyak digunakan dalam eksplorasi minyak (seismik eksplorasi), dan gempa (seismologi).
2. Metode Gravitasi (geogravitasi), menggunakan harga percepatan gravitasi untuk mengetahui densitas (masa jenis) dari tiap-tiap lapisan bumi yang dicari.
3. Metode Magnetik (geomagnet).
4. Metode Listrik (geolistrik).
5. Metode Elektromagnetik (geoelektromagnet).
6. Metode Radar (georadar).
Setelah sekolah selama 5 tahun di sana, saya akhirnya lulus. Dan, membutuhkan waktu sekitar dua tahun bagi saya hingga akhirnya saya dapat pekerjaan, sebagai PNS di lembaga yang tidak jauh dari geofisika, BMG.
Bagi anda yang mau mendalami ilmu ini juga, dapat menjatuhkan pilihan pada universitas-universitas sebagai berikut : UI Jakarta,UGM Jogja ,ITB Bandung , UPN jogja, UNHAS Makassar, dan ITS Surabaya, atau ke AMG-akademi di bawah naungan BMG.

Komentar

  1. geofisika susah gk sih>?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm... sama siy seperti ilmu2 lain.
      Kalo emang cinta jadi gak sulit #eeaaaa

      Hapus
  2. salam kenal ....
    saya juga maba geofisika di unhas ,,
    bagaimana dosen dosen geofisika di unhas

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

The Chronicles of Ahsan and Hendra

S aya menulis ini sebagai penggemar. Ya, I’m a fan of Moh. Ahsan and Hendra Setiawan as a pair. Ahsan dan Hendra mungkin ibarat pengingat bangkitnya Bulutangkis Indonesia. Setelah kegagalan di Olimpiade 2012 dan skandal memalukan Ganda Putri, hadirnya mereka bak oase di tengah kemarau berkepanjangan. Di saat Taufik berada di ujung masa jayanya, Tontowi dan Liliyana yang berada di peringkat 2 dunia tapi tak mampu berbicara di Olimpiade, di waktu banyak yang memandang sebelah mata ke Bulutangkis Indonesia, mereka adalah jawaban banyak pertanyaan tentang prestasi Indonesia. Perpaduan dua ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan-Markis Kido dan Bona Septano-Moh. Ahsan melahirkan pasangan ini. Hendra yang telah keluar dari Pelatnas memutuskan untuk kembali demi mencari tantangan dan pengalaman baru serta memuaskan ambisinya yang belum kesampaian, mejadi Juara All England. Sementara Ahsan, semenjak partnernya keluar dari Pelatnas, pelatih Hery IP. berusaha mencarikan pasangan bar...