Langsung ke konten utama

Postingan

The Chronicles of Ahsan and Hendra

S aya menulis ini sebagai penggemar. Ya, I’m a fan of Moh. Ahsan and Hendra Setiawan as a pair. Ahsan dan Hendra mungkin ibarat pengingat bangkitnya Bulutangkis Indonesia. Setelah kegagalan di Olimpiade 2012 dan skandal memalukan Ganda Putri, hadirnya mereka bak oase di tengah kemarau berkepanjangan. Di saat Taufik berada di ujung masa jayanya, Tontowi dan Liliyana yang berada di peringkat 2 dunia tapi tak mampu berbicara di Olimpiade, di waktu banyak yang memandang sebelah mata ke Bulutangkis Indonesia, mereka adalah jawaban banyak pertanyaan tentang prestasi Indonesia. Perpaduan dua ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan-Markis Kido dan Bona Septano-Moh. Ahsan melahirkan pasangan ini. Hendra yang telah keluar dari Pelatnas memutuskan untuk kembali demi mencari tantangan dan pengalaman baru serta memuaskan ambisinya yang belum kesampaian, mejadi Juara All England. Sementara Ahsan, semenjak partnernya keluar dari Pelatnas, pelatih Hery IP. berusaha mencarikan pasangan bar...

Cuka Apel, si Banyak Guna

Sudah kira-kira dua tahun belakangan, saya menjadi pemakai cuka apel. Awal-awal sih buat sakit Maag, tapi kemudian dipakai buat bagian tubuh luar saja. Buat apa saja? Berikut daftarnya, 1. Toner atau penyegar. Campur cuka apel dengan air (kemasan), taruh di dalam wadah (saya pakai wadah plastik bekas kolonye semprot). Rasionya sih suka-suka, tapi kalo muka kering lebih bagus ga terlalu pekat, mungkin 1:4. 2. Kondisioner. Campuran cuka apel tadi bisa juga dijadiin kondisioner sehabis memakai shampo. Mau disemprot langsung ke rambut, atau dicampur ke air (hangat) dulu baru dibilas ke rambut. Diamkan sebentar biar meresap, lalu bilas berulang ulang (sebab baunya lumayan menyengat). 3. Obat kutu air. Beberapa minggu lalu, kaki saya kena kutu air. Tidak terlalu parah, tapi lumayan mengganggu karena terasa gatal. Saya biasa mengoleskan kapas yang telah disemprot larutan cuka apel, ke sela-sela kaki yang kena kutu air sebelum tidur. Alhamdulilah, gatal dan m...

Wahyu-Ade, si Juara Thailand GPG 2015 yang sering tak dianggap

Wahyu Nayaka dan Ade Yusuf menjadi penyelamat muka Indonesia Minggu sore yang lalu. Maju ke babak final Kejuaraan Thailand Open Grand Prix Gold 2015 di tiga nomor, Indonesia hanya mampu membawa 1 gelar ganda putra lewat Wahyu-Ade. Dua finalis lain, Praveen Jordan-Debby Susanto dan Ihsan Maulana M harus mengakui keunggulan lawan-lawan mereka. Nama Wahyu-Ade sebenarnya bukan nama baru di jajaran ganda putra pelatnas kita. Hanya saja pamor mereka kalah dari pasangan sepantaran, Angga Pratama-Ricky Karanda dan junior mereka Kevin Sanjaya-Marcus Gideon yang bulan Juni lalu ikut dalam tim SEA GAMES 2015. Padahal mereka bukannya tanpa gelar karena mereka sudah pernah merebut juara ganda putra di Dutch Grand Prix 2013 dan Iran International Challenge 2013. Hanya saja setelah itu, prestasi mereka menurun dan hanya menjadi penghias di berbagai turnamen yg diikuti. Di tahun 2015, rupanya terjadi perubahan yang cukup signifikan. Pasangan ini mulai bisa bersaing dengan ganda putra kuat dun...

Jakarta berkabut siang itu

Setahun lebih sudah terakhir saya menginjakkan kaki di Jakarta. Kota yg pernah membersamai saya selama 3 tahun. Kota yang mungkin dicintai banyak orang. Sayangnya saya tidak terlalu. Jakarta siang itu berkabut tipis. Sebelum pesawat yang saya tumpangi mendarat, setumpuk tipis kabut nampak menyelimuti Jakarta. Datang ke Jakarta dengan alasan yang sama seperti kedatangan saya, buat belajar sejenak agar otak kami tak selalu disemuti rutinitas yang sama hari ke hari. Agar wawasan kami bertambah luas lagi. Bertemu kawan lama hanyalah bonus kecil. Ada kawan yang sudah bertahun-tahun tak bersua, ada yang seringnya via Whatsapp saja, ada juga yang hanya bisa lewat SMS dan telepon. Waktu belajar hampir usai, waktu yang diharapkan pun kan datang. Waktu kembali ke kampung. Bertemu kembali dengan mereka yang selalu dirindu.

Piala Sudirman 2015, Dongguan-Cina

Minggu lalu adalah minggu yang sangat "panas" bagi bulutangkis Indonesia sebab ada gelaran Kejuaran Beregu Campuran Dunia dengan piala yang sangat terkenal, Piala Sudirman. Digelar dari tanggal 10 Mei hingga Final di hari Minggu kemarin, 17 Mei 2015, Indonesia berhasil menyabet perunggu setelah terhenti di semifinal hari Sabtu, 16 Mei 2015.  Beranggotakan pemain senior seperti Hendra Setiawan, Greysia Polii, M. Ahsan, dan Liliyana Natsir, dan pemain junior seperti Jonatan Christie, Firman Abdul Khalik, dan Hana Ramadhini, capaian Indonesia kali ini lebih baik dari dua tahun lalu yang hanya sampai perempat final. Menjadi juara di penyisihan grup C, di antara Inggris dan Denmark, perjalanan Indonesia tergolong lancar di perempat final. Berhadapan dengan Taiwan, Indonesia menang dengan skor 3-1, dan satu kemenangan disumbangkan oleh partai tunggal putra yang awalnya tidak terlalu diunggulkan.  Sayang, final yang terlalu dini harus terjadi di semifinal saat hasil undian ...

Ketika 3x4 tidak sama dengan 12

Ketidakstabilan ekonomi akhir-akhir ini sangat berdampak besar bagi kelas menengah bagian dasar seperti saya. Contoh paling nyata adalah kondisi di dapur kami. Harga bahan bakar buat masak, yakni gas elpiji, telah beberapa kali mengalami perubahan (aka kenaikan) hingga ke kisaran harga yang mulai ajaib. Ajaib karena kini telah jauh dari harga 4 tabung gas 3 kg. Di pengecer kecil, harga gas 3 kg itu 20 ribu rupiah. Nah, sedang harga gas 12 kg sekarang sudah 160-an ribu rupiah. 4 tabung gas 3 kg itu 80rb, yg sama dng isi gas 12 kg, tapi harganya tidak sama :-/ Dari berita di koran dan tv, dikatakan kalau gas 3 kg masih dalam subsidi pemerintah, sementara yang 12 kg sudah tidak. Namun, ada rencana kalau gas 3 kg juga akan dilepas dari subsidi dan harganya mengikuti pasar. Rencana yang pasti akan membawa dampak besar bagi rakyat kecil yang sangat bergantung dengan bahan bakar ini setelah "dipaksa" beralih dari minyak tanah di masa pemerintahan lalu.  Berdoa dan berusaha, tidak...

Ahsan-Hendra, Menang!!

Setelah pertarungan menegangkan selama 59 menit yang diselingi drama dan perang dingin (ahay bahasanya), akhirnya Muh. Ahsan - Hendra Setiawan, ganda putra kebanggaan Indonesia, memenangkan permainan tiga set atas ganda putra no. 1 dunia, Lee Yong Dae - Yoo Yoon Seong (aka LYD-YYS, biar hemat nulisnya), 14-21 21-15 23-21.   Sempat terseok-seok di awal tahun ini, di turnamen All England SSP (Super Series Premier), Ahsan-Hendra kembali bersinar di turnamen SSP berikutnya, Malaysia SSP. Turnamen yang gelarnya pernah mereka raih di tahun 2013 lalu.  Berkaca dari hasil  positif dan optimis wawancara mereka (yang bisa dibaca di badmintonindonesia.org), saya melihat peluang besar mereka memang ada di sini, dan kejadian juga, hehe.  Memang benar deh, kalau kita berkata yang baik-baik, bakal berakhir yang baik-baik juga. Berjumpa LYD-YYS bukanlah kali pertama buat Ahsan-Hendra, tapi kali yang ke-delapan.  Dari tujuh pertemuan, 5 kali Ahsan-Hendra kalah (...