Setahun lebih sudah terakhir saya menginjakkan kaki di Jakarta. Kota yg pernah membersamai saya selama 3 tahun. Kota yang mungkin dicintai banyak orang. Sayangnya saya tidak terlalu.
Jakarta siang itu berkabut tipis. Sebelum pesawat yang saya tumpangi mendarat, setumpuk tipis kabut nampak menyelimuti Jakarta.
Datang ke Jakarta dengan alasan yang sama seperti kedatangan saya, buat belajar sejenak agar otak kami tak selalu disemuti rutinitas yang sama hari ke hari. Agar wawasan kami bertambah luas lagi.
Bertemu kawan lama hanyalah bonus kecil. Ada kawan yang sudah bertahun-tahun tak bersua, ada yang seringnya via Whatsapp saja, ada juga yang hanya bisa lewat SMS dan telepon.
Waktu belajar hampir usai, waktu yang diharapkan pun kan datang. Waktu kembali ke kampung. Bertemu kembali dengan mereka yang selalu dirindu.
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama. S uatu sore, April 1994 Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time , waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!! Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm..., Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam. Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku. Kersen (gambar dari sini )
Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.