Langsung ke konten utama

Postingan

Membalut Luka Gaza, sebuah review

Hal yang paling sulit untuk saya lakukan adalah membuat review sebuah buku. Jika selesai membaca, maka hanya 4 hal yang akan saya katakan, suka-suka sekali-biasa saja atau tidak suka. Untuk menjabarkan ke hal yang lebih detil, sulit sekali.  Namun, untuk kegiatan baru One Month One Book, saya akan mulai mencobanya. SEMANGAT!!! Buku yang saya pilih kali ini adalah Membalut Luka Gaza. Buku yang ditulis oleh dr. Prita beserta relawan lainnya dari organisasi kemanusiaan BMSI. Buku ini adalah hasil barteran buku dengan dr. Prita sendiri. Saya dengan buku Sedikit Tentangku dan Kendari (Lagi), dan dr.Prita dengan buku ini. Gaza adalah tanah Palestina yang kini tersisa. Israel dan kaum Yahudinya telah berhasil mengusir bangsa Palestina dari tanah-tanah mereka sendiri. Warga Palestina kini hidup di bawah intimidasi dan blokade Israel. "...karena dalam hidup ini hanya ada dua pilihan bagi kami, hidup bahagia di dunia atau wafat dalam syahid untuk surga..." Salah s...

Mengukur Kekuatan Gempa : Intensitas.

Dalam setiap gempa yang terjadi, hal pertama yang selalu ditanyakan orang awam biasanya adalah kekuatan gempa serta lokasi . Dua hal tersebut memang selalu menjadi perhatian orang. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu intensitas gempa . Berbeda dari magnitudo atau kekuatan gempa, intensitas gempa atau yang dikenal dengan istilah shaking intensity adalah gambaran dampak gempabumi terhadap manusia dan lingkungan/bangunan . Jadi, magnitudo gempabumi berupa hanya satu nilai dari satu lokasi episenter, namun intensitas bisa berbeda-beda di beberapa tempat. Perbedaan ini terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya adalah, jarak tempat dari episenter, keadaan/kondisi batuan serta tanah tempat, serta adanya variasi perambatan gelombang gempa karena kompleksitas struktur kerak bumi. Karena dampak ini bisa menjadi ukuran yang relatif, maka beberapa ilmuwan dan lembaga berupaya untuk menstandarisasikannya dalam skala intensitas. Di dunia terkenal MMI atau skala intensitas Mercal...

Silaturahmi

Saya menyebutnya silaturahmi. Dua minggu di Bogor dan 2 hari di Jakarta itu seperti menggali memori kembali saat tinggal di sana. Rumah kos saya yang dulu sudah tak berpenghuni. Di pagarnya sudah terpampang tulisan DIJUAL. Beberapa rumah di sekitarnya juga telah berubah, ada yang hilang dan berganti rupa. Yang bertahan hanya kosan depan. Di sanalah saya menginap satu malam. Penjual pecel lele langganan saya dulu setiap hari libur pun telah berganti. Namun, suasananya tetap sama. Tak berubah.  Kawasan Jalan Angkasa 1 di Kemayoran itu dulunya adalah perumahan bagi karyawan Merpati. Maskapai yang kini dililit berbagai masalah. Para penghuninya sudah banyak yang tidak tinggal di sana. Rumah-rumah itupun diganti menjadi kos-kosan yang menarik banyak pegawai kantoran yang kebetulan juga banyak di sekitarnya, termasuk kantor saya, BMKG. Kantor saya dulu juga telah berubah banyak. Kini telah ada gedung tinggi tingkat belasan. Ruangan saya dulu juga telah berpindah lantai.   ...

Lowongan Palsu, duh

Di salah satu grup whatsapp pagi ini, teman saya mempost lowongan kerja. Mulanya saya tidak tertarik. Tapi, saat teman saya bilang kalau perusahaan itu dulunya adalah pt.tertentu yang bonafit dan terletak di Sulawesi, saya pun meneruskannya ke teman lain yang punya kualifikasi dan ingin bekerja dekat kampung halaman. Hal yang langsung direspon teman saya tersebut. Namun, ada yang mengganjal. Email yang dipakai bukan email perusahaan, melainkan email gratisan. Tipu-tipu detected niy :-/ Karena itu juga mengganggu saya, makanya saya langsung masuk ke web perusahaan. Dan, ternyata benar. Ada info Fraud on Job Vacancy. Duh, hoax dah saya. Cek ricek, tabayyun musti selalu dilakukan di era info serba cepat dan mudah. Harus!!

Malaysia Open 2014

Tak seperti tahun lalu, Indonesia kali ini tak kebagian gelar di Malaysia. Tommy Sugiarto yang maju ke babak final harus takluk di tangan andalan tuan rumah, Lee Chong Wei. Ganda putra no.1 dunia sekaligus kebanggaan kita, M.Ahsan-Hendra S, juga telah lebih dulu terhenti di babak kedua. Begitu pula ganda campuran Lilyana N-Tontowi A. juga tak mampu ke final setelah kalah 2 set langsung dari pasangan Cina, Xu Chen-Ma Jin.  Namun, ada prestasi yang cukup membanggakan dari ganda putra, Angga-Ryan, yang tidak diunggulkan namun melaju hingga semifinal.    Meski belum dapat gelar, masih ada turnamen-turnamen lain menunggu pebulutangkis kita. SEMANGAT!!!

PLN Bersih untuk Indonesia, untuk Kita Juga

Melihat postingan tentang lomba blog PLN dan plang " PLN Bersih , No Suap" membuat saya berkerut dahi, "Emang bisa??" tanya saya dalam hati. Cap bersih dan apapun yang senada dengan itu, di negeri dan jaman sekarang ini adalah hal yang teramat sulit. Sungguh. Lihat saja di televisi, koran dan berita online, fakta atau opini yang ada adalah korupsi, penyalahgunaan wewenang dimana-mana. Suap, apalagi, adalah hal yang dianggap wajar di masyarakat kita. Tak menyuap seperti tak gaul :( (hedeeeuuuh). Tapi, tak ada yang tak mungkin jika mau bersungguh-sungguh. PLN Bersih bukanlah tagline semata. Terlihat dari perubahan-perubahan drastis yang dilakukan mereka, bahkan seluruh jajaran-mulai dari yang di atas hingga terbawah. Salut. Berbagai perubahan yang dijalankan, bisa diakses dari situs plnbersih.com , diantaranya: perubahan sistem pelayanan dan pengaduan, pengaturan gratifikasi, perubahan pengadaan barang dan jasa, dsb. Hal-hal dasar yang bisa memic...

Mengembalikan (restore) Tampilan Print Composer di QuantumGIS

Utak-atik emang pekerjaan yang menyenangkan, kalau tahu cara mengembalikan ke keadaan sebelumnya. Tapi kalau tak tahu, maka untuk itulah tombol CTRL + Z (undo) diciptakan, haha. Yang masalah adalah saat tombol undo bagi tampilan tak tersedia, begitu pula tanda-tanda tombol yang lain. Hopeless:( Dari kemarin, setelah sedikit main-main dengan Print Composer QuantumGIS (tools untuk mencetak peta), saya dengan "tanpa sengaja" mematikan tampilan sebelah kanannya. Yang saya kira bisa saya kembalikan dengan mudah. Ternyata tak bisa, saudara-saudara. Berulang kali saya coba, namun  tak satu pun yang sukses. Pagi ini, setelah berkontemplasi cukup dalam (hedeuhhh bahasanya B-) ), saya mencoba strategi lain. Uninstall QuantumGIS lalu install ulang, dan hasilnyaaaaaaaaa......gagal maning-gagal maning. Sama sekali tak berubah. Mau tak mau harus cari bantuan ekstra dari luar, yakni mbah Google. tampilan print composer yang asli setelah diutak-atik Ketik di google, how t...