Langsung ke konten utama

Mengembalikan (restore) Tampilan Print Composer di QuantumGIS

Utak-atik emang pekerjaan yang menyenangkan, kalau tahu cara mengembalikan ke keadaan sebelumnya. Tapi kalau tak tahu, maka untuk itulah tombol CTRL + Z (undo) diciptakan, haha.

Yang masalah adalah saat tombol undo bagi tampilan tak tersedia, begitu pula tanda-tanda tombol yang lain. Hopeless:(

Dari kemarin, setelah sedikit main-main dengan Print Composer QuantumGIS (tools untuk mencetak peta), saya dengan "tanpa sengaja" mematikan tampilan sebelah kanannya. Yang saya kira bisa saya kembalikan dengan mudah. Ternyata tak bisa, saudara-saudara. Berulang kali saya coba, namun  tak satu pun yang sukses.

Pagi ini, setelah berkontemplasi cukup dalam (hedeuhhh bahasanya B-) ), saya mencoba strategi lain. Uninstall QuantumGIS lalu install ulang, dan hasilnyaaaaaaaaa......gagal maning-gagal maning. Sama sekali tak berubah. Mau tak mau harus cari bantuan ekstra dari luar, yakni mbah Google.

tampilan print composer yang asli

setelah diutak-atik

Ketik di google, how to restore print composer quantum GIS.  Berbagai pilihan keluar, yang awal-awal berhubungan dengan phyton-which I don't get it at all- tak mengerti sama sekali. Hingga ke pilihan,
http://osgeo-org.1560.x6.nabble.com/print-composer-turn-tabs-on-and-off-td4998825.html , caranya mudah sekali. Hanya pakai klik kanan. And, done!!

how to restore print composer?

pfffffiuuuhh.....

Moral of the story, malu bertanya (ke google), sesat di jalan :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

The Chronicles of Ahsan and Hendra

S aya menulis ini sebagai penggemar. Ya, I’m a fan of Moh. Ahsan and Hendra Setiawan as a pair. Ahsan dan Hendra mungkin ibarat pengingat bangkitnya Bulutangkis Indonesia. Setelah kegagalan di Olimpiade 2012 dan skandal memalukan Ganda Putri, hadirnya mereka bak oase di tengah kemarau berkepanjangan. Di saat Taufik berada di ujung masa jayanya, Tontowi dan Liliyana yang berada di peringkat 2 dunia tapi tak mampu berbicara di Olimpiade, di waktu banyak yang memandang sebelah mata ke Bulutangkis Indonesia, mereka adalah jawaban banyak pertanyaan tentang prestasi Indonesia. Perpaduan dua ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan-Markis Kido dan Bona Septano-Moh. Ahsan melahirkan pasangan ini. Hendra yang telah keluar dari Pelatnas memutuskan untuk kembali demi mencari tantangan dan pengalaman baru serta memuaskan ambisinya yang belum kesampaian, mejadi Juara All England. Sementara Ahsan, semenjak partnernya keluar dari Pelatnas, pelatih Hery IP. berusaha mencarikan pasangan bar...