Langsung ke konten utama

General Hospital Season 2. (K-drama, 2008)


Drama ini adalah remake dari drama berjudul sama produksi tahun 1994, dengan bintang Lee Jae Ryong yang juga membintangi season duanya. Bercerita tentang kehidupan di rumah sakit universitas terkemuka di kota Seoul, dan dibintangi pemain terkenal Korea, seperti Cha Tae-Hyeon dan Kim Jeung-Eun.
Kim Jeung Eun berperan sebagai Jung Ha Yoon, seorang dokter yang juga lulusan fakultas Hukum. Tujuan nya menjadi dokter, sebenarnya hanya untuk menjadi pengacara kedokteran,yakni pengacara yang menspesialisasikan diri dalam kasus-kasus medis. Sebuah profesi yang amat ditakuti para dokter.
Choi Jin sang yang diperankan oleh Cha Tae-Hyeon, dokter residen tipikal mahasiswa biasa yang tidak pintar-pintar amat plus ceroboh, namun sangat dekat dengan pasien. Kelebihannya yang satu ini terkadang membuat Ha Yoon dan Hyun Woo cemburu.
Dokter residen ketiga, Baek Hyun Woo (Ryu Jin) teman seangkatan Jin Shang yang tergolong pintar. Hubungan keduanya sangat unik, “bermusuhan” di kampus , namun kemudian berteman bahkan bersahabat di rumah sakit.
Ketiganya masuk bagian bedah (surgery department) di rumah sakit tersebut, dan dilatih sebagi dokter bedah.
Tiap episodenya menyajikan cerita-cerita unik, menyentuh, lucu, sedih dan juga membuat kita tertegun. Tentang orang-orang yang berjuang untuk sembuh, yang putus asa, dan yang belajar dari tiap hal yang mereka temui di rumah sakit. Tentang persahabatan, cinta, dan keluarga, senioritas, konflik antar rekan kerja, persaingan dan kerjasama.
Operasi terkadang menjadi jalan keluar bagi sementara orang untuk penyakit yang mereka derita. Mereka percaya, bahwa setelah operasi mereka pasti sembuh. Sebuah stigma yang sulit ditepis oleh dokter bedah, bahkan yang paling ahli sekalipun. Tidak ada yang bisa menjamin, bahwa sebuah operasi pasti membawa kesembuhan. GH juga bercerita tentang ini.
Alur cerita yang menarik, akting yang apik, serta konflik yang seru membuat drama ini layak ditonton. Bagi para peminat drama medis, drama ini recommendable.

ps: banyak istilah medis yang sulit untuk dicerna, namun tidak terlalu mengganggu alur cerita,
alangkah bagusnya kalau sambil nonton, sambil memegang kamus kedokteran, :D


Komentar

  1. Pi, sebagai salah satu blog yang memberi inspirasi dan kreatif, aku berikan award ini salah satunya buat blogmu.. semoga semakin semangat buat ngeblog yach.. Oya, check di http://clararch02.blogspot.com/2009/06/dapet-award-lagi.html

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas informasi menarik

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

The Chronicles of Ahsan and Hendra

S aya menulis ini sebagai penggemar. Ya, I’m a fan of Moh. Ahsan and Hendra Setiawan as a pair. Ahsan dan Hendra mungkin ibarat pengingat bangkitnya Bulutangkis Indonesia. Setelah kegagalan di Olimpiade 2012 dan skandal memalukan Ganda Putri, hadirnya mereka bak oase di tengah kemarau berkepanjangan. Di saat Taufik berada di ujung masa jayanya, Tontowi dan Liliyana yang berada di peringkat 2 dunia tapi tak mampu berbicara di Olimpiade, di waktu banyak yang memandang sebelah mata ke Bulutangkis Indonesia, mereka adalah jawaban banyak pertanyaan tentang prestasi Indonesia. Perpaduan dua ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan-Markis Kido dan Bona Septano-Moh. Ahsan melahirkan pasangan ini. Hendra yang telah keluar dari Pelatnas memutuskan untuk kembali demi mencari tantangan dan pengalaman baru serta memuaskan ambisinya yang belum kesampaian, mejadi Juara All England. Sementara Ahsan, semenjak partnernya keluar dari Pelatnas, pelatih Hery IP. berusaha mencarikan pasangan bar...