Langsung ke konten utama

I'm Not a Boy...sebuah klarifikasi

Ternyata, mempunyai nama sepanjang Mudhalifana Haruddin, tidak membuat orang-orang 'ngeh' kalau itu nama cewek, bukan cowok,heh! So, kali ini para pembaca yang terhormat, once again let me clarify,Mudhalifana Haruddin is a girl not a boy..(kapok dah dipanggil mas ato bro! )
Selain itu juga, kalau diperhatikan dengan seksama, di bawah "geophysicist wanna be" ada teks yang menyatakan kalau saya adalah "seorang warga negara dan wanita Indonesia biasa". Jelas kan?
Tapi, daripada marah-marah dan buang-buang energi, tidak ada salahnya kalau dalam kesempatan ini saya mengucapkan
"Taqabbalallahu minna wa minkum,
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1429 H,
maafkan segala kesalahan dan moga kita dapat meniru pengorbanan Nabi Ibrahim AS
dan Nabi Ismail, amin!"
Lebaran Haji kali ini, begitu bermakna...Alhamdulillah!!

Komentar

  1. first' confuse juga...second baru aku tau'''kalambe gara..hahaha

    BalasHapus
  2. Selamat Idul Adha ya, selamat bertugas, kalau ada angin kencang' infonya aja gitu...hehe' sebab saya selalu ulang alik ke muna naik kapal laut..blognya nanti saya add inlink.

    BalasHapus
  3. umbe..kalambe kunae..dari futu dah jelas kan!!!
    bisa berguru bahasa muna neh..
    mohon petunjuknya suhu!

    BalasHapus
  4. wah mba maaf ya, aku kemarin panggil mas hehhehe

    BalasHapus
  5. hehehehehe...bersyukurlah karena nama itu sebuah doa

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

The Chronicles of Ahsan and Hendra

S aya menulis ini sebagai penggemar. Ya, I’m a fan of Moh. Ahsan and Hendra Setiawan as a pair. Ahsan dan Hendra mungkin ibarat pengingat bangkitnya Bulutangkis Indonesia. Setelah kegagalan di Olimpiade 2012 dan skandal memalukan Ganda Putri, hadirnya mereka bak oase di tengah kemarau berkepanjangan. Di saat Taufik berada di ujung masa jayanya, Tontowi dan Liliyana yang berada di peringkat 2 dunia tapi tak mampu berbicara di Olimpiade, di waktu banyak yang memandang sebelah mata ke Bulutangkis Indonesia, mereka adalah jawaban banyak pertanyaan tentang prestasi Indonesia. Perpaduan dua ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan-Markis Kido dan Bona Septano-Moh. Ahsan melahirkan pasangan ini. Hendra yang telah keluar dari Pelatnas memutuskan untuk kembali demi mencari tantangan dan pengalaman baru serta memuaskan ambisinya yang belum kesampaian, mejadi Juara All England. Sementara Ahsan, semenjak partnernya keluar dari Pelatnas, pelatih Hery IP. berusaha mencarikan pasangan bar...