Langsung ke konten utama

Rindu.(Kendari..)

Apa yang paling saya rindukan dari kampungku yang satu itu, jawabannya banyak sekali. Mulai dari sayur kelor, kraker gabin, teman-temanku, toko-tokonya, pete-pete, ikan masak, tokoku (bukan toko deng, lebih cocok dibilang warung), penjual kenta (itu nama kerennya bale, yang suka teriak, bale...bale.., kenta..kenta..), kamarku, rumahku, mamaku, semua orang rumah, tanaman yang sering saya siram tiap pagi, udara kendari, jalanan kendari, dan semua tentang kendari dan sekitaran wua-wua. Tapi, sayang ongkos pulang-pergi Kendari mahal sekali, sekitar 2 juta, itu belum termasuk oleh-oleh, yang hanya bisa dikumpulkan dalam waktu yang lama sekali, bukan satu atau dua bulan ini. Jadi, kesimpulannya adalah untuk memenuhi rasa rinduku itu, saya harus menunggu kira-kira lima bulan lagi untuk pulkam (pulang kampung), dalam acara "Lebaran", soalnya libur panjang seminggu hanya tersedia pada waktu Idul Fitri saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

The Chronicles of Ahsan and Hendra

S aya menulis ini sebagai penggemar. Ya, I’m a fan of Moh. Ahsan and Hendra Setiawan as a pair. Ahsan dan Hendra mungkin ibarat pengingat bangkitnya Bulutangkis Indonesia. Setelah kegagalan di Olimpiade 2012 dan skandal memalukan Ganda Putri, hadirnya mereka bak oase di tengah kemarau berkepanjangan. Di saat Taufik berada di ujung masa jayanya, Tontowi dan Liliyana yang berada di peringkat 2 dunia tapi tak mampu berbicara di Olimpiade, di waktu banyak yang memandang sebelah mata ke Bulutangkis Indonesia, mereka adalah jawaban banyak pertanyaan tentang prestasi Indonesia. Perpaduan dua ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan-Markis Kido dan Bona Septano-Moh. Ahsan melahirkan pasangan ini. Hendra yang telah keluar dari Pelatnas memutuskan untuk kembali demi mencari tantangan dan pengalaman baru serta memuaskan ambisinya yang belum kesampaian, mejadi Juara All England. Sementara Ahsan, semenjak partnernya keluar dari Pelatnas, pelatih Hery IP. berusaha mencarikan pasangan bar...