Langsung ke konten utama

Pak Polisi dan Pasar

Muka-muka lesu bercampur kesal sangat tampak terlihat. Entah kenapa suasana pasar kali ini sangat muram, tak biasanya.
Beberapa langkah memasuki pasar, tak tampak pedagang beras yang biasa saya beli beras merahnya. Penjual sayur pun langka. Beberapa orang berkumpul tampaknya mendiskusikan sesuatu. Oh, rupanya ada pak polisi pamong praja di antaranya. Hmm,ada apakah ini??
Saya hanya sempat bertanya sedikit, tak berani banyak. Wajah para pedagang sedang gundah, tidak etislah saya "mewawancarai" mereka lagi.
Baru beberapa bulan, abu bekas bakaran pasar yang lama pun mungkin masih hangat. Pedagang yang menjajakan barang dagangannya di emperan trotoar pasar ini adalah mereka yang tak mampu membayar sewa kios di dalam gedung yang harganya menjulang itu. Kini mereka akan diusir lagi.
I don't know. Hati ini ngilu. Para ina-ina (sebagian besar pedagang adalah ibu-ibu berusia lanjut) ini adalah pejuang-pejuang bagi keluarganya. Namun, pemkot melalui tangan Satpol PP mau menghancurkan mata pencaharian mereka kembali.
Saat beranjak keluar pasar, Polisi Pamong Praja terlihat santai duduk berjejer. Tinggal menunggu aba-aba dari atasannya untuk mem"bereskan" para pedagang.

Ironi.

Atas nama kerapihan dan ketertiban di atas penderitaan rakyat kecil.

Komentar

  1. salam hangat dari kami ijin menyimak gan, dari kami pengrajin jaket kulit

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda atas isi blog saya ini. Kritik, saran yang membangun sangat diharapkan, namun harap sopan.

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

Kersen, Jambu Air dan Rambutan

Tulisan ini diikutkan pada  8 Minggu Ngeblog   bersama Anging Mammiri, minggu pertama. S uatu sore, April 1994 Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time , waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!! Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm..., Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam. Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku. Kersen (gambar dari sini )