Langsung ke konten utama

A Tragic Love Story, The Great Queen Seon Duk


Setelah lama tidak menikmati tayangan saeguk, akhirnya kini sudah ada The Great Queen Seon Duk. Sebuah drama kolosal Korea yang bercerita tentang Ratu pertama di Korea, atau lebih tepatnya di Kerajaan Shilla.
Serial saeguk ini mereguk sukses besar di Korea, dan negeri Asia lainnya, karena alur cerita yang cepat, dan tidak berlarut-larut, seperti kebanyakan serial kolosal lain. Selain itu, tokoh antagonis, yang diperankan oleh Goo Hyun Joong, Mishil, ternyata mendapat simpati yang besar di hati penggemar drama ini. Terbukti, setelah tokoh Mishil meninggal bunuh diri, ratingnya malah jeblok :D
Dibalik tema cerita perjalanan Deok man (nama kecil Ratu Seon Duk) menjadi Ratu Shilla, ternyata ada kisah cinta tragis antara Deok man (Lee Yo Won) dengan Bi Dam (kim Nam Gil) yang berakhir dengan kematian Bi Dam. Bi Dam, semula adalah orang kepercayaan Ratu Seon Duk, tapi karena salah paham, akhirnya memberontak.
Ratu Seon Duk pun meninggal, karena sakit, tapi dengan meninggalkan kerajaan besar yang menjadi cikal bakal Korea sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bulutangkis Indonesia di 2017

Tahun 2017 hampir berlalu, begitu pula dengan gelaran turnamen-turnamen Badminton sepanjang tahun 2017 telah ditutup dengan berakhirnya Superseries Final di Dubai pada 17 Desember yang lalu.  Bagaimana dengan prestasi pebulutangkis kita sepanjang tahun ini, apakah lebih baik dari capaian di tahun 2016 lalu? Kalau tahun lalu, prestasi paling puncak adalah emas di Olimpiade Rio yang direbut oleh pasangan andalan kita, Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet). Hampir tidak berbeda di tahun ini, pada bulan Agustus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia bulutangkis, gelar Juara Dunia Ganda Campuran kembali dipersembahkan oleh pasangan Owi dan Butet. Gelar yang pernah juga mereka raih di tahun 2013 yang lalu. Owi dan Butet juga meraih gelar di Indonesia terbuka Super Series Premier (SSP) di bulan Juni, yang sangat istimewa karena gelar di rumah sendiri inilah gelar yang paling sulit mereka dapatkan selama berpasangan. Gelar super seri...

Eid el Fitr Mubarak!

Taqabbalallahu minna wa  minkum :)

Kersen, Jambu Air dan Rambutan

Tulisan ini diikutkan pada  8 Minggu Ngeblog   bersama Anging Mammiri, minggu pertama. S uatu sore, April 1994 Aku terbangun dari tidur siangku. Tak ada mimpi buruk, aku tidur dengan pulas siang itu. Setelah berdiam diri sambil merenung, aku lalu melompat dari tempat tidur. It's Cheery Tree time , waktunya Pohon Kersen sodara-sodara!! Kaki dan tanganku lincah mencari dahan untuk dinaiki. Berpuluh-puluh buah Kersen warna-warni menggodaku. Aku tak sabar lagi ingin mencicipi manisnya buah-buah Kersen itu. Hmmmmm..., Jangan tanya berapa lama aku bisa bertahan di atas pohon Kersen, bisa berjam-jam. Dan, untungnya, pohon Kersen itu tak jauh dari rumah. Pohon itu dengan gagahnya bertengger di depan teras depan rumah nenekku. Pohon yang jadi favoritku dan sepupu-sepupu serta kawan-kawan sepermainan di sekitar rumah nenekku. Kersen (gambar dari sini )